•isoman hari ke-7• (covid, ikhtiar, jokowi, dan tuhan) begitu dapat konfirmasi positif covid dari klinik saya melakukan swab pcr (mandiri), sebagai warga negara yang patuh, saya minta komang untuk melapor ke pak klian. tapi agak mengejutkan, kalau ngga bisa dianggap menggampangkan reaksinya, katanya, ini kayak flu biasa, isoman saja dan minum vitamin. setahu saya, otg dan gr pun mesti isolasi terpusat. ngga lama kemudian ada 2 petugas yang ternyata dari buleleng menelepon saya karena ktp saya memang buleleng, yang pertama mencatat alamat di canggu, yang kedua galak gitu waktu saya info kata pak klian isoman saja. ternyata ngga nyambung karena dia kira saya di buleleng. saya pikir habis itu bakal ada tindaklanjut. ternyata sampai hari ini saya ngga ada yang kordinasi menjemput untuk isoter. bantuan obat dan vitamin? apa itu? 🤣🤣🤣 tapi saya ngga marah pada pemerintah atau jokowi, apalagi jadi oposisinya (mungkin tiap kepala desa atau daerah beda-beda kesigapannya) 😂 bukan karena 'hanya' terpapar dengan gejala ringan dan masih bisa beli vitamin tapi karena saya ngga mau mengandalkan manusia untuk bertahan hidup. dua tahun ini beberapa dari kita pun udah belajar untuk ikhtiar dengan kaki tangan sendiri dan berserah penuh pada tuhan, bukan? yang masih bisa membantu dalam bentuk apa pun akan saling membantu teman, saudara, bahkan yang ngga kenal. oh ya, berita baik, sudah sejak sabtu lalu saya mulai 'mengenali' aroma satu persatu, terutama aroma favorit seperti rempah dan citrus. sampai hari ini masih berproses untuk memulihkan indera penciuman. batuk dan pilek sudah sangat berkurang. ini lebih penting. saya bersyukur. yang masih sama-sama berjuang, semangat, yuk! 🙏🙏🙏 #isoman #covid_19 #banyupadmatangi #lifeisamessage #staycalm 31.08.2021 (at Canggu) https://www.instagram.com/p/CTO1u7uFH4a/?utm_medium=tumblr

















