Ketakutan
Ketakutan yang dialami olehku ternyata adalah sebuah efek! Baru kusadari setelah bertahun-tahun.
Ketika sejak dahulu banyak hal yang mudah dilalui dan juga tercapai dengan mudah. Yakin bahwa aku bisa melaluinya. Tapi, ada titik dimana ternyata aku itu tidak sepandai, sehebat, dan sekeren itu.
Ternyata aku hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Sayangnya, dulu orang-orang disekitarku sering membanggakan diriku hingga akhirnya akupun larut dan turut membanggakan diriku. Cih! Sombong sekali!
Ya! Hal itu adalah sebuah kesalahan ketika akhirnya diri ini tidak siap menghadapi kegagalan. Sedangkan ketika dihadapkan dengan realita mulailah bermunculan kegagalan demi kegagalan. Hal yang sangat wajar sebenarnya.
Berawal dari itu muncullah ketakutan dalam diriku. Takut dalam bermimpi dan takut menghadapi sesuatu yang baru. Sejak saat itu juga mimpi-mimpi aku hanya berupa tulisan dan menjadi angan-angan. Bahkan muncul lagi buah dari ketakutan adalah mudah menyerah. Padahal aku tahu jika suatu hal itu sudah dijalankan ketakutan itu hanya buah pemikiran.
Selanjutnya yang terjadi adalah aku menjalani kehidupan ini tanpa banyak mimpi. Ya, asalkan ada yang aku kerjakan itu sudah cukup bagiku. Aku lupa mimpi-mimpi aku dahulu.
Hingga satu titik aku teringat akan satu mimpiku yang kuingat itu adalah mimpi terbesarku. Tapi, aku masih takut untuk menghadapinya bahkan menginginkannyapun rasanya aku tak sanggup.
Dan saat ini aku sedang mencoba kembali menggambarkan mimpiku, mencoba kembali menggapai mimpiku, mencoba kembali dengan cara yang berbeda dari yang dahulu.













