Beberapa kali mengangkat tulisan dengan tema senja. Ah senja itu seperti candu dan tidak pernah habis momennya. Seperti kemarin sore sepulang kerja, entah kenapa saya salah rute jalan. Dari Ujung Berung malah lewat Riau, Banda, lalu RE Martadinata. Sepanjang jalan gusar, rusuh, karna waktu menunjukkan 17.30.
Menggerutu berapi-api, “Ah kesel kenapa harus salah jalan sih! Kan ini jalan rawan macet!”
Melewati beberapa lampu lalu lintas, dan selalu merah. Hati mulai emosi.
Saat melewati Gedung POS, tiba-tiba saya dibuat berdecak kagum. Melihat fenomena langka seumur hidup saya berada di Bandung, ah gue alay!
Lampu-lampu jalan yang bulat, yang berderet sepanjang jalan RE Martadinata, tiba-tiba menyala beriringan ala-ala “SURPRISE!!!” gituuu.
Saya terperangah diatas motor, laju motor pun sedikit teseok!
Lampu merah bak “Start” balapan para pengendara motor, dan “Finish” nya adalah rumah.
Semrawut tak lagi membuat cemberut. Tetiba romantis, tetiba baper, tetiba rindu. Ah iya, lama sekali saya tidak menikmati suguhan Bandung kala senja.
Sibuk dengan aktivitas kantor, mengajar, dan lainnya. Sampai lupa akan kota sendiri. Maaf ya Dung..hhe.
Melewati pepohonan yang hanya tinggal ranting, bergelantung bunga merah, juga kursi kayu yang ditempati sepasang muda-mudi serta ayah bunda satu anak.
Melewati jalanan BIP yang macet minta ampun, lalu melewati Balai Kota yang sepanjang jalannya dihiasi lampu jalan juga. Ditemani sayup suara adzan, memanggil semesta dalam naungan-Nya.
Ah kenapa harimu harus menggerutu. Memaki waktu yang diam membisu. Memarahi kesalahan dalam perjalanan. Sekarang kamu tahu kan, kenapa Allah memberikan jalan lain untukmu? Ya, ini jawabannya.
Saya mendapatkan hikmah yang ruaaarr biasa.
Jalan yang menurut kita ‘tersesat’, semakin jauh dari tujuan, semakin ruwet, macet, ternyata Allah kasih kejutan. Nantinya, akan menentramkan hati. Asalkan kamu sabar menanti dan selalu berpikir positif atas apapun ketentuan-Nya. Semua akan indah pada waktunya. Tentang target capaian, asa dan cita. Yakinlah, Allah Maha Baik, Allah Maha Romantis.😊
Bergegas hati rusuh
Mengejar senja menuju pulang
Asa kembali luruh
Ada juang dalam patah
Ada juang dalam pasrah
Gulana meracau
Berteman lampu jalan
Berpendar beriringan
Terpancar cahaya kekaguman
Aku tertegun
Menikmati senja
Menatap keramaian
Jalanan Martadinata memanjakan mata
Bandung, kota tatkala…
Sedih
Senang
Juang
Menyatu dalam balut kekhasan
Khas dirindukan
Khas diceritakan
Bandung kala senja
Meratapi peluh pengelana
Menghibur para manusia pekerja
Lelah
Lusuh
Hilang sekejap
Deretan kursi kayu
Deretan bunga merah tergantung
Daun yang gugur
Lampu jalan
Sayup suara penghambaan
Berharap manusia-Mu tak alpa
Bahwa ia hanya seorang hamba
Bandung, 12 Mei 2017
© Janatun Rahmilah
(Kala senja melewati RE Martadinata)