Quit war but restore our lives to what it was once before
RATU Ilikaya TURAGAVUKICA

seen from United States

seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Italy
seen from Yemen

seen from Italy

seen from Italy
seen from China
seen from Moldova

seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
Quit war but restore our lives to what it was once before
RATU Ilikaya TURAGAVUKICA
A @tobymac message that bears repeating. #loveinaction #loveanother #noroomforhate #wwjd (at I-95 Southbound) https://www.instagram.com/p/CfTAtT0OY9m/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#selflove #loveme #metoo #loveanother #bestofme https://www.instagram.com/p/CQphPEijDJE/?utm_medium=tumblr
No scars to your beautiful. We're stars and we're beautiful
Alessia Cara, Scars To Your Beautiful
Self-Love
I once read that taking care of yourself does not mean 'me first' but rather 'me, too!' If this is true, then why do we not emphasize more focus on self-love? We ought to remember that loving ourselves can only prepare us to love another. Giving our best to another would require that we are at our best.
"No scars to your beautiful. We're stars and we're beautiful."
- Alessia Cara, Scars To Your Beautiful
https://www.youtube.com/watch?v=MWASeaYuHZo
“And through her lips I felt the beating of her heart I name the upperlip the end the lowerlip to start I said I never let them touch, I want to open them so much We'll never stop to love another” @asafavidanmusic, I 🖤 you. #bw #selfie #smile #loveanother https://www.instagram.com/p/CDZhiKrpowH/?igshid=1h5wej336i9jk
Berkarya dengan santun.
Sejak kecil saya suka sekali menulis. Sampai dengan akhirnya berumah di tumblr juga karena berangkat dari suka menulis. Kemudian kegemaran saya yang satu ini merambah ke wordpress dan instagram.
Seiring dengan berjalannya waktu, mendadak saja saya menjadi sangat hati-hati sekali dalam menulis. Menulis kemudian menjadi beban. Bukan beban menjabarkan idenya. Namun lebih pada beban mental. Di beberapa peristiwa saya dibenturkan pada penilaian yang menyakiti hati. Membuat saya sangat berhati-hati dalam mempublikasikan tulisan saya. Hati-hari pula dalam mengolah rasa pun pesan yang ingin saya sampaikan. Di sisi lain peristiwa ini membuahkan banyak sekali tulisan yang mengendap di 'rumah karya' yang saya miliki. Tentu saja, saya tetap masih harus belajar banyak.
Siang ini berdasar pada sebuah karya seseorang, saya dikejutkan dengan karya yang menurut saya pribadi secara keseluruhan penuh dengan pesan yang tidak seharusnya disampaikan. Berkarya, membuat tulisan, membuat lirik, menyanyi, bermain dengan video, atau karya-karya sederhana dan luar biasa lainnya, tidak semestinya dilakukan dengan cara yang menyakitkan.
Di beberapa tulisan saya, dengan terang dan santun saya meminta izin kepada teman, saudara, atau seseorang yang menjadi bahan inspirasi tulisan saya. Kiranya diizinkan saya akan menulis berdasarkan cerita mereka, kemudian mengunggahnya supaya banyak orang bisa mengambil hikmah dari tulisan saya. Semoga, amin. Namun, kiranya saya hanya butuh menulisnya sebagai bahan perenungan saya akan memilihnya menjadi demikian. Mengunggahnya tidak menjadi penting. Lebih-lebih berharap yang lain yanh disuguhkan oleh jagad sosial media.
Berkarya. Di generasi saat ini katanya dikenal melalui karya menjadi tolok ukur keberhasilan seseorang. Namun perlu juga kita kaji bahwa berkarya bukan hanya tentang menghasilkan 'produk' yang bisa mendatangkan like, comment, banyaknya viewer, hingga menjadi viral dimana-mana. Lebih elok jika berkaryanya kita berdasarkan rasa santun pada apa-apa yang mampu kita petik hikmahnya di kehidupan ini. Santun berkarya bisa kita mulai dengan berterus terang meminta izin, jika karya kita berkaitan dengan seseorang. Atau membagikan sesuatu yang baik dan apik. Atau sederhananya menyampaikan apa yang kita suka tanpa merendahkan atau mengolok yang lainnya.
Semua orang ingin menjadi bermanfaat bagi manusia lainnya juga semesta. Mari diingat, cara menjadi manfaat lewat karya tidak apik jika mengabaikan tenggang rasa. Mari berkarya dengan santun.
Selamat rehat.
Terkadang ketika kita salah, reaksi pertama yang kita lakukan adalah mengingkari. 'Tidak, bukan aku. Keadaan yang membuatku begini. Kalian yang menyudutkanku. Kalian yang harus bertanggung jawab atas kekacauan ini.' Padahal akan lebih damai ketika kita mengakui, kemudian menerima. 'Oke, aku salah. Oke, aku keliru. Semoga lain waktu aku tidak begitu lagi. Ini akan kujadikan pelajaran untuk aku bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Sebentar aku butuh waktu untuk menenangkan perasaanku'. Kemudian kita mengambil sikap dan ucap yang baik. Membiasakan diri menerima keadaan pahit memang tidak mudah. Tapi bisa. Jadi kepahitan yang mana yang masih kita ingkari dan bertubi-tubi melukai diri sendiri? Jangan menyerah belajar. #selflove #loveanother #bergandengtanganpeduli #movement #metamorphoself https://www.instagram.com/p/B6R0HpOlSl5uHkWIRu_F6ZMbfYBvPWWnPjae3w0/?igshid=16iwxvv63dg5w