Memperlebar Langkah : Cerita soal LoA dan IELTS
Bag. #2
"Akar ilmu memang selalu pahit, namun buahnya manis."
Sebelum saya cerita soal IELTS saya, saya mau cerita soal sebuah fakta bahwa saya sudah empat kali ambil TOEFL ITP dan nggak ada yang nyentuh 550. Rincianya : 1. 487 2. 497 3. 533 4. Belum sempat diambil, agak trauma juga wkwk
Padahal, saya bener-bener belajar buat toefl itp itu. Sebelum kerja, dan sepulang kerja. Berminggu-minggu. Berbulan-bulan. Karena toefl itp cuma bisa diambil sebulan sekali, maka saya sudah bergelut dengan itu semua selama empat bulan, beli buku-buku toefl, bayar tes pake gaji yang yah segitulah - dan hasilnya bahkan belum memuaskan. Yah, saya memang ga pintar hehe.
Alhasil, di akhir tahun 2016 saya memutuskan resign dari kantor, setelah cukup menabung untuk membayar biaya tes ielts, kursus di pare plus biaya hidup di sana. Di awal tahun, saya mengalokasikan satu bulan untuk fokus belajar di Global English, Pare. Biayanya 1.3 utk program intensif ielts plus camp-nya. Biaya hidup juga terhitung murah. 1 juta cukuplah sebulan utk makan, sewa sepeda, laundry, dan fotokopi catetan temen wkwk.
Sepulang dari sana, saya menyisakan waktu sekitar 8 hari untuk belajar mandiri. Ya, saya belajar seserius mungkin. Rata-rata nilai listening dan reading kalo pas ngehabisin serial cambridge dan barron sih memuaskan. <-- Ini tips saya soal reading dan listening juga. Kemudian saya ambil tes tgl 18 Februari dan keluarlah hasilnya hari ini.
Oke saatnya berbagi tips. 1. Reading. Seperti yg tadi sudah saya bilang, saya banyak ngerjain soal2 dari modul di atas, plus dari longman juga. Nah, untuk reading, metode saya sih umumnya baca dan pahami soalnya, cari kata kunci, kemudian cari jawabannya di teks dengan menggaris bawahinya, setelah itu konfirmasi atau yakinin diri bahwa jawabanny bener. Emang kudu rajin-rajin dan gaboleh bosen baca, khususnya skimming. Biasanya, letak jawabanny pun berurutan. Jadi misal nomor 1 jawabannya di baris ke 8, maka nomor 2 dan seterusnya ada di bawahnya. Biasanya ga lompat jauh. Tapi, awas hati-hati sama paraprase yang suka bikin terkecoh. Misal, di soal ditulis aku makan sayur bayam, nah di teks bisa jadi dibilang semangkok sayur bayam dikonsumsi oleh aku. Kemudian, pastiin familiar dengan tipe True-False-Not Given, atau Right-Wrong-Not Given. tulis sesuai apa yang diminta, jangan disingkat jadi T-F-NG atau R-W-NG. Tulis yang jelas. Karena, saya beberapa kali terbingungkan sama ginian. Kalau perlu, utk Listening dan Reading, tulis aja jawabannya pakai huruf kapital biar ga bingung sama penulisan hurif besar utk negara, nama tempat, dll.
2. Listening. Ga jauh beda sama reading, bahwa tugas kita tuh tinggal copy and paste. Jangan nyari sinonim, atau parafrase dari kata yang kita dengar/baca di teks. Kalau diminta satu kata ya tulis satu kata. Kalau diminta maksimal 2 kata dan/atau 1 angka ya tulis maksimal segitu. *Satu angka bukan selalu berarti harus satu digit. Toh, nomor hp juga bisa dibilang 1 angka. Kemudian, hati-hati dengan penulisan plural/singular, v1/v2, spelling kata dan sebagainya. Karena, rain dan rained ga terlalu beda jauh di kuping, tapi kalau salah tulis walau satu kata ya tetep salah. No negotiation. Terlebih, listening ielts tuh super baik kalo menurutku. Karena, sebelum soal dibacakan, kita dipersilakan utk membaca dulu. Ketika dibilang bahwa kita bisa baca dulu soal nomor 1-4, maka cukuplah mengamati soal itu aja. Gausah baca dulu soal lain di luar batasan itu. Perhatiin baik-baik, garisbawahi kata kuncinya, prediksi kira-kira jawabannya seputar apa. Kemudian, tiap 10 soal, kita dipersilakan untuk ngecek jawaban. Ketika 40 soal udah beres, kita dapet 10 menit utk transfer coret2an/jawaban kita di soal ke lembar jawab, plus ngoreksi spelling dan aturan2 yang ada semisal jumlah kata maksimal di tiap jawaban. Nah, dengan kemudahan ini, biasanya reading dan listening jadi penyelamat skor ielts secara keseluruhan.
3. Writing. Jujur, aku sendiri lebih suka writing dan speaking ketimbang dua tes yang lain meskipun nilainya juga ga lebih bagus. Writing kan dibagi dua ; writing task 1 untuk mendeskripsikan apa adanya tentang grafik/tabel/peta/diagram/gabungan yang ditampilkan. Iya, apa adanya. Gausah pake asumsi macem-macem, pake prasangka dan kepekaan *tsaah. Uniknya, soal writing task 1 tuh selalu sama dan jadi jawabannya udah hampir jadi kayak template (parafrase pernyataan, overview, body 1 (grup pertama), body 2(group kedua)). Gini penjabaran soalnya : A. Summarise the information : jelasin trendnya. Naik? Turun?berubah? tetap? B. Selecting and reporting main features : selalu ada grouping. Ntah yang paling atas, paling bawah, yg stabil. Dan cuma main features nya aja. Gausah disebut per poin dari data yang ada. Yg paling pnting pengelompokkannya. C. Make comparison : Bisa the highest X the lowest, otherwise X likewise. Nanti dua grup ini bisa dipisah di body 1 dan body 2.
Untuk writing task 2, strukturnya biasanya: A. Paragraf awal (prafrase pernyataan, tambahin detail, thesis.) B. Body 1 (biasanya ide yang kita kurang sepakat/siap dibantah) C. Body 2 (ide yang kita dukung/bilang di thesis statement di paragraf awal) D. Summary (jelasin main issue, kemudian re-state thesis dengan parafrase)
Untuk body1 dan body2 sebenernya tergantung soal. Ada yang nanya agree-disagree, to what extent do you agree, your opinion, cause-effect, problem-solution, dll. Pastiin aja paham diminta nulis apa, dan bagaimana menjelaskannya. Nah, untuk itu dalam menulis body1 dan body2 jangan lupa reason-detail-example nya biar makin kuat. Jelasin si A tuh gimana, efeknya apa, contohnya di mana dengan scope yang besar. Yah kota lah minimal. Jangan ngasih contoh pribadi, curhat entar wkwk. Kemudian, karena ini academic writing, jadi hindari pakai kata-kata slang (what'up mblo!), singkatan (don't), general (thing, good, bad) maupun speaking language (really).
Saya sendiri kemarin cara belajarnya ada dua. Pertama, saya banyak-banyak baca contoh writing task 1 dan 2 dari cambridge, collins, ieltsbuddy.com, dan lainnya. Catat kata-kata spesial utk writing task 1 dan 2, dan kata2 spesifik untuk beragam topik kayak kesehatan, kriminalitas, pekerjaan, keluarga, hiburan, transportasi, lingkungan, makanan, dll. Kedua, adalah membiasakan menulis sesuai waktu yang disediakan. saya biasanya task 1 butuh 30 menit, task 2 butuh 25 menit, dengan 5 menit utk memahami soal dan membuat kerangka tulisan utk masing2 task 1 dan 2 - pastiin menjawab soal ! Catatan, kemarin ketika test saya salah bawa pensin mekanik. Ternyata mata pensilnya agak besar, jadi tulisan jelek saya makin jelek.
4. Speaking. Untuk bagian ini, jadwalnya suka beda-beda. Ada yang dilangsungkan di hari yang sama dgn test lainnya, ada yang beda. Kalo saya bersamaan sih - dan sempet nonton batman lego the movie di jeda antara ketiga test dengan test speaking. Saya dijadwalin jam 16.05 tapi nyatanya dipanggil mendadak jam 15.30an, jadi jangan kemana-mana. Nah, saya kemarin belajar dengan latihan terus-terusan, baik mandiri maupun bareng temen yang juga serius (gamau kalo cengegesan dan cuma 1 jam) kemudian juga download banyak video speaking di youtube yang band 7.0 ke atas. Bagi saya, kunci pertama utk tes ini adalah memahami karakteristik dari masing2 bagian: A. Part 1, sifatnya nanya soal keseharian. Saya kemarin ditanya soal hometown, temen dekat, dan robot. Kuncinya, jawab sesuai pertanyaan, cukup 2-4 kalimat (sesuai soal). Seperti writing task 2 dan tes speaking secara keseluruhan, penting banget apal diluar kepala kata-kata spesifik untuk topik-topik tertentu, dan jelaskan dengan reasons/examples/details/speculation/evidences. Misal, kemarin saya ditanya soal mau punya robot ga? Saya jawab, iya, saya mau punya robot, kayak doraemon yang dengan alat-alatnya bisa bantuin kerjaan rumah. Selain itu -seperti writing dan speaking secara keseluruhan- penting banget untuk ngasih jawaban yang menjawab, elaboratif, logis, mudah dimengerti. 2. Part 2, yakni ngomong 2 menit, dan dipersilakan nulis rancangannya selama 1 menit usai dikasih soal. Selain pastiin bahwa kita udah menjawab semua soal yang dikasih, jangan lupa tulis kata sambung (furthermore, moreover, on the other hand, dll) dan idioms terkait di kertas coret-coretan itu. Kalau saya, biar yakin bisa ngomong selama 2 menit, saya nulis 8-10 topik kecil di kertas coret2annya. Misal, ketika disuruh jelasin hometown, saya nulis beberapa poin kayak : lokasi, suhu/suasana, hal yg disuka, hal yg gadisuka, pekerjaan umum warganya, kapan terakhir saya ke sana, ngapain aja saya di sana. 3. Part 3 adalah diskusi (sebenernya engga sih, karena satu arah) yang topiknya terkait sama part 2 dan sifatnya general. Jadi, scope contoh yg kita jelasin gabisa cuma personal kayak di part 1, melainkan kayak people in my country.... Di sisi lain, perlu agak berbelit dengan nyiapin kalimat pembuka semacem "in my opinion...". Untuk itu, jawaban part 3 ini umumnya lebih panjang dikit, biasanya sekitar 5-8 kalimat (tergantung soal). Nah, sekali lagi, jangan lupa reasons-examples-details-speculate-evidences, kemudian pakai idioms dan kata-kata spesifik untuk topik terkait. Misal, kata semacam zat aditif, nutrisi, bahan pengawet, menu, dll untuk topik makanan.
Yup, segitulah tips seadanya dari saya. Semoga ga puas, dan tergugah buat terus belajar serta gacuma nyari tips tips doang hehe. Semangat !!
Oia berapa nilai ielts saya? Kan toefl itp saya aja cuma segitu :(. Hmm alhamdulillah, insyallah cukup kok buat daftar beasiswa dan kampus di luar sana. Berikut rinciannya : L : x.5 R : x.5 W : x.0 S : x.0 Overall : x.5











