Sorry kita tak sepaham (hari ini)
Banyak hal-hal yang menarik pemikiran kita dan menyentuh ketakjuban akar rasa kita sehingga kita menganggap hal tersebut cocok dengan ide yang ingin kita nikmati atau ingin kita sampaikan. Tapi bisa jadi kekaguman kita pada hal tersebut tidak dirasakan oleh teman kita atau orang lain. Bukan karena kepekaan mereka yg berbeda dengan kita, tapi banyak hal kompleks yang mendasari sesuatu untuk bisa masuk ke relung hati seseorang untuk menjadi sebuah hal yang harus dikagumi.
Masalahnya adalah ketika kekaguman kita yang berbeda pilihan dengan teman kita atau orang lain disusupi oleh fanatisme, kadang membuat kita menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak saling support, bertentangan, dan bahkan bermusuhan pada akhirnya.
Karena perbedaan pendapat itu, membuat kita menjadi fanatik dan kita tidak lagi mengingat bahwa mungkin kita dulu adalah saudara, keluarga, sahabat, teman, tetangga, se-bangsa, se-negara, ataupun sesama manusia.... Karena saat fanatisme telah hadir maka ketika perbedaan itu tak bisa disatukan, berarti dia harus menjadi musuh kita.
Separah itu?, tak perlu bertanya karena hampir kita semua pernah merasakan dan mengalaminya. Mungkin bukan kita yang berada sisi kirinya tapi setidaknya pernah mencicipi sebagai sisi kanannya. Kita mungkin pernah merasakan keheranan karena perubahan tiba-tiba dari teman kita yang kemarin masih baik-baik saja tiba-tiba hari ini jadi berbeda dari biasanya.
Pernah merasa di posisi kiri?, anggaplah yang berada di posisi kiri itu adalah orang yg duluan mengambil keputusan untuk menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk bermusuhan. Jika iya, pernahkah kita menyadari jika hal seperti itu ternyata bukanlah cerminan sifat dari seorang muslim. Jadi jika anda seorang muslim dan masih menjadikan semua atau sebagian dari kata-kata yang ber-antonim dalam bahasa menjadi alasan untuk bermusuhan, maka itu bisa menjadi salah satu indikator agar kita lebih banyak belajar lagi ber-muamalah sesuai konteks yang diajarkan dalam islam.
Intinya berbedalah asal jangan fanatik, lagipula hari ini mungkin kita berbeda pendapat, selera, dan pemikiran, tapi mungkin besok kita sudah bisa jadi sepaham. Jadi biarlah beda pendapat tapi teman tetaplah teman.....














