Ada yg terlalu serius dalam suatu hal, sampe lupa bercanda. Ada yg kebanyakan bercanda, sampe lupa hal-hal yg harus serius.
Bijaklah dalam suatu kondisi dan situasi.
chacharaysha
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Belarus
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from Romania
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Sweden
seen from Uzbekistan
seen from South Korea
seen from United States
seen from France
seen from Argentina
Ada yg terlalu serius dalam suatu hal, sampe lupa bercanda. Ada yg kebanyakan bercanda, sampe lupa hal-hal yg harus serius.
Bijaklah dalam suatu kondisi dan situasi.
chacharaysha
Jadi, Kapan?
Bismillah
Sudah lama ingin menulis ini. Tentang sebuah perhitungan yg tak perlu dihitung karena sudah ada yang menetapkan jauh sebelum aku bisa mencoba menghitung.
Menghitung kapan? Kapan aku mati?
Bukan, bukan aku akan memprediksikan seperti para tukang bual peramal. Mana bisa aku mendahului ketetapanNya. Aku hanya mencoba berasumsi. Permisalan, karena bukankah banyak yg bilang kematian itu rata-rata di usia Rasulullah? Sekitar 63 tahun? Itu yg sering ku dengar sejak jaman kecil. Mohon koreksi jika aku salah.
Ini sebuah permisalanku, semoga jadi pengingat untuk aku pribadi khususnya mungkin bagi yang baca juga.
Almarhum ayahku meninggal di usia 39 tahun, usia tergolong muda sekali dengan meninggalkan 1 istri dan 4 anak. Anak terakhir baru berusia 2 tahun. Menikah di usia kurang lebih 27 tahun. 12 tahun bersama keluarga kecilnya. Singkat? Yaa tentu saja, almarhum tak sempat melihat anaknya tumbuh dewasa. Ibuku terpaut berbeda 5 tahun dengan almarhum. Ibuku pada saat diusia yg sama denganku saat ini, sudah memiliki aku dengan usia kurang lebih 2 tahun.
Jika direfleksikan dengan usia aku sekarang, aku belum berkeluarga sama sekali. (Mohon dibaca jangan dulu beropini sendiri). Jika, usiakupun tak jauh masanya dengan almarhum, berarti sisa usiaku 13 tahun lagi. Sampai saat ini sepertinya aku belum banyak mencapai berbagai hal. Ini permisalan,asumsi yang aku jadikan refleksi untuk diriku sendiri. Bukan untuk aku meminta usiaku hanya sampai 39, bukan! Hanya saja aku terpikirkan apa saja yg sudah aku lakukan untuk menjadi perbekalanku di akhir nanti. Sedangkan sisa 13 tahun lagi.
Mungkin ada sebagian orang akan bilang hidup jalani saja tak usah dipikirkan, ya tapi kematian menghampiri terus cuy! Gimana caranya kita hidup untuk terus menyiapkan bekal tapi jangan sampai pula kita terbebani hingga merasa desperate.
Ini sih, fungsi taunya tujuan hidup. Jika orang yg meyakini hari akhir itu ada, fase perhitungan, surga/neraka, aku yakin seharusnya setiap langkah hidupnya mencari perbekalan, karena tau dunia ini hanya sesaat. Juga dia meyakini harus selamat dunia akhirat. Bukan untuk di akhirat saja tapi dunia juga, bukan dunia saja tapi akhirat juga.
Tapi, ada lagi ketetapan Allah mengenai hal-hal dalam kehidupan ini, yang semua memang hanya Dia yang tahu. Contoh ya almarhum hanya hidup 39 tahun sudah berkeluarga, ada juga Allah menetapkan seseorang panjang umur tapi Allah amanahkan jabatan yang tinggi. Merefleksikan ke diri mungkin Allah pun punya ketetapan khusus untuk diriku sendiri entah itu perihal duniawi atau akhirat, contoh diusia sampai saat ini aku belum berkeluarga atau diusia saat ini aku belum hapal juz 30 acan (😭 mau banget ini). Aku meyakini semua ada ketetapanNya, awalnya aku merasa ragu dan muncul pertanyaan kenapa sih kenapa sih kenapa sih. Tapi, heeeyy! Bangun! Jangan sampai terbelenggu semua punya timeline masing-masing.
Nah, tapi kembali lagi ke kematian, hal yg aku refleksikan yaitu jika sisa umur aku 13 tahun lagi? Apasaja yg akan aku persiapkan untuk segala ketetapan-ketetapan Allah yg akan datang? Misal sebuah amanah? Jabatan? Gelar? Apa aku siap?
Jadi, ya beriringan kita harus punya apa yang ingin kita capai untuk dunia akhirat, tapi kita harus ingat bahwa Allah juga punya ketetapan. Salah satu pengingat yang jelas adalah kematian. Hal pasti yang akan menghampiri kita tanpa kita tahu kapan.
Jadi, kalau usiaku sisa 13 tahun lagi, apa saja yang akan aku lakukan??? *selfreminder*
Bandung, 12 Juni 2019
Sabar,
Ini cuma sebentar,
Nanti juga udahan.
😊
chacharaysha
L E L A H
Hanya ingin berucap itu
Hanya itu yang sedang dirasa
Dari segala hal yang terjadi
Dari segala rasa yang berkecambuk
Dari segala pikiran yang terpikir
Entah salah apa aku
Entah sedang menghadapi ujian apa
Entah juga bagaimana sikap seharusnya
Sulit ya jadi dewasa
Mungkin ini hanya secuil permasalahan
Entah masalah diri
Masalah dengan lingkaran luar
Lelah dengan perasaan-perasaan ini
Apa benar ada bahagia?
Pertanyaan menyeramkan sebenarnya
Hanya selintas
Masih ada kenyakinanku
Ya Allah🥺 aku memohon :(
Segera tanpa tergesa.
chacharaysha
Hasil breakdown permasalahan hidup (haha lebay). Asli saat ini terasa lebih plong ya. Bismillah semogaa aja tetap semangat menjalani hari-hari.
Sampai menghasilkan hesteg untuk bulan ini sebagai penyemangat diri yang masih sendiri ini😂 #WAYAHNAWE (apa ya bahasa Indonesianya?) sangat tidak cantik sih, tapi ya ini yang terasa.
Menurunkan dulu ego, realistis, dan menerima keadaan, tapi ini semua untuk menunjang semua yang diinginkan sebenarnya, hanya saja kemarin masih tidak terima kenyataan bahkan hanya berpasrah pada Tuhan (Tuhan aku Allah) tidak ada usaha maksimal, (ya kek mana mau maju Juliet!).
Oke, jadi gimana kelanjutan jika ditanya lagi pertanyaan itu?
“Jawabannya, yaa aku akan jelaskan berbagai plan yang sudah dirinci di atas”
Bismillahirahmanirahim.
Semoga Allah kasih jalan dan petunjuknya selalu.
Ohiya! Selalu ingat ini takdir Allah, Qodarullah, jadi pasti akan ada hikmah dan maksud Allah.
Keep Husnudzon sama Allah💕
Berharap yang Salah
Ketika kamu menaruh harap kepada manusia, ketika tak sesuai dengan harapan, kamu akan kehilangan keobjektifitasan. Hanya subjektifikas yg ada pada matamu.
Sedangkan jika seseorang sudah ragu dengan seseorang atau suatu hal, bisa jadi melihat hasil atau segala halnya nanti entah itu baik sekalipun akan selalu merasa tidak puas/buruk.
Sampai kapan kamu akan mencari kesempurnaan? Setiap hal memiliki poin-poin kelebihan dan kekurangan. Bukankah hanya Allah yang memiliki kesempurnaan?
Bukankah kepada Allah saja kita berharap?
31 Maret 2019
Pernahkah kamu merasakan sesuatu yang sangat kamu inginkan ada di depan mata, tapi saat itu pula kamu ikhlas jika sesuatu itu tidak jadi milikmu?
chacharaysha