Dengan berakhirnya ujian praktik pendekatan transpersonal malam ini, berakhir pula Blok Intervensi sekaligus kegiatan belajar mengajar program profesi Semester 1. Alhamdulillah, Yeay!!
Meski aku tak merasa puas dengan apa yang aku lakukan hari ini, tapi banyak insight yang kudapatkan dan tentunya bisa membantuku menjadi lebih baik lagi ke depannya. Dalam waktu yang terbilang singkat untuk sebuah proses memaafkan masa lalu dan kisah-kisah yang menghiasinya, kami dituntut untuk dapat melesat. Tidak harus cepat, namun perlahan tapi pasti.
Perjalanannya tidak akan mudah. Aku sangat yakin itu. Tetapi tidak kalah yakinnya dalam diriku bahwa ketika kita dimasukkan dalam suatu kondisi oleh Allah, maka sepantasnya kita ada di sana dan kita akan dapat melewatinya. Hal tersebut mungkin yang meneguhkanku, bahwa ini adalah salah satu atau sebagian kecil dari proses yang harus aku lalui. Bersabarlah sedikit, karena sehabis gelap terbitlah terang; sehabis tempaan perjuangan terbitlah impian yang kamu dambakan.
Bicara tentang proses, kusadari bahwa dalam berproses kita membutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk dapat menikmati setiap dinamika yang ada serta memaknai setiap kegagalan yang tercipta. Beliau-beliau sentiasa berkata, “nggak papa, namanya juga belajar, berproses.. seiring berjalannya waktu dan jam terbang, kalian pasti bisa.”
Ya, terhadap segala yang ada di depan mata, jadikan itu sebagai bagian dari proses yang harus dijalani. Yang diperlukan hanya bersabar dan bersungguh-sungguh dalam proses tersebut. Dan saat ini, tanpa terasa satu semester yang penuh dinamika itu dapat terlampaui dengan baik. :’)
Jalan ini akan sampai pada ujungnya.
Ada dua pilihan untuk sampai pada ujung:
Menjalaninya sepenuh hati dan terus berpikir positif,
Menjalaninya setengah hati dan penuh keluh
Ketika ada pilihan yang menyenangkan, kenapa harus memilih cara yang memberatkan?