(Tentang) Menua Berdua
Jika kau membaca tulisan ini, kuharap kau tahu bahwa aku mencintaimu. Haruskah kucari perumpamaan panjang bertele-tele untuk menunjukkannya?
Berjalan bersamamu takkan pernah menjadi sesuatu yang menjemukan Kuingin selalu didekatmu memandang wajahmu yang menggemaskan
Aku selalu menyukai waktu-waktu bersamamu. Setiap detik yang tiba-tiba saja terasa menjadi lebih cepat. Aku menikmati melihat senyummu yang harus kulihat diam-diam, karena kau sedikit menyebalkan. Tidak bisakah aku memandangku tanpa kau harus memandangku juga?
Bercerita tentang hidup kita nanti Menanti hari-hari dan bermimpi
Denganmu, aku mulai berani mempercayai takdir. Maksudku, pernikahan. Kau tahu, kan? Aku sempat tidak menginginkannya. Aku takut pada banyak hal yang mungkin saja bisa terjadi. Tapi kau membuatku menginginkannya, bahkan sejak pertama kali aku mengenalmu. Bisakah kita merajut mimpi dan mewujudkannya bersama? Tentang rumah-rumah hangat yang dipenuhi cinta dan bahagia. Tentang masa depan manusia-manusia kecil yang kelak akan tumbuh bersama kita. Bisakah?
Aku ingin menua berdua denganmu Kurasa damainya kala berdua Menua menjadi tua
Mari habiskan waktu bersama. Tidak banyak yang bisa kutawarkan. Yang kutahu, aku ingin menjadi teman hidup yang denganmu kita bisa melakukan apa saja. Menyeimbangkan pemikiran kita. Berjalan bersama dalam satu tujuan yang sama. Sampai kita sama-sama beruban. Sampai kulit kita mengeriput. Sampa kita terