Saat itu, langit Gresik sedang manja-manjanya. Beberapa remaja berkumpul di latar Aula Diknas untuk mempersiapkan acara malam itu. Film, Musikalisasi Puisi, dan Teater, menjadi satu rangkaian dalam acara bertajuk gelaran seni pertunjukan. Ya, saat itu, "Mengintip Gresik" pertama kali digelar. Yang paling kuingat, penonton saat itu tidak bisa dibendung, jumlah melebihi kapasitas gedung. Panitia cekatan menggelar tikar di halaman gedung untuk penonton yg tidak bisa masuk, dan mempersilahkan mereka untuk mengikuti pertunjukan dengan TV 14inch. Empat tahun yang lalu, tepatnya 14 Juli 2012, kebanyakan pemain masih SMA. Kini mereka sudah kuliah, bahkan ada yg sudah bekerja. Dulu, seolah, kesenian adalah rumah untuk pulang. Sebuah ruang mengasah peka. Bisa juga menjadi ajang temu teman. Sebelum aku posting video ini, aku sempat mengirimnya ke beberapa orang yg main teater dalam video ini. Mereka kangen katanya. Untukku pribadi, Teater adalah almari pakaian, Musikalisasi adalah koper, dan film adalah cermin. Dengan ketiganya, aku senang berpakaian. Aku tidak pernah peduli nantinya menjadi seniman atau bukan, yang paling penting ialah: aku akan terus bercerita. Aku ingin menulis, sebab menjadi apa saja itu tidak baik. Film: @gresikmovie teater: @teaterextra musikalisasi: Kampat Peyelenggara: @gresikmovie dan @sanggar.intra #MengintipGresik #Film #Teater #MusikalisasiPuisi #Gresik #Art #JawaTimur #ExploreGresik #InfoGresik












