Ada saatnya kita memasuki ruang tanpa suara, membiarkan pikiran bergaung pada dirinya sendiri. Ia berlari, berbelok, lalu lelah dalam sunyi, dan justru di keheningan itulah kita temukan, jawaban-jawaban kecil yang tak pernah berteriak.
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Brazil

seen from United States
seen from China

seen from Italy
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States

seen from Morocco
seen from United States

seen from United States
Ada saatnya kita memasuki ruang tanpa suara, membiarkan pikiran bergaung pada dirinya sendiri. Ia berlari, berbelok, lalu lelah dalam sunyi, dan justru di keheningan itulah kita temukan, jawaban-jawaban kecil yang tak pernah berteriak.
Tersesat yang paling bahaya adalah tersesat dalam pikirannya sendiri. Terkadang semakin mencari jalan keluar justru semakin tersesat lebih jauh lagi. Hanya perlu menyadari bahwa kita tidak sedang tersesat. Hanya melewati jalan atau momen yang sebelumnya belum pernah dilalui
- Penghuni Jejaring Biru
Jika kau mulai kehilangan kenyamanan itu..
Adakalanya kau jenuh atas segala aktivitasmu
Kau merasa tertekan atas segala serangan sekitar mu
Dan semua kejenuhan tersebut sangat mempengaruhi iman mu saat itu
Mungkin sangat wajar manusia seperti mu mengalami ketidak seimbangan iman
Kadang meroket dan kadang pula cepat sekali tenggelam di dasar hati
Tapi coba lah jika saat kau mulai oleng,
Saat kau sendiri tak tau bagaimana menyadarkan hati mu untuk kembali pada Nya
Maka bergegaslah pergi saat Dia memanggil mu
Pergilah ke tempat mereka semua ingin menemui Nya
Coba kau dengarkan bagaimana komandan tersebut memimpin barisan untuk berdialog dengan Nya
Resapi segala apa yang komandan suarakan,
mungkin hati nya yang jauh lebih tertata mampu untuk turut memandu mu berdialog dengan Nya
Setiap seruan yang kau dengar, kau pahami bahwa sungguh Dia mendengar semua keluh kesah mu
Dia Maha Besar dan Dia Maha Mendengar Hamba nya.
Dengarkan seruan itu!
Semoga kau kembali menemukan kepingan-kepingan yang berhamburan
Untuk aku kepada aku
31 juli 2019
Izinkan aku berkelana lebih dulu, menyusuri setiap tempat di antara permadani taman duniawi, agar kelak saat bersamamu aku tak lagi salah arah atau bimbang langkah.
Kau tak berujung; dan aku ingin selamanya tersesat disana.
Capek Ngetik
Jangan Biarkan Tersesat dalam Ilusi Kehidupan diluar Wahyu
SURAU.CO – Berhentilah menjadi orang lain jika ingin dicintai. Sebab diri sendiri pun akan hampa jika tak berlandaskan ketentuan Ilahi. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kebebasan berpikir, banyak manusia kehilangan jati diri. Mereka meniru cara hidup orang lain, mengejar cinta manusia, dan mengabaikan panggilan fitrahnya. Padahal, di balik pencarian itu, ada kehampaan yang tak bisa…
(►_◄)
(►_◄) Deskripsi: Mata berbentuk panah menunjuk ke arah yang berlawanan, seperti kebingungan dan kesakitan. Nuansa: Bingung, tidak tahu harus berbuat apa, merasa tersesat. Contoh Percakapan: “Mati lampu, sinyal hilang, aku harus gimana? (►_◄)”
TERSESAT
Dalam hidup, tidak jarang kita merasa tersesat, baik dalam arti harfiah maupun metaforis. Tersesat dapat berarti kebingungan dalam mengambil keputusan, merasa tidak tahu arah tujuan, atau bahkan merasa gagal. Namun, jika kita melihat lebih dalam, tersesat bisa menjadi bagian penting dari proses menemukan jalan yang sebenarnya.
Tersesat Bukan Berarti Kegagalan
Banyak orang menganggap tersesat sebagai tanda kegagalan. Padahal, dalam banyak kasus, tersesat adalah langkah awal menuju penemuan yang lebih besar. Misalnya, dalam perjalanan fisik, ketika kita tersesat di kota baru, kita mungkin menemukan tempat-tempat indah yang tidak terdaftar dalam panduan wisata. Hal yang sama berlaku dalam kehidupan. Ketika rencana kita tidak berjalan sesuai harapan, kita sering kali menemukan peluang baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Menemukan Diri Sendiri di Tengah Ketidakpastian
Tersesat memberikan kita kesempatan untuk refleksi dan penilaian diri. Ketika kita tidak tahu harus pergi ke mana, kita dipaksa untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan apa yang benar-benar penting bagi kita. Proses ini membantu kita mengenali nilai-nilai dan tujuan hidup yang mungkin terabaikan dalam rutinitas sehari-hari.
Belajar dari Pengalaman
Pengalaman tersesat mengajarkan kita banyak hal. Kita belajar untuk lebih tangguh, lebih fleksibel, dan lebih kreatif dalam menghadapi tantangan. Kemampuan untuk mengatasi ketidakpastian dan menemukan jalan keluar dari situasi sulit adalah keterampilan yang sangat berharga dalam hidup.
Cerita Inspiratif
Sejumlah tokoh terkenal pernah mengalami fase "tersesat" sebelum menemukan jalan mereka yang sebenarnya. Steve Jobs, misalnya, dikeluarkan dari perusahaan yang ia dirikan sendiri sebelum akhirnya kembali dan mengubah Apple menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. J.K. Rowling, sebelum menulis Harry Potter, menghadapi penolakan dan kesulitan hidup yang tak terhitung jumlahnya. Pengalaman tersesat mereka tidak menghentikan mereka; sebaliknya, itu memicu mereka untuk menemukan jalan yang lebih besar dan lebih bermakna.
Menikmati Proses Perjalanan
Alih-alih takut tersesat, kita seharusnya belajar untuk menikmati proses perjalanan. Setiap liku dan belokan memiliki pelajaran tersendiri. Kadang, jalan yang paling indah dan bermakna ditemukan di luar jalur yang sudah direncanakan.
So ??
Tersesat bukanlah akhir dari segalanya. Justru, tersesat bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar dan lebih berarti. Dengan menerima ketidakpastian dan melihatnya sebagai bagian dari perjalanan, kita bisa menemukan jalan yang sebenarnya, yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Jadi, jangan takut tersesat, karena di sanalah sering kali kita menemukan tujuan sejati kita.