XXI SHORT FILM FESTIVAL 2016
Hari Minggu kemarin adalah seru! Kenapa? Foto dan Caption di atas adalah jawabannya. Bersama 14 kru Liga Film Mahasiswa ITB, saya berakhir pekan menonton film-film apik di Epicentrum XXI. Ada 3 sesi yang saya sendiri saksikan
Pukul 13.00 > Short Animation
Ada 6 Film Animasi Pendek Karya Indonesia. Yang saya inget itu ada Biru, Linimera, Alien CG, Rexi: The Great Return, Alien CG, Kapur Ade, dan ZLO - The Great Runner. Sayang sekali waktu sesi ini datangnya telat sekitar 5 menit jadi ga nonton Biru. My personal favorite is Alien CG karena ceritanya yang ga berat, animasinya juga baik pergerakan tokohnya smooth gitu, dan paling banyak menarik reaksi saya saat menonton. Ini pendapat sok tahu saya, jadi maafin ya kalo remeh banget alasannya.... ^^
Pukul 13.45 > Short Documentary B
3 Film Dokumenter yang disuguhkan adalah Viva Tar!, Kesan Pertama, dan Bibi Siti Switi. Viva Tar! bercerita tentang 50 tahun perjalanan KPT (Marching Band Tarakanita) yang ternyata punya banyak alumni terkenal kaya Ira Wibowo, Tamara Geraldine, dan Maya Hasan. Kesan Pertama ceritanya tentang keluarga kecil dimana si anak sulung susah makan kemudian dibawa ke tukang cekok supaya nafsu makannya nambah (iya ini bukan garis besar ceritanya, ini cuma bagian yang saya tonton, karena entah mengapa kemudian saya tertidur hingga film ini selesai padahal katanya lucu...). Bibi Siti Switi refreshing abishhh, kaya sitkom gitu soalnya emang si tokoh utamanya mengundang tawa sih. Salutt, kalo sesi ini saya suka semua
dan Pukul 16.45 > International Shorts
Ada 7 film pendek mancanegara yang diputar di sesi terakhir ini, Ave Maria, Belladona, Stutterer, The Present, They All Die In Space, Ten Meter Tower, The Orchestra. Dari 7 film ini, enam diantaranya ga terlalu rumit untuk dimengerti. Satu yang saya ga ngerti cuma Belladona, ya maklum masih level cupu analisis filmnya. Kalo ini saya suka Ten Meter Tower dan The Present. Ten Meter Tower definisi film dengan ide yang sangat sederhana yet sangat menggugah rasa. Geregetan banget nontonnya asli. The present sendiri walaupun film yang paling pendek durasinya dari yang lain justru malah memberi saya tonjokan paling mantap.
Sebetulnya ada 1 sesi yang saya lewatkan gara-gara makan yaitu Fiksi. Ya kalau mother nature sudah memanggil saya bisa apa? Jadi film di sesi-sesi ini selain International Shorts adalah film yang dilombakan. Setelah International Shorts sendiri langsung ada Awarding NIght yang diadain di studio sebelahnya. Menariknya adalah karena kru-kru masih disitu pas Awarding Night mau dimulai, kami sempat ditawarin nonton karena katanya masih ada space. Padahal itu awalnya invitee only! Keren ga cuy. Too bad kebanyakan dari kita harus langsung kembali ke Bandung malam itu juga, jadi tawaran itu dengan terpaksa harus kita tolak... Tetap saja hari itu menjadi hari yang asyikk. Can’t wait buat XXI Short FIlm Festival selanjutnya!
C.D (Cheers - Dora)











