Bagaimana jika aku tergoda untuk kembali dengan seseorang dari masa laluku?
Bagaimana jika aku tergoda dengan seseorang yang jauh lebih segalanya darimu?
Entah apa yang harus kukatakan sebagai jawaban untuk pertanyaan-pertanyaanmu itu.
Keraguanmu itu menggangguku.
Mengganggu keyakinanku untuk menjalani hari-hariku di masa depan denganmu.
Mengganggu perasaanku yang sudah berulang kali membenarkan jika kamu memang adalah pilihan yang tepat untuk menjadi pasanganku.
Mengganggu ketenanganku yang mulai merapuh ketika membayangkan apa jadinya aku tanpa dirimu.
Kamu pernah berjanji setia kepadaku.
Iya. Aku mengingat kamu mengatakan janji itu ketika berusaha meyakinkanku yang sedang meragu karena kamu ingin menjadikanku sebagai pasanganmu tidak seberapa lama setelah hubunganmu berakhir dengannya.
Aku tidak ingin jadi pelarianmu. Itu ucapku saat itu.
Kamu bukan pelarianku, jawabmu.
Aku tidak tahu apa yang membuatku yakin kala itu. Entah mukamu yang menunjukkan keseriusan atau ucapanmu yang tidak menyiratkan sedikitpun keraguan telah mengatakan itu.
Seiring berjalannya waktu, di saat aku sudah berharap banyak kepadamu untuk mau terus ada bersamaku, kamu mengatakan pertanyaan itu.
Bolehkah aku menyebut pertanyaan itu adalah pertanyaan bodoh?
Ataukah lebih baik aku menyebutnya pertanyaan yang keluar dari mulut seseorang yang bodoh?
Mana yang lebih baik untukmu?
Iya, mana yang terbaik untuk membuatmu merasakan sakit sepertiku?
STOP! Hentikan pembelaanmu.
Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu.
Itu tidak akan mampu mengubah apa yang sudah terjadi di antara kita saat ini.
Itu tidak akan bisa membuatku tidak mendengar dan melupakan apa yang sudah kamu ucapkan, yang sudah meruntuhkan kepercayaanku kepadamu.
Lalu apa maumu? Itu tanyamu.
Dengan mencoba menahan air mata ini terjatuh di hadapanmu, aku mengatakan mungkin sebaiknya kita akhiri saja semua ini.
Mungkin, setia ketika menjadi pasangan sebelum terikat oleh pernikahan memang tidak harus dilakukan.
Tapi, jika setiamu tidak dimulai dari saat ini, apakah kamu yakin akan mau dan mampu memulainya nanti?
Mungkin, setiamu bukan untukku.
Mungkin juga, setiaku tidak pantas untukmu.