Bahagia itu sederhana, Sesederhana melihatmu berusaha mandiri tanpa meminta bantuan orang lain, sesederhana melihatmu tersenyum cerah walau badai hidup begitu hebat menerjang, sesederhana saat melihatmu tetap melangkah meski dicaci maki banyak orang. Bahagia itu bukan perkara mewah, Ia bisa ditemui di rumah-rumah sederhana, di pinggir jalan trotoar, diantara makmum masjid, di pasar dan di setiap tempat yang tidak sulit untuk untuk ditemui. Namun, tuk sebagian orang menjadi bahagia itu penuh dengan persyaratan rumit. Harus punya mobillah, punya rumahlah, bisa jalan-jalan keluar negeri tiap harilah, punya uang berdigit-digitlah, harus kerja di perusahaan besarlah, dkk. (banyak banget syaratnya, hhe). Hidupnya selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain, ia tak mau kalah. Harus lebih baik, lebih terhormat, lebih kaya dari orang lain. Dan saat ambisinya dituruti, yang didapat adalah kekosongan semu. Ibarat meminum air laut, bukannya menghilangkan dahaga. Namun, yang ada semakin haus dan haus . Ya, Allah ciptakan kita dengan keunikan masing-masing. Dengan caranya masing-masing meraih bahagia. Tak perlu membanding-bandingkan hidup ini dengan orang lain. Karena akan muncul rasa yang tak pernah puas setiap waktu. Selalu ingin lagi dan lagi tanpa pernah bersyukur dengan apa yang sudah didapat. Maka, nikmati prosesnya sesuai kelebihan dan kekurangan yang Allah beri pada kita. Semoga dengan itu menjadi cara kita meraih bahagia dengan sederhana, tawakkal, serta penuh kesyukuran. 📷: @sundae.13 #30DaysRamadhanWriting #30DRW1440H #30DRW28 #mazasad #langit #tulisan #inspiring #ramadhankareem (di Kota bekasi) https://www.instagram.com/p/ByRko21jY9j/?igshid=iygbhxq43lga











