-Luka-
Suatu hari, langit gelap dirundung hujan. Wanita bercadar sedikit berlari untuk menepi, sebuah halte kecil. Berharap... Hujan akan segera reda.
" Alhamdulillah... Semoga hujannya tak akan lama " Ucapnya sambil menepuk nepuk buku yang dilapisi plastik bening.
Sesekali mengulurkan tangannya, merasakan air hujan yang berjatuhan, melihat sekitar hanya ada dirinya dan beberapa kendaraan yang melintas.
Gadis itu merasa sedikit bosan, dan merogoh tas nya. Mengambil handphone beserta earphone, memasukannya ke telinga dengan sedikit sukar karena niqab dan hijabnya yang panjang.
Setelah terpasang, memutar murotal Qs. An-nisa, surat yang paling dirinya suka karena gadis itu pun bernama Annisa. 'Annisa Zuraida Fathin' lengkapnya.
Sembari menunggu, Annisa ikut melantunkan ayat-ayat yang dirinya pun hafal.
10 menit sudah dia berdiri, bajunya semakin basah dan sepatu nya pun sudah dibanjiri air yang masuk kedalamnya.
"Tidittttttttt....." Klakson mobil membuyarkan lamunan Annisa. Tepat dihadapannya ada seseorang yang hampir tertabrak oleh mobil tersebut.
"Astaghfirullah..." Annisa sedikit berteriak karena terkejut dan mencoba menghampiri seseorang yang hampir saja tertabrak.
" Ya Allah... Kak, kakak baik baik saja ?" Annisa bertanya.
Terlihat, pria berkacamata bulat. Sedang terdiam duduk diatas aspal, rambutnya basah karena terguyur hujan serta kacamata yang buram oleh air hujan.
Terlintas Annisa berpikir, mungkin pria tersebut hendak menyeberang namun kaca matanya yang buram yang menyebabkan dia hampir saja tertabrak.
Melihat pria itu masih terdiam lemas, annisa mencoba memanggilnya kembali. "Kak?!".
Masih tak ada jawaban, Annisa memberikan botol minum yang ada didalam tasnya, pemilik mobil pun keluar dan melihat kondisi pria yang hampir ditabrak olehnya.
" Diminum dulu kak !" Annisa mengingatkan pria itu karena botol itu hanya dipengang olehnya
" Ehh... iyaa makasih " Sedikit tersadar dari lamunannya dan segera meminumnya.
" Sama-sama " Jawab Annisa
Setelah keluar dari mobil, terlihat seorang wanita hanya terdiam menatap Annisa dan pria tersebut.
" Nad " Pria itu bangkit dan segera menghampiri wanita yang ada disamping mobil.
Kondisi jalanan sepi, hujan kembali mengguyur. Nampak kesedihan yang tegambar dari wajah wanita dan pria tersebut.
Annisa yang terheran heran, masih menatap keduanya yang sedang berbincang. Seolah olah keduanya sedang mengucapkan perpisahan.
Hingga akhirnya, pria itu membiarkan wanita pergi. Dari luar Annisa melihat ada pria lain yang ada didalam mobil, sekilas pria itu memasang raut wajah marah.
Tak ingin berpikir apapun, Annisa kembali berteduh di halte, mobil pun melaju karena ada kendaraan lain di belakang yang mulai geram karena terhalang lajunya.
Pria itu menepi dan menghampiri Annisa. "Terima kasih mba, sudah menolong saya. Nama saya Rizal" mengulurkan tangannya.
"Sama - Sama kak" Annisa menelungkupkan kedua tangannya di dada
" Ahh maaf " Rizal paham akan maksud Annisa.
" Iyaa kak " Annisa menundukan pandangan
" Nama kamu ? " Rizal kembali bertanya
" Saya Annisa "
" Ooh... Annisa " Menganggukkan kepala.
" Annisa artinya perempuan, Dan Rizal artinya Laki-Laki. Pas " Ucapnya sambil mengembangkan senyuman di bibirnya.
Keduanya saling bertatapan beberapa detik, segera Annisa pun kembali menunduk.
" Hujannya sudah reda, saya ke arah kiri. Annisa kemana?"
" Saya ke kanan, Kak "
" Ahh ... baiklah. Sekali lagi terimakasih Nis, saya duluan. Assalamualaikum " melangkah meninggalkan Annisa
" Wa'alaikumsalam..." Annisa melihat punggung Rizal dan segera melangkahkan kaki menuju rumah.
_Bersambung_
~B.320112~























