Words aren't always needed... #instagay #lovequotes #lifesharing #crazycouple #westolethewedding #husbandandhusband #gaycouples #lgbtq🌈 https://www.instagram.com/p/Bw5RK3bpCvN/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1k3nr6s0ed65j

seen from Malaysia

seen from Belgium

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from Belarus
seen from Germany
seen from Israel
seen from Malaysia
seen from India
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Singapore

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Yemen
seen from Brazil
Words aren't always needed... #instagay #lovequotes #lifesharing #crazycouple #westolethewedding #husbandandhusband #gaycouples #lgbtq🌈 https://www.instagram.com/p/Bw5RK3bpCvN/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1k3nr6s0ed65j
HOMECOMING' April 7th, 2018 at Langston Hughes Performing Arts Institute, Seattle,Wa 'When the streetlight comes on, get yo ass Home'... Come Celebrate with us! Doors open at 8pm, All is Welcome and the music is On!! www.blackstaxmusic.com or https://bpt.me/3376066 for tix #StayStaxin #BlackStax #Seattle #LifeSharing #Music #History #Storytelling #Voices #Community #GiveLife #Gathering #Unity #MoreThan #HipHop #Respect #Art #Underground #Indie #SharingLife #AllAreWelcome
#positiveliving in #Malaysia thanks #mycomrades @ work as its a pleasant surprise #mybirthday belated celebration, after a busy and stressful evening handlied an event at work. #myprayers to God is as each and everyone of #mycomrade sharing their life with me, I will learn something from their life as our train of our own destiny crosses path currently, and we will depart to continue to pursue further in fulfilling our destiny in life. We need to accept this fact and truly appreciate the moment and #lifesharing experiences. Hugs #mylovelies #loverevolution2017 #lovebirthdaycelebration #lovelifejourney #lovejourney #loveforever #lovemyself #lovemyliifedestiny #lovemynation #lovemyMalaysia (at Kuala Lumpur, Malaysia)
So many people look at results but the truth and even more important that all is a part of a journey. And that I am so lucky to have a loving wife at my side who shares with me all and everything #project101 #jpberlin16 #jpbourne16 #osc #krass10 #bestteamever #foreverinlove #lifecoaching #speaker #keynotespeaker #changinglives #happycouple #dreamteam_jp #lifesharing #healthcoaching #businesswomen
March 31, 2016
Nakuha ko na yung anak ko. Yes! Nanay na ako... ng isang Chow-chow and his name is Ken. Hindi ako nag pangalan niyan kasi binigay lang sa akin ng kapitbahay namin yan ng may pangalan na so... :) Ang saya lang! Noon, ayaw ko sa mga dogs kasi feeling ko lagi nangangagat. Pero mula nang mahawakan ko yung Shih Tzu na alaga ng Lolo namin doon sa Cavite, parang bigla ko na lang gusto magkaroon ng aso. Actually, hinihintay ko mabuntis yung Shih Tzu nila kaso ayaw ipa-buntis. Kaya nang malaman ng Lola ko na manganganak yung Chow-chow ng kapitbahay namin eh nanghingi siya. After 2 weeks or so ko pa dapat makukuha yung Chow-chow para yung bagong panganak ang akin, kaso ibinigay na lang sakin yung naalagaan nila. Kaya nang ibigay sakin umiiyak siya. Naawa ako! Iyak siya ng iyak, kinakalmot niya yung screen ng bahay namin kasi gusto niya makalabas. Aw! Tapos parang ang lungkot lungkot pa ng eyes niya. :( Ngayon, natutulog siya sa ilalim ng sofa mas gusto niya na nakasiksik lang siya. Puro milk and water pa lang napapakain ko sa kanya kasi di pa ako makabili. Bukas, baby bibili tayo ng pagkain mo. I love you! 🐶💕
I just realized that my previous posts were all informational or somewhat a variation of reflections about life; and that I have deprived you guys of knowing more about me. And so with that being said, I'd like to share to you some highlights, moments and bits of information about the things that have taken place in my personal life for the past weeks.
▬ Our final examinations were scheduled last March 3-4, and that's supposedly a signal or warning for hell week because projects, requirements and other outputs should be passed before the day of the exam. Weirdly, I became lazier than before and did not review for any subject. That scenario was odd for me, considering that I'm one of those academically-inclined students. It has never happened before that I really did not study, but I guess I just did not care and was already excited for vacation. (Trivia: I review just a little, but it never came to the point that it's a zero percent) One thing that scared me also was the fact that I've been excused from classes for extracurricular activities for a whole lot of time (weeks or months, even) and that just means I've skipped on lessons. Anyhow, I'm thankful that I did not "just" pass the examinations but luckily, ranging from A marks and not below a D. The results were a bit shocking but fulfilling. Thumbs up for that, dear self!
▬ Right after examinations, I always celebrate its end not by hanging out with peers but through eating! Yup, whenever I am finally done with a series of priorities, I treat myself with my favorite food. As a proof, I did attack on McDo's fries, Bistek Tagalog from Origines and Fun Fries (junk food but please, it's not on a regular basis) partnered with mineral water! I went to food stalls and establishments, had fun and ate my heart out. Satisfying, just to tell you. Nothing beats eating and being stress-free at the same time.
▬ Over the weekends, I finally developed more hope for myself because I have been really productive! I finished all requirements needed for school and did some run through to avoid further workload. That was really a proud moment, especially so that I was able to save time and have more "relax time" sessions without worrying about having to finish worksheets.
For adults with intellectual and developmental disabilities, living with a foster family can offer more consistency and emotional support than traditional group home settings.
Lifesharing is a family-living program that offers an alternative to a group home setting
“.. I praise YOU because I am fearfully and wonderfully made..” – Psalm 139 : 13-16 for my generation’s dedication night, titled : Amazing Creator, Amazing Creation (May 2015).
Setiap aku mengingat momen ini, aku SANGAT bersyukur. Bukan karena penghargaan yang (hanya karena kasih karunia Tuhan) aku terima bersama dengan orang-orang yang ada di foto saat itu, atau karena aku mempunyai kesempatan untuk menari dengan crew terbaikku, atau saat itu aku mempunyai kesempatan untuk tampil cantik di depan teman-teman dan guru-guru, atau mungkin karena alasan-alasan logis yang lainnya. NO. Bukan hanya itu.
Throwback to August 2014, waktu pembimbing KTB (kelompok tumbuh bersama) ku meminta aku dan kelompokku untuk menuliskan pokok doa, khususnya mengenai nilai UN dan persiapannya, dan perkuliahan khususnya mengenai jurusan apa dan di universitas mana. Waktu itu, aku benar-benar ingin kuliah di salah satu PTN terbaik Indonesia. Karena itu, aku menuliskan “Psikologi di PTN itu, Amen.” atau kalimat yang serupa dengan kalimat tersebut.
Permohonan itu tidak hanya berhenti di tulisan tanganku saja. Aku berdoa, belajar, dan berjuang keras melebihi apa yang aku lakukan biasanya. Bahkan, aku bergabung dengan sebuah bimbingan belajar yang katanya berhasil meloloskan banyak siswa SMA menuju perguruan tinggi negeri (PTN) ternama, seperti UI, ITB, UGM, UNPAD, UB, dan lain lain.
Sampai pada acara Dedication Night, aku masih tetap berusaha keras untuk itu. Ketika aku dan teman-temanku mendapat kesempatan untuk maju ke panggung dan didoakan serta diutus secara langsung oleh hamba Tuhan, akupun tetap bersikeras meminta pendeta yang mendoakanku untuk menyebutkan “Psikologi PTN itu” ke dalam doanya.
Masih dalam acara ini, kepala sekolahku mengumumkan nama beberapa siswa yang sudah diterima di PTN melalui jalur SNMPTN. Aku sedikit merasa sedih dan down saat itu. Mungkin aku tidak akan pernah mencapai PTN itu, pikirku.
Setelah acara tersebut berakhir, aku mengikuti beberapa ujian saringan masuk. Dan pada hari ulang tahunku yang ke-18, aku menerima pemberitahuan bahwa aku tidak diterima di PTN yang aku inginkan melalui jalur terakhir (ujian mandiri). Itu berarti kesempatanku untuk masuk ke PTN itu tertutup rapat untuk tahun ini. Saat itu, aku merasa bodoh, sudah memalukan orang tua dan banyak orang yang sudah berharap padaku, dan tentu saja merasa malu karena ketiga saudara sepupuku diterima di PTN sesuai dengan pilihan pertama mereka.
Segera setelah aku menerima pemberitahuan itu, aku menyiapkan diri, jasmani dan rohani, untuk pindah ke Bandung untuk berkuliah di universitas tempat aku menuntut ilmu sekarang. 27 Juli 2015, aku berangkat.
Masih teringat betul bagaimana aku pertama kali menatap kampusku sekarang. Tidak bersemangat, merasa daerah itu sangat asing, gersang, tidak menyenangkan, tidak layak untuk kuliah, tidak sebanding dengan bayanganku di PTN yang aku inginkan. Namun, apa boleh buat? Aku sudah memilih cadangan di tempat ini, jadi aku harus menjalankannya dengan semaksimal mungkin. Bukan biaya yang murah, tentu saja, untuk berkuliah di tempat ini.
Seiring berjalannya waktu, Tuhan menunjukkan berbagai hal baik. Aku mulai menikmati hidup di tempat ini. Aku mulai menyukai rutinitas di fakultas ini di universitas tempat aku berada sekarang. Banyak hal-hal yang dimudahkan oleh Tuhan. Banyak penghargaan dan kesempatan tidak terduga yang Tuhan berikan bagiku dengan cepat, seolah-olah tanpa aku berusaha keras sedikitpun.
Sesekali aku merenung. Dalam doaku, terucap kalimat yang kurang lebih seperti ini,
Tuhan, aku bersyukur untuk segala kemudahan. Aku bersyukur buat cintaMu untukku di tempat ini. Bersyukur untuk lingkungan yang mendukung. Bersyukur untuk adaptasi yang cepat. Bersyukur buat segala kebaikanMu. Buat rancangan dan rencanaMu
Rancangan. Rencana. Rancangan dan rencana Tuhan.
Ya, memang kita sebagai manusia dibuat sesuai dengan rancangan dan rencana Tuhan tersendiri. Kita boleh saja giat-giat berdoa, berusaha keras, berpuasa bahkan. Namun, jika itu bukan rencana Tuhan atau belum sesuai dengan waktunya Tuhan, kita bisa apa? Yang terpenting adalah kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan sudah merancangkan masa depan yang indah bagi kita. RancanganNya bisa saja tidak sama dengan keinginan kita, namun selalu indah ketika kita mengikutinya dengan iman yang teguh dan rasa syukur. Mungkin, jika aku diterima di PTN yang aku inginkan tadi, aku tidak akan mendapat kemudahan-kemudahan dan penghargaan atau pencapaian sebaik sekarang. Mungkin saja, aku belum siap beradaptasi untuk lingkungan se ‘ganas’ PTN karena seumur hidupku kuhabiskan di sekolah swasta. But remember.. His plan is perfectly perfect beyond imagination.
Dan sekarang, ketika aku sudah 1 semester belajar di universitasku yang sekarang (dan melihat-lihat foto Dedication Night), aku baru sadar bahwa Tuhan sudah berbicara padaku lewat tagline dari acara wisudaku itu. Aku sungguh bersyukur, walaupun terlambat, tapi Tuhan sadarkan, dan itu menjadikan aku mampu berbagi melalui tulisan yang sederhana ini.
***
Intinya, jangan lupa, kita boleh berencana, tapi keputusan itu di tangan Dia. Rancangan hidup kita sudah aman bersama dengan Dia, selama kita mau yakin dan percaya pada apa yang sudah Tuhan tentukan buat hidup kita. Jangan lupa bersyukur buat setiap jalan hidup yang sudah dilewati sampai detik ini, itu jalan Tuhan yang buat lho hehe.
Tuhan memberkati!
Btw, 2015 tinggal 3 hari lagi lho.
29 Desember 2015,
-nasya-