Birth of Katreya
28.08.2019
Tepat seminggu yang lalu pukul 11.12 siang waktu Jerman, lahirlah ke dunia buah hati kami yang ketiga “Katreya Schatzayn”. Baby Zayn lahir di week 39 hari kelima. Di tengah kecemasanku kuarena setelah banyak jalan, HB, makan nanas, olahrga yoga dan gymball, dia tak kunjung menampakkan gelombang cintanya. Akhirnya di selasa malam, mulai datang kontraksi ringan, suami masih sempat indurance massage supaya cepat melahirkan. Lalu masih bisa tertidur sampai jam tiga pagi. Kontraksinya membangunkan tidurku, sempet berasa beberapa kali mau pup, dan ada yang mendorong kebawah dibagian vagina. Rasanya inilah tanda-tanda yang kunanti, setelah melihat adanya flek di celana. Suami yang kubangunkan malah tidur lagi, akupun berusaha tidur kembali, namun rasanya susah. Di aplikasi kontraksi tercatat sudah 5-10 menit sekali berdurasi lebih dari 1 menit. Hmmhh, anak-anak masih tertidur dengan lenyap. Sekitar jam 5 Kumerasa sudah tidak tahan lagi dan takut brojol dirumah. Akhirnya memutuskan pergi ke rumit Mariahilfe dengan naik taksi. Sebelumnya anak-anak sudah dipindahtidurkan ke rumah tetangga indonesia juga.
Sesampainya di rumkit, mulai diperiksa CTG, VT dan USG. Semua masih dalam kondisi baik, dan surprisingly pembukaan sudah 6-7. Bidan sampai heran karena ku terlihat santai dan rileks. Memang aku rasanya tidak sesakit waktu melahirkan zya dulu. Masih bisa senyum, jalan, gymball, makan bahkan ke toilet. Bidan pun menunggu dengan sabar, memperhatikan dan menanyakan jika ada yang dibutuhkan. sesekali kontraksi itu datang namun rasanya hilang timbul, kadang masih bisa tertahan kadang sakit sekali. Sekitar jam 10, ternyata pembukaan sudah lengkap, dan saat di VT ternyata ketubanku ikut pecah. Sejam setelahnya kontraksi makin terasa kuat. aku pun berusaha squat gymball, karena kepala adek belum turun ke panggul. Sekitar jam 11 rasa mengejan itupun datang, dan ku tidak tahan. Sekitar tga kali mengejan dalam posisi setengah duduk akhirnya zayn lahir kedunia disampaing kakiku dan ditangkap oleh bidan. Posisi suami kupeluk sambil duduk, itulah sebabnya sudah dokumentasinya. hahaha.. sebenarnya sempat disuruh pindah posisi namun rasanya susah. After it, melahirkan plasenta dan dijahit sedikit. rasanya juga tidak sesakit zya dulu. Alhamdulillah tabarakallah...sehat terus yaa dek..
Katreya Schatzayn, 3.280 kg, 53 cm,


















