Ada yang menghilang untuk aman. Ada yang diam karena lelah. Ada yang menangis karena kecewa. Tapi semua tak ada yang diutarakan. Bagaikan kesalahan suatu pilihan, sudah pasrah dengan keadaan.

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from South Korea
seen from China

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Australia

seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Ada yang menghilang untuk aman. Ada yang diam karena lelah. Ada yang menangis karena kecewa. Tapi semua tak ada yang diutarakan. Bagaikan kesalahan suatu pilihan, sudah pasrah dengan keadaan.
Jangan meminta orang lain untuk bertanggung jawab atas sakit hatimu, sekalipun mereka alasannya.
(mdwiangg)
Pernah... Ah tidak, satu tahun ini. Banyak momen yang buat aku marah. Tapi tak satupun bisa diajak cerita. Tidak ada yang dapat dilampiaskan. Sedang jiwa begitu panas untuk dinetralisasi. Terlalu sakit. Atau terlalu berat untuk diri yang sendirian?
Bisa saja kamu menertawakan ku saat ini; Lemah sekali, kamu pikir aku tidak tersiksa sendirian? Cepat kembali, peluk dan tumpahkan kerinduanmu.
Desember, bukan lagi membawa pilu juga rindu. Tapi jalan pulang untuk tenang.
06 Desember 2020 | 00:26
Satu-satunya kekuatan yang aku punya hanyalah rasa menghargai.
Seperti kata peribahasa, karena nila setitik, rusak susu sebelanga; hanya karena satu kesalahan kecil, dapat menyebabkan semuanya salah.
Sadarlah diri tak selamanya sehat, jiwa tak selamanya kuat. Begitu juga hubungan antar manusia. Baik-baik pada semesta.
Tak akan pernah lengkap rasa manisnya rindu yang terbayar, tanpa merasakan asinnya air mata/.
Semenyebalkan apapun keseharianku di tujuh bulan kebelakang. Aku tetap tidak menyukai perpisahan ini. Sehat selalu untuk yang berada di dalam rumah sakit. Sampai bertemu kembali. Semoga bukan di ruang transit.
Waktu seakan berlari. Barang lama yang kini berubah antik, kenangannya kelam kian mematik.
Tak akan ada rasa manis dalam kerinduan, pun sebelum, kau mengecap rasa asinnya air mata.
(mdwiangg)
Sebelum mengabaikan semua tanyamu, ia pernah benar-benar memperhatikan kemauanmu.
Sebelum sangat dingin, ia pernah benar-benar hangat mendekapmu.
Sebelum terlihat begitu sibuk, ia pernah benar-benar meluangkan segala kepadatan harinya, untukmu.
Sebelum begitu marah dan tak pernah padam, ia pernah benar benar tak pernah menampakan kesal, pun berkali kali menelan ludah menghadapi egoisnya dirimu.