Testing

seen from Hong Kong SAR China
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Hong Kong SAR China
seen from Japan
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Singapore
seen from Israel
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Sweden

seen from Spain
seen from Singapore
Testing
Me: I wonder how cold is this tap water I'm drinking right now, it doesnt feel that cold. I wonder if I have ever drank water colder than 0°C- wait!
Also me: *is a pharmacy student*
Pekan Seni Media adalah salah satu perhelatan seni media yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun ini Pekan Seni Media mengangkat tema Local Genius, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawasi Tengah, dan didukung oleh Forum Lenteng dan Forum Sudut Pandang. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Budaya Sulawesi Tengah, Kota Palu, pada 26 Agustus – 2 September 2018. Perhelatan ini dikuratori oleh Hafiz Rancajale dengan co-kurator Andang Kelana, serta menghadirkan 25 seniman/kolektif media nasional. Salah satunya adalah Gubuak Kopi, yang mempresentasikan program Daur Subur dalam bagian pameran dan artist talk bertajuk Meta Local Genius.
Dalam pameran Gubuak Kopi diwakili oleh Albert Rahman Putra, Muhamad Riski, dan Zekalver Muharam, menghadirkan karya dalam bentuk instalasi ruang kerja Daur Subur. Dalam instalasi tersebut, dihadirkan sejumlah arsip terkait studi teknologi pertanian dalam bentuk sketsa yang sudah dilakukan sejak Juni 2017 lalu. Selain itu, juga dipajang koleksi video Vlog Kampuang, catatan riset, dan audio soundscape aktivitas pertanian.
Web terkait www.senimedia.id instagram: @senimedia.id
Dokumentasi:
This slideshow requires JavaScript.
Karya seniman lainnya:
This slideshow requires JavaScript.
Daur Subur di Pekan Seni Media 2018 Pekan Seni Media adalah salah satu perhelatan seni media yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun ini Pekan Seni Media mengangkat tema Local Genius, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawasi Tengah, dan didukung oleh Forum Lenteng dan Forum Sudut Pandang.
Forgot I put M&M's in my coffee earlier. Just swallowed the last gulp and freaked out about the squishy lumps as it was too late to stop them from goin' down. My mind went to a million ultra gross possibilities before remembering that they were just mostly-melted bits of chocolate. "Spiders, clearly I am swallowing spiders."
Kearifan Lokal Sunda
Pendekatan KEARIFAN LOKAL
Pengertian Kearifan Lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia, terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Pendekatan Kearifan lokal adalah penggunaan metoda-metoda yang berasal dari nilai-nilai kebijaksanaan masyarakat lokal (terutama dari nilai-nilai budaya Sunda dulu) dalam menangani masalah lingkungan di lingkungannya.
KEARIFAN LOKAL SUNDA
Nilai-nilai budaya Sunda tua diperoleh dari suku Baduy Dalam, Kampung Naga dan desa-desa adat lainnya di daerah Sunda, yang diturunkan secara lisan dari orang-orang tua ke generasi dibawahnya, beserta prasasti-prasasti yang masih ada. Menurut orang-orang tua mereka diberi tahu bahwa ilmu mengenai tata ruang wilayah dibuat pada abad 8 dan sudah dituliskan, pada abad ke 14, kitab-kitab tersebut dibawa oleh penjajah (Belanda dan Portugis) untuk kepentingan mereka. Kepentingan mereka adalah kepentingan ekonomi dengan merubah tatanan ruang di Indonesia, seperti halnya perkebunan teh dll.
Bahasa SUNDA berasal dari SUN DA HA, yang mengandung arti SUN adalah Diri, DA adalah Alam dan HA adalah Tuhan. Artinya kearifan lokal dapat digambarkan dengan mengidentifikasi tiga ranah (domain) tempat kearifan lokal itu berlaku. Ranah pertama adalah DIRI, yaitu hubungan antara manusia dengan manusia; kedua, ALAM, yaitu hubungan manusia dengan alam; dan ketiga TUHAN, hubungan manusia dengan Tuhan atau Sang Pencipta.
SUN, yang merupakan Diri, terwujud dalam hubungan pribadi dengan pribadi, pribadi dengan komunitas. Beberapa nilai-nilai kearifan lokal:
- Hade ku omong, goreng ku omong (segala hal sebaiknya dibicarakan) keterbukaan dalam hubungan pribadi sebaiknya dibicarakan.
- Undur katingali punduk datang katingali tarang ( pergi tampak tengkuk datang tampak pelipis) perilaku kita sebagai anggota komunitas harus diketahui oleh anggota komunitas lain.
- Someah hade ka semah (Ramah dan baik terhadap tamu)
- Mun aya angin bula bali ulah muntang kana kiara, muntang mah ka sadagori ( kalau ada angin putting beliung, jangan berpegang kepada pohon beringin tetapi pada rumput sadagori) rumput sadagori adalah tanaman kecil atau rumput dengan akar yang sangat kuat, yang diungkapkan sebagai rakyat kecil.
DA, yang merupakan hubungan manusia dengan alam dengan jelas diperlihatkan oleh komunitas adat Sunda, misalnya komunitas Baduy, Pancer Pangawinan, Kampung Naga, dan sebagainya. Dasar dalam melakukan cinta terhadap alam diungkap dalam ungkapan Suci Ing Pamrih Rancage Gawe . Antara manusia dan alam adalah bagian yang menyatu tidak terpisah. Masyarakat adat beranggapan bahwa mereka hidup “bersama” alam, dan bukan “di” alam seperti sikap kebanyakan anggota masyarakat modern. Oleh karena itu, masyarakat tradisional memiliki solidaritas yang lebih kuat dengan alam. Kegiatan terhadap alam terlihat pada ungkapan “Leuweung ruksak, cai beak, ra’yat balangsak ” (Hutan rusak, air habis, rakyat sengsara), atau “Leuweung kaian, gawir awian, legok balongan ” (Hutan tanami kayu, tebing tanami bambu, palung jadikan kolam).
HA, yang merupakan hubungan manusia dengan Tuhan tidak semata-mata diungkapkan dalam perilaku komunitas-komunitas itu, melainkan juga dalam ungkapan, seperti yang kita baca dalam buku Sang Hiang Siksa Kanda Ng Karesian (Terbit abad XVI), yaitu Tapa di nagara (Bertapa di tengah-tengah kehidupan sehari-hari). Bagi anggota komunitas tradisional, hidup itu sendiri adalah bertapa (ibadah). Hidup adalah menyucikan diri agar layak berhadapan dengan Tuhan Yang Maha suci.
Penggabungan terhadap ranah-ranah tersebut adalah Menyakini bentuk ibadah yang tertinggi dan rasa syukurnya kepada Sang pencipta adalah berupa : kebersamaan untuk menjaga alam, dan memelihara pohon.
ada istilah Sunda: Silih Asih, Silih Asah dan Silih Asuh , yang artinya adalah dalam melakukan pemulihan harus dengan rasa cinta kasih terhada alam, yang kemudian bagaimana kita mengasah kepekaan alam dengan terus belajar kepada alam sehingga kita bisa menentukan bagaimana kita hidup di alam. Apabila kita bisa melakukan pepatah Sunda ini hasilnya adalah Silih Wawangi , artinya bahwa hasilnya akan memberikan manfaat yang optimal terhadap masyarakat, tidak hanya kepada diri pribadi tetapi juga terhadap masyarakat banyak dan alam itu sendiri
Sumber :
KPLH BELANTARA, DPKLTS, wawancara tokoh adat.
"Perfectionism is terror of error. Genius embraces error, reckless of all but the need to know."
paraphrased from the dinner table of Gordon Zubrod.
boso banyumasan bae biso diolah maut koyo kuwi , boso pekalongan ?