Monument of Colonel Toontje Poland at the Cemetery in Cilacap, Java, Indonesia
Dutch vintage postcard

seen from Australia
seen from United States

seen from China
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
Monument of Colonel Toontje Poland at the Cemetery in Cilacap, Java, Indonesia
Dutch vintage postcard
Stop Bullying! Ini Hukumnya dalam Islam
Bullying akhir-akhir semakin marak dan santer terdengar di masyarakat. Islam memiliki pandangan hukum tentang bullying yang sedang ramai diperbincangkan ini. Bullying atau perundungan tidak hanya dilakukan di dunia nyata. Dengan adanya ruang digital, bullying ini juga kerap terjadi di dunia maya. Bahkan, dengan adanya ruang digital yang saat mudah diakses oleh siapapun potensi bullying terjadi kepada anak semakin besar.
Pelaku bullying biasanya melakukan perilaku tidak menyenangkan kepada korbannya, seperti menghina, mengejek, menatap sinis, memukul, mengeroyok, menginjak dan tindakan kekerasan. Tindakan-tindakan bulying ini tentunya dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun psikis korban. Bullying dapat menyebabkan korban mengalami traumatis, tetapi kehilangan kepercayaan diri dan luka secara fisik. Bahkan korban bullying bisa berfikir untuk mengakhiri hidunya karena tekanan yang begitu besar.
Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Ia tidak hanya mengatur ibadah ritual , tetapi juga mengatur aspek muamalah atau hubungan dengan manusia.
Dalam memandang tindakan bullying setidaknya ada tiga hal yang masuk di dalamnya:
Istihza
Istihza merupakan tindakan mengolok-ngolok. Dalam Al-Qur’an dicontohkan bahwa tindakan mengolok-olok ini dilakukan oleh orang munafik, seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Baqarah:14
وَاِ ذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَا لُوْاۤ اٰمَنَّا ۚ وَاِ ذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّا مَعَكُمْ ۙ اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ “Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”” (QS. Al-Baqarah : 14)
2. Sakhr
Sakhr merupakan tindakan mengejek atau merendahkan seseorang. Hal ini dibahas dalam Al-Quran ketika kaum Nabi Nuh mengejek beliau yang sedang membuat bahtera. Kejadian ini disebutkan dalam QS. Hud:38
وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ ۗ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَاٌ مِّنْ قَوْمِهٖ سَخِرُوْا مِنْهُ ۗ قَا لَ اِنْ تَسْخَرُوْا مِنَّا فَاِ نَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُوْنَ “Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).”
3. Talmiz
Talmiz adalah merupakan tindakan saling mencela satu sama lain. Al-Qur’an melarang dengan tegas tindakan saling mencela diantara manusia, apalagi jika disertai dengan kekerasan fisik. Larangan mencela antara satu dengan yang lainnya ini tercantum dalam QS. Al-Hujurat: 11
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat 49:11)
Tindakan-tindakan bullying diatas di dalam Islam hukumnya haram. Selain menyakiti secara fisik juga berdampak pada psikologis seseorang. Selain itu bullying juga merendahkan harkat martabat manusia.
Seorang muslim hendaknya senantiasa menebarkan kedamaian dan keselamatan bagi sesamanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah bersabda:
“Seorang (disebut) muslim ketika orang-orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya” (HR. Bukhari)
Hadist ini merupakan pernyataan tegas bahwa dengan identitas seorang muslim, maka kita diperintahkan untuk berkata dengan baik dan menghindarkan diri dari caci maki atau perkataan yang dapat menyakiti orang lain.
Demikian juga dengan tindakan kita. Hendaknya berhati-hati dan memperhatikan segala perbuatan kita agar jangan sampai menyakiti orang lain.
Yuk hentikan segala bentuk bullying mulai dari diri kita!. Sebagai muslim mari ambil peran tebarkan kebaikan dari tangan dan lisan kita.
Pulang Kampung
Kamis, 19 Maret 2020
Hari Kamis 19/03/2020, H-1 pulang kampung. Sebenarnya libur sudah 3 hari berlalu, namun saya masih bingung untuk pulang ke rumah. Karena waktu itu penyebaran Covid 19 belum separah sekarang. Jadi saya masih ingin berada di jakarta.
Setelah mendapat info penyebaran Covid 19 semakin menyebar dengan pesat, disitulah saya berfikiran untuk Pulang Kampung. Namun fikiran saya masih hanya ingin di jakarta dan kalau pulang kampung juga ke bandung bukan ke cilacap.
Pada hari Selasa nya, saya mengajak saudara saya untuk mudik ke bandung. Namun pada hari Kamis nya, saya berfikir lagi untuk pulang ke cilacap saja, karena waktu itu penyebaran Covid 19 semakin parah. Dan tidak lama setelah saya berfikiran untuk pulang ke cilacap, ibu saya tiba-tiba menelfon dan menyuruh saya untuk pulang ke cilacap saja jangan ke bandung.
Saya langsung memberi tahu saudara saya kalau saya tidak jadi ke bandung. Dan besok nya atau hari Jum'at pagi, saya langsung bersiap-siap untuk Pulang Kampung.
kamis manis
karena hanya ada satu mata kuliah di pagi hari, hari ini. dosenku di pertemuan pertama tadi langsung memberi kuis dengan pertanyaan pertama berupa slogan-slogan kota—slogan masing-masing dari kota kita.
Sleman Sembada
Kulonprogo Binangun
Gunungkidul Handayani
Bantul Projotamansari
Jogja Berhati Nyaman
yang sangat kuhafal, sebab aku tinggal di salah satunya.
sampai
Klaten Bersinar
Cilacap Bercahaya
Magelang Kota Sejuta Bunga
hingga
Purworejo Berirama
tidak bisa kutahan senyumku, bersamaan dengan lirikan teman-teman di sampingku. tepat sekali kurasa tentang kota itu. slogannya mewujud—setidaknya—pada sepersekian penduduknya.
semoga, ya.
panjang umur semua slogan kebaikan di tiap kota.
Ikhlasku Saat Kau Bersamanya
Bahagia tak selamanya tentang tawa. Saat mendapatkannya bukan hanya sekedar impian, saat bersamannya tidak hanya sekedar angan, dan saat melepaskannya mampu dengan senyuman. Bahagiaku disini tentang keikhlasan. Mengikhlaskan seseorang yang pernah ku cintai sangat dalam. Dia yang selalu kubanggakan didepan kawan-kawan.
••
Dengan senja kita pernah bercerita perihal bahagia. Ku gendong tubuh kecilmu dan menghadapkan badan ke kamera sembari tertawa bersama. Sama-sama kita singkirkan ketakutan perihal kehilangan.
Kepercayaanku bertumbuh besar sejalan dengan harapan kepadamu. Ku ingin menjadikanmu yang terakhir dihidupku. Tak ingin ku berpaling pada hati yang lain. Cukup kamu seorang satu dan terakhir.
Namun. Harapan dan kenyataan tak sejalan. Kejam. Ketika kepercayaan dibalas penghianatan. Seolah tertusuk belati yang baru saja terbakar bara api.
Mulai bermain api. Diam-diam kamu menjalin hati dengan kawanku sendiri. Hal yang tak di duga, tak di sangka, dan tak di nyana.
Kecintaanku kepadamu begitu dalam. Aku tidak melihat kesalahanmu. Herannya fokusku ini penghianatan yang dilakukan kawanku kepadaku. “Kawanku, musuhku”. Begitu pola pikirku saat itu. Salah besar, aku terlalu berburuk sangka pada sebuah pertemanan.
Kamu kira itu lucu, saat kamu meninggalkanku yang lagi sayang-sayangnya. Kamu bermain api dengan kawanku sendiri. This is not game.
Kamu ingin meng adu-domba kami atau apa?
Kamu tak hanya meninggalkan luka hati, tapi pertemanan kami pun kamu sakiti. Butuh waktu aku untuk mengembalikan kepercayaanku lagi pada kawanku sendiri. Tapi, tak ada waktu untukku mempercayai mu lagi.
Tersenyumlah. Selamat kamu berhasil menghancurkan kebahagiaan yang pernah aku miliki. Namun kini aku sudah lebih berbahagia, aku sudah ikhlas dan terbiasa tanpamu. Tolong jangan sakiti kawanku seperti saat kamu menyakitiku dulu.
~dhimaswepe
Istighotsah dan aksi damai tolak fullday school~ . #tolakfulldayschool #tolakfds #savetpq #savemadin #nu #nahdlatululama #cilacap #pcnucilacap (at Alun-alun Kab.cilacap.)
Kunjungi Dayeuhluhur, Santri Gayeng Nusantara Serap Aspirasi Warga dan Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur
Cilacap, Detik Nasional – Santri Gayeng Nusantara (SGN), organisasi sosial kemasyarakatan yang diinisiasi tokoh Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerap langsung berbagai usulan warga saat berkunjung ke…