Konsep: Rumah tanpa Televisi
Untukmu yang nantinya akan menjadi nahkoda ku. Sebagai awak kapal, tentu saja aku tak ingin perjalanan kita nanti biasa-biasa saja. Aku ingin perjalanan kita menyenangkan namun tetap berkualitas. Oleh karenanya aku memiliki sebuah konsep kecil perihal kapal yang akan membawa kita berlayar nanti. Konsep yang tentu saja ingin ku diskusikan denganmu sebagai nahkoda kapal. Konsep ini, ku harap tak hanya dapat membawa kita beserta para penumpang kita selamat sampai tujuan. Tapi juga dapat membuat kita mencapai titik terdekat dengan Tuhan. Kamu tak keberatan kan?
Jadi begini, mula-mula aku ingin tempat tinggal kita tak memiliki sebuah televisi.
Menurutku dari segi kebermanfaatan, box hitam ini tak banyak memberikan manfaat, apalagi saat ini kebanyakan tayangan yang disajikan benar-benar tak pantas untuk ditonton penumpang-penumpang kita. Tentu saja aku tak ingin membiarkan penumpang-penumpang kita mengkonsumsi tayangan yang tak sehat. Bagaimana jika kita ganti box hitam itu dengan sebuah, dua buah atau berbuah-buah rak yang berisi buku-buku dengan kandungan gizi tinggi. Buku-buku yang membuat kita ingat mati, buku-buku yang dapat membuat kita memperbaiki diri, buku-buku motivasi, juga buku-buku yang dapat membuat kita dekat dengan Illahi. Dari sini ini kita sudah dapat tambahan ilmu dengan bonus pahala.
Sedangkan dari segi hiburan, box hitam ini memang berisi banyak hiburan, namun kebermutuan dari hiburan yang ditayangkan menurutku di bawah standar. Tentu saja aku tak ingin nahkoda tercintaku beserta penumpang kesayanganku mendapat hiburan yang tak bermutu. Selain itu, hiburan yang ditayangkan juga dapat mengurangi intensitas komunikasi antar anggota kapal. Tentu saja aku tak mau kehilangan quality time ku dengan nahkodaku juga penumpang kapalku. Bagaimana jika dari sisi hiburan, box hitam itu kita ganti dengan pergi berlibur bersama. Tak perlu ke tempat yang jauh, kita hanya perlu ke tempat yang dapat menambah rasa syukur. Selain mendapat hiburan, kita juga mendapat kebersamaan dan menaikkan iman.
Lalu dari segi informasi, box hitam ini memang menyajikan beragam informasi. Namun, aku meragukan keakuratannya. Akhir-akhir ini banyak informasi yang faktanya justru diputar balikan. Entah karena untuk tujuan politik atau kepentingan golongan. Endingnya, setiap yang menonton memiliki persepsi masing-masing yang berujung pada saling mengumpat meski dalam hati. Sungguh, aku tak ingin nahkoda tercintaku dan penumpang kesayanganku dalam hatinya terserang virus itu. Virus yang mengeraskan hati dan melemahkan iman. Entahlah, perihal informasi yang berkaitan dengan dunia hingga saat ini aku tidak peduli. Lebih baik kita terus update informasi dari langit melalui Al-Quran. Namun jika kamu tetap ingin up to date informasi di luar sana, aku lebih menyarankan gadget sebagai medianya. Meskipun yang ada di internet pun tak semua dapat dipercaya, tapi aku yakin kamu punya beberapa akun berita yang kamu anggap akurat dan sesuai syariat.
Sebenarnya masih banyak yang ingin aku paparkan perihal konsep rumah tanpa televisi. Karna saat ini pun aku tinggal di sebuah kapal dengan status penumpang yang juga menerapkan konsep ini. Akan agak panjang jika semua harus ku jelaskan di sini. Nanti jika kita sudah saling membersamai, perihal konsep ini mari kita bahas lebih lanjut lagi.












