Teruntuk gadis berkacamata yang selalu ku temui di tempat kerja. Teruntuk gadis muda yang penuh canda dan tawa. Teruntuk gadis lucu yang selalu mewarnai hari kerjaku. Teruntuk gadis favorit si Janeet, ku persembahkan surat ini khusus untukmu. Surat ini untuk teman, adik perempuan sekaligus partner kerja yang mengasyikkan. Surat ini kupersembahkan untuk @violeonit. Hey gadis berkacamata yang menyebalkan, apa kabarmu?. Baru semalam kita bertemu dan ber partner bersama. Sekarang kau sudah menerima suratku, hehe. Kau mau surat yang bagaimana?, yang menyedihkan dan membuatmu menangis atau surat yang menyenangkan dan membuatmu tertawa terbahak-bahak?. Ah, aku saja tak yakin suratku ini membuatmu antusias saat menerima dan membacanya. Maafkan aku jika suratku ini mengganggumu, aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mengirimkan sebuah surat sayang untukmu, untuk mencerahkan hari sabtumu ini. Ya walaupun saat aku menulis surat ini, mendung sudah menggantung di langit. Setidaknya suratku ini bisa membuatmu tersenyum saat membacanya. Biasanya surat di mulai dengan sapaan apa kabar, halo atau hei. Bagaimana jika kumulai suratku dengan sapaan berbeda?, hehe. "Welcome WeMaders!", haha. Bagaimana sapaanku?, bagus kan?. Memang itu sapaan kita saat di tempat kerja, tapi bagus juga untuk di jadikan sebuah sapaan. Bagaimana jika ku mulai saja isi suratku ini daripada berbasa-basi tanpa arah?. Kita memang baru saja kenal, belum ada setahun tapi rasanya sudah bertahun-tahun berteman denganmu. Kita berada di satu lingkungan tetapi terpisah jarak antar gedung, membuat kita semakin asing. Awal mengenalmu sebagai partner kerja nyatanya tak seburuk apa yang kupikirkan ketika pertama kali melihatmu datang. Dulu kamu sangat pendiam dan susah di tebak, namun seiring berjalannya waktu kamu semakin membaur. Berbagi canda dan tawa, ah, cela pun sering kau lontarkan. Mengenalmu beberapa bulan nyatanya tak membuatku segampang itu memahamimu. Butuh banyak waktu dan tukar cerita untuk bisa memahamimu. Sampai saat inipun aku terus belajar untuk memahamimu. Memahami setiap caramu bertindak dan bertutur. Menyelami pemikiranmu yang kadang tak bisa ku tebak. Kamu memang jago untuk menyembunyikan perasaan, ya kan?. Mengenalmu serasa mengenal sahabat lama, walaupun kau terlalu pendiam tapi akhir-akhir ini aku sudah menemukan Vio yang senang bercanda gurau akan semua. Menyelamimu sungguh sulit, sepertinya memang kamu yang terlalu sulit untuk di tebak. Kadang akupun tak bisa menebak ekspresi wajahmu saat sedang bercakap-cakap. Kadang ekspresi konyolmu pun sering kau lontarkan saat kita bersenda gurau. Sungguh, itu sangat berbeda dengan mu yang terkenal pendiam. Terpisah sebulan denganmu kemarin rasanya memberikan hatiku sebuah ruang baru akan seseorang untuk ku rindukan. Iya, aku merindukanmu saat kau meninggalkanku untuk berangkat KKN. Aku merindukanmu yang selalu tersipu malu dan hanya memberi seulas senyum saat ku goda. Aku merindukan berbicara denganmu, saling bertukar cerita kehidupan sehari-hari. Ah, sudahlah tak usah mengenang yang lalu. Toh sekarang kamu sudah ada di dekatku, kita bisa saling berbagi senda gurau saat menunggu customer take order atau menggoda Janeet. Mmm, omong-omong apa kau merindukanku juga?, hehe. Aku tahu ini pertanyaan konyol, tapi menyadari bahwa ada seseorang yang merindukanmu tentu sangat menyenangkan bukan?. Kita memang berbeda beberapa tahun, tetapi yang membuatku menyukaimu adalah kesamaan hobi menulis kita. Kamu selalu bilang bahwa tulisanku bagus, padahal aku merasa tulisanku biasa saja. Tulisanku tidak bagus, nyatanya menulis sebuah surat untukmu pun aku butuh waktu lama. Tulisanmu juga bagus, hanya saja kau tak pernah tahu itu. Jangan merendah, aku juga sering menilik tumblrmu. Sekedar untuk membaca tulisanmu barang sebentar. Apa kau sedang merindukan orangtuamu?, ku doakan agar kau segera bertemu dengam orangtuamu. Terpisah jarak yang jauh tentu membuatmu menjadi sangat mandiri kan?. Ah, aku iri dengan kemandirianmu. Aku yang lebih tua darimu pun kadang tak bisa semandiri kamu. Aku ingin bisa sepertimu, bebas berkeliling manapun untuk menikmati keindahan negeri ini. Kapan kita bisa bersama untuk sekedar menikmati sejuknya udara pegunungan pagi hari, menikmati semilir angin pantai atau sekedar bercengkrama santai sembari menunggu senja tiba. Aku tak sabar menantikan saat itu, saat dimana kita bisa saling melepaskan penat. Oya, minggu depan kamu akan sidang proposal kan?. Ku doakan agar lancar sehingga kau bisa mengurus sidang KP mu juga. Sesegera mungkin hingga kau bisa mewujudkan impianmu untuk berkeliling menikmati keindahan negeri ini. Jangan lupa untuk mengajakku, kapanpun aku akan siap menerima ajakanmu. Ku rasa aku terlalu panjang menulis surat ini untukmu, apa kau juga merasakannya?. Ah, aku minta maaf jika terlalu banyak menyita waktumu untuk membaca surat tak berarti ini. Teimakasih sudah meluangkan waktu barang sebentar untuk membaca suratku ini. Jika ada kesempatan silahkan balas suratku ini di bbm, sms, mention atau bahkan di tumblrmu, itu juga jika kamu berkenan, hehe. Akhir kata, selamat hari Sabtu dan sampai berjumpa nanti sore saat pergantian shift! :D Dari aku, partner kerja yang suka menggodamu.