Setiap Hari, adalah Hari Kasih Sayang!
Untaian kata yang hendak tertuang.. Memanglah bukanlah hal besar.. Tetapi percayalah, bahwa hatimu akan terasa menghangat setelah membacanya hingga bait terakhir. InsyaAllah.
Setiap hari adalah hari kasih sayang, barangkali demikianlah judul yang mampu menggambarkan hari-harinya. Senyum hangat senantiasa menghiasi wajah paruh bayanya. Seragam orange mencolok yang dikenakannya adalah atribut yang amat cocok sebagai seorang agen senyuman, terlihat segar dan ceria! Setiap kali orang berjalan melewati dirinya, ia bagi senyum hangatnya serta doa kasih sayangnya, "sing salamet yaa teh.." demikian kalimat yang senantiasa keluar dari mulutnya. Lalu, orang yang mendapatinya akan tersenyum bahagia. Ialah bapak tukang parkir warung bubur di salah satu jalan di daerah Dago.
Masih tentang tukang parkir, yang perhatiannya melebihi diri sendiri. Yang khawatirnya melebihi pengemban jasad. Di saat banyak orang melenggang menyebrangi jalanan yang luas dan ramai dengan perasaan santai, bapaknya mengingatkan dengan sigap dan ramah untuk tetap waspada. Dan dengan rinci ia selalu berkata meskipun dalam liuk sibuk dirinya, "hati-hati yaa nyebrangnya, sini biar saya bantu nyebrangin!" selalu demikian, dengan ekspresi bahagia dan antusias! Orang yang merasa dimudahkan olehnya, tentu saja mereka tersenyum setiap kali menyebrang hingga sampai ke tepian! Ini tentang kisah tukang parkir di salah satu jalan di daerah Dago juga!
Kali ini, tentang seorang gadis yang tengah menyandang status marbot di masjid Salman! Setiap usai adzan maghrib di kumandangkan, ia dengan ringan melangkah menuju tangga tempat sang bapak pemulung biasa duduk terdiam, barangkali ia memang tengah menunggu kedatangan sang gadis. Gadis ini, dengan penuh kerelaan menyerahkan nasi berbukanya untuk diberikannya pada sang bapak! Makna Ramadhan sebagai salah satu momentum melatih diri untuk peduli dan berbagi nyata adanya!
Begitu banyak kasih sayang! Jika selama ini langit terlihat muram dan cuaca senantiasa terasa dingin atau justru terasa bergejolak.. Maka, menyaksikan dan merasakan untaian kasih sayang ini terasa seperti pelangi selepas hujan saat terang di siang hari dan cuaca terasa hangat dengan semilir angin lembut.. Ah.. Bahagia menjadi salah satu saksi dari adanya rasa kasih sayang yang mengudara di semesta ini..
Jikalau manusia.. Yang diberikan sedikit tiupan dari sifatNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bisa seindah ini melukis kebaikan di kanvas dunia.. Maka tentu, Ia Allah kasih sayangNya amat banyaaaakkkk melebihi apa yang bisa kita bayangkan..
Bandung, 21 Ramadhan 1440 H