7 hari di Depok, Jawa Barat. Keluarga baru bernama "Genk Penulisan Naskah" yang lahir karena sama-sama lolos menjadi peserta workshop penulisan skenario yang diadakan oleh pusbang Film, pada 16 - 22 Maret 2017. (Bag 1)
Misplaced Lens Cap

pixel skylines
dirt enthusiast
Not today Justin
Game of Thrones Daily
hello vonnie
d e v o n
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
styofa doing anything
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle

shark vs the universe
Peter Solarz

★

Discoholic 🪩

roma★
🪼
KIROKAZE
trying on a metaphor

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Canada
seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from South Korea
seen from France
seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
@irfanakbarp
7 hari di Depok, Jawa Barat. Keluarga baru bernama "Genk Penulisan Naskah" yang lahir karena sama-sama lolos menjadi peserta workshop penulisan skenario yang diadakan oleh pusbang Film, pada 16 - 22 Maret 2017. (Bag 1)
7 hari di Depok, Jawa Barat. Keluarga baru bernama "Genk Penulisan Naskah" yang lahir karena sama-sama lolos menjadi peserta workshop penulisan skenario yang diadakan oleh pusbang Film, pada 16 - 22 Maret 2017. (Bag 2)
7 hari di Depok, Jawa Barat. Keluarga baru bernama "Genk Penulisan Naskah" yang lahir karena sama-sama lolos menjadi peserta workshop penulisan skenario yang diadakan oleh pusbang Film, pada 16 - 22 Maret 2017.
Air Rob - Lenon Machali Kesetiaan pantai ini,meringankan burung elang mengitarimu bersama arus yang kau bawa, senantiasa melimpahkan energi yang mengalir di atas deburan ombak berbuih. Kelangsungan masa depan pergantian warna cahaya. Terus saja merembesi perkampungan sepi di pesisir antara pagi, siang, sore, malam hari Anak-anak nelayan penuh gairah,menggambar kuda laut di pasir pantai,dan terbahak mengenang tubuh indah hanyut bersama rop menggenangi pintu masuk setiap perahu Segalanya siap berangkat menuju laut lepas, dan bergumpalan mega putih di angkasa, seperti puisi yang tertulis dalam hati Gresik 2010. [Puisi dibacakan sendiri oleh Pak Lenon Machali] ___________________________ Bagaimana bisa kami menuju laut lepas, sedang hari masih sore dan sayang dilewatkan untuk menggambar kuda di pasir pantai, yang menjaga laut dengan setia. Tinggal kini siapa yang menjadi anak nelayan penuh gairah sembari menunggu pergantian cahaya.
Saat itu, langit Gresik sedang manja-manjanya. Beberapa remaja berkumpul di latar Aula Diknas untuk mempersiapkan acara malam itu. Film, Musikalisasi Puisi, dan Teater, menjadi satu rangkaian dalam acara bertajuk gelaran seni pertunjukan. Ya, saat itu, "Mengintip Gresik" pertama kali digelar. Yang paling kuingat, penonton saat itu tidak bisa dibendung, jumlah melebihi kapasitas gedung. Panitia cekatan menggelar tikar di halaman gedung untuk penonton yg tidak bisa masuk, dan mempersilahkan mereka untuk mengikuti pertunjukan dengan TV 14inch. Empat tahun yang lalu, tepatnya 14 Juli 2012, kebanyakan pemain masih SMA. Kini mereka sudah kuliah, bahkan ada yg sudah bekerja. Dulu, seolah, kesenian adalah rumah untuk pulang. Sebuah ruang mengasah peka. Bisa juga menjadi ajang temu teman. Sebelum aku posting video ini, aku sempat mengirimnya ke beberapa orang yg main teater dalam video ini. Mereka kangen katanya. Untukku pribadi, Teater adalah almari pakaian, Musikalisasi adalah koper, dan film adalah cermin. Dengan ketiganya, aku senang berpakaian. Aku tidak pernah peduli nantinya menjadi seniman atau bukan, yang paling penting ialah: aku akan terus bercerita. Aku ingin menulis, sebab menjadi apa saja itu tidak baik. Film: @gresikmovie teater: @teaterextra musikalisasi: Kampat Peyelenggara: @gresikmovie dan @sanggar.intra #MengintipGresik #Film #Teater #MusikalisasiPuisi #Gresik #Art #JawaTimur #ExploreGresik #InfoGresik
Entah kenapa, justru puisi ini yang teringat ketika menonton Musikalisasi Puisi dari Sacitaka semalam. Puisi berjudul Dalam Do'aku, karya Sapardi Djoko Damono ini, begitu membuat takjub, tentunya dengan kemasan musik dari Sacitaka. Ada sepenggal bait yang aku suka: Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya.. Mengibaratkan dia (kamu) seperti jantung, bukanlah hal yang dilebih-lebihkan. Kata memiliki semestanya sendiri. Buktinya, entah kenapa, aku selalu berdebar karenamu. Semacam kalut ketika jauh, sekaligus berantakan. Mereka, dalam penampilannya juga mengakatan, bahwa sedang terjadi prahara kemanusiaan yang dimulai dari cinta. Ah, siapa yang berani-berani mengatas namakan cinta untuk ini? menyebalkan. Bukankah cinta itu tentang kasih? kasih juga mengenai sayang. Ya, saat ini, memang sedang terjadi prahara karena fanatisme. Semacam cinta berlebih. Cinta yang over dosis. Kasihan. Karena aku masih suka ngopi, aku lebih memilihnya sambil menikmati puisi dan teman-temannya. Meskipun mereka yang diluar teriak atas nama cinta. Cinta agama, cinta suku, cinta ras, cinta yang marah, bukan cinta yang ramah. Ah, nampaknya, kita memang berbhineka, namun belum tunggal ika. "Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu," Dalam Do'aku (Sapardi Djoko Damono) #Sacitaka #Musikalisasi #Puisi #Poem #Art #Poetry #Gresik #Cager #Seni #seniGresik (di Gresik)
Kepada Barunawati, Nawang Larasati. Sebelum berangkat tadi, kamu mengirimkan foto wajahmu. Kamu bilang "Make upnya tebel banget tauk. Aku malu. Alis juga, udah kayak cabe-cabean." Ah, kamu ragu? padahal, aku sering melihat purnama di senyummu. Iya, purnama, satu waktu yang mempertemukan Rangga dan Cinta setelah sekian lama. Kamu pikir, kamu cantik? sama sekali tidak. Kamu begitu cerewet dan menyebalkan. Meski begitu, aku kerap heran, bagaimana dengan segenap kekuranganmu itu, aku bisa menjalani ini semua mendekati rentang waktu periode pilkada? Ah baiklah. Selamat wisuda sayang! Lihat togamu, apakah sudah rapih? lipstikmu terlalu merah? Deodoran nggak lupa dipakai kan? Hehehe. Wisuda, juga sering diplesetkan "Wis Udah" yang memiliki arti selesai. Padahal sejatinya, dalam hidup tidak mengenal usai. Ia hanya memiliki batas akhir. Selamat ulang tahun, Ras. Selamat menjadi sarajana. http://sanglakon.blogspot.com/2016/04/selamat-menjadi-sarjana.html?m=1 (di Pertigaan Boboh)
Kemarin terjadi penembakan di depan ke dua mataku. Tidak ada kejadian paling meneror selain hari itu. Tiba-tiba orang di sekitar saling pandang. Waspada. Mata mereka saling berdialog dalam situasi yang langka. Korban dengan bibir bergetar berusaha berkata-kata: Ya, aku mau! Oh Tuhan, situasi berubah menjadi gaduh. sangat gaduh. Peluru tepat sasaran! ku arahkan tanganku untuk mengucap selamat kepada dua orang paling berbahagia itu. Senyum di bibir mereka begitu membuat iri. Aku ingat kamu. Perlu kamu tahu. Setelah peristiwa penembakan, tidak ada televisi maupun media cetak yang membicarakan perihal teror itu. Padahal, peristitiwa itu membangunkan kembali traumaku yang sempat tertumpuk ingatan lain. Sesuai saranmu, aku telah diam-diam melupakan bibirmu yang getarnya hampir sama dengan perempuan yang baru saja berbahagia. Oh iya, titipkan salamku pada suamimu. bagaimanapun, dia adalah salah satu teman baikku. Dulu aku sering bercerita banyak tentangmu kepadanya. Aku rasa, itu yang membuatnya sangat mengerti kamu. Mulai dari senyum, hingga airmatamu, aku pernah menceritakan padanya. Kalau tidak keberatan, aku ingin kau mencium kening anakmu untukku. Anak itu sungguh memiliki mata yang begitu indah seperti ibunya. Seperti kamu. Sampaikan padanya, aku masih sibuk sehigga belum bisa menemuinya. Walau sejujurnya aki masih terlalu takut bermain kuda-kudaan bersamanya lagi. Luka di kepalanya, adalah dosa yang susah aku ampuni sendiri. Malam ini hujan turun sangat deras. Januari seringkali membuatku mengingatmu dengan basah. Apa kah kamu juga ingat, bulan depan adalah sekian tahun beberapa bulan aku lelah melupakanmu? 30 Januari 2016 #SuratUntukFebruari 30 Januari 2016
