memahami pemikiran Ayah
Banyak yang bertanya kepadaku kira kira bagaimana laki laki yang masuk tipeku untuk menjadi suami, dan selalu aku katakan yang Ayah setujui.
Beberapa orang berniat mengenalkanku kepada beberapa laki laki tentu sudah dijelaskan apa pekerjaannya. Ada yg menjadi PNS dari beberapa bidang: nakes, bea cukai, pegawai pemerintahan, namun selalu ditolak oleh ayah.
Dan aku pun tidak pernah secara langsung mengatakannya namun lewat ibuk yang menjadi perantara kami berdua. Ibuk selalu menjelaskan kepada ayah terkait niat niat baik yang datang kepadaku namun beliau hanya diam tidak berkata apapun, kata ibuk artinya ayah menolak atau tidak setuju.
Anehnya ayah tidak pernah menjelaskan kriteria laki laki yang direstui olehnya untuk menikah denganku, kami tidak pernah membicarakanya, dan akupun tidak pernah berani menanyakanya. Ahh memang aku ini mirip sekali dengan ayah yang kurang memperhatikan manusia manusia sekitarnya, cukup memenuhi kebutuhan dan kewajiban menurut kami itu sudah dilaksanakan. Perbedaanya aku sedikit bisa menahan emosi daripada ayah mungkin karena efek pendidikan di pesantren dulu yang harus sami'na waatho'na [kami patuh dan kami taat]
Sebenarnya aku ingin menanyakan tentang hal ini mengingat usiaku sudah tidak muda, namun rasa canggung selalu mengantui dan membersami saat mengobrol bersama ayah, bahkan ibuk juga tidak tahu bagaimana tipe laki laki yg akan disetujui untuk menikah denganku.
Ibu hanya bilang:
Mungkin ayah ingin menantu yg menjauhkan kamu dari dosa, pekerjaanya jauh dari hal hal yang meragukan dan tidak dihantui godaan godaan dunia.
entahlah, sebenarnya ingin sekali menyelami pikiran ayah untuk tahu bagaimana tipe tipe laki laki yg baik untukku. Aku hanya berdoa siapapun dia semoga bisa mengambil hati ayahku dan tentu sifat sifat yang kudoakan kepada Allah sejak lama.
Ayah semoga cepat dibuka hatinya ya :)
Gresik, 4 Maret 2022
Dari anak bungsumu