Bagaimana rasanya jadi lelaki yang hidupnya diperebutkan oleh lima perempuan? Bahkan saling tarik. Kita berkali-kali diuji dengan paras cantik. Kemudian mereka saling tarik, justru sebagai lelaki hanya bisa merunduk. Mengikuti arah ke entah. Kenapa tidak memilih satu? Ya, satu saja. Karena adil masih tentang sudut pandang. Keadilan yang paling adil, adalah adil itu sendiri. Agar lengan memilih pelukan. Agar jemari memilih genggam. Dan kaki memilih langkah. Satu saja. Agar seimbang. Tidak seling berebut. Perempuan adalah meja makan. Yang bisa dilipat menjadi selimut, celana dalam, dan buku sejarah. __________________________________ Foto: Penampilan Teater Non Realis dengan lakon "Nostalgia Sebuah Kota" oleh Mahasiswa ISI Surakarta. #Art #Teater #Seni #Perform #Gresik (di Unmuh Gresik)
Bagaimana rasanya jadi lelaki yang hidupnya diperebutkan oleh lima perempuan? Bahkan saling tarik. Kita berkali-kali diuji dengan paras cantik. Kemudian mereka saling tarik, justru sebagai lelaki hanya bisa merunduk. Mengikuti arah ke entah. Kenapa tidak memilih satu? Ya, satu saja. Karena adil masih tentang sudut pandang. Keadilan yang paling adil, adalah adil itu sendiri. Agar lengan memilih pelukan. Agar jemari memilih genggam. Dan kaki memilih langkah. Satu saja. Agar seimbang. Tidak seling berebut. Perempuan adalah meja makan. Yang bisa dilipat menjadi selimut, celana dalam, dan buku sejarah. __________________________________ Foto: Penampilan Teater Non Realis dengan lakon "Nostalgia Sebuah Kota" oleh Mahasiswa ISI Surakarta. #Art #Teater #Seni #Perform #Gresik
Siniin kupingmu. Tempelin ke dadaku. Itu siapa lagi yg bikin gemuruh dan hujan, kalau bukan kamu? Itu hati, bukan jemuran. Jangan dibiarin kering. Nggak baik buat kesehatan. Sesekali lihatlah keluar jendela. Diluar banyak yg lebih jelas bentuknya. Nggak cuma siluet. Masak aku kudu jadi skripsi dulu biar bisa kamu seriusin tiap hari? Atau, aku kudu jadi PR biar bisa kamu pelajari di rumah dan kamu pamerin di Sekolah? Minum air putih yang banyak. Kangen aku bikin kamu dehidrasi lho. #Eh
Tangannya menempa besi secara bergantian. Tang ting tang ting, suaranya memecah hening. Dari tangannya, sekitar 15 arit diproduksi tiap harinya. Namanya Pak Syafi' , seorang pande besi yang berasal dari Desa Metatu Kecamatan Benjeng. Sejak tahun 1979, Pak Syafi' menjalani pekerjaan pande besi ini untuk meneruskan usaha keluarga. Ditengah semakin majunya pembuatan arit secara modern, beliau tetap bertahan dengan cara tradisional. Sebab itu telah menjadi usaha turun temurun. #AyoDolenNangGresik #InfoGresik #ExploreGresik
Soft Opening "Gelora Joko Samudro" Selasa, 22 September 2015. Selamat!!!
Latihan Tari Kolosal yang disiapkan untuk soft opening Gelora Joko Samudro.
Monumen perjuangan dan empat patung pahlawan yang berada di halaman Gelora Joko Samudro 19 September 2015 ( 3 Hari sebelum Soft Opening ) Selamat hari minggu, selamat jalan-jalan \o/
Kamu sudah kayak gulali. Manis, ngangenin, bisa menyesuaikan, tapi susah dicari! #Gulali #Tradisional #JajanSD #JajanSMP #SMAnggakNemuGulali #BentuknyaHati #HatiHatiDiJalan #JalanSamaKamuKapan #KapanKitaKemana #KarenaGulaliItuKamu #AkuGanggangnyaGulali #GulaliFansClub #GulaliMerdeka #AkuGulaliPadamu . . Aku nggak mau serius sama hastag. Aku maunya serius sama kamu.
Setelah sekian lama, akhirnya punya kaos lebaran. Kaos baru, Alhamdulillah. Dipakai di Hari raya, nggak punya kaos nggak apa-apa, yang pengen bisa pesen ke saya. . . Kalian bacanya pake nyanyi ya? Hehe. Selamat hari raya Idul Fitri 1436. Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir batin. . . . #gresikriyoyoan #KaosLebaran #Gresik #ExploreGresik #KaosBaru #KaosBagus #NggakJualKaos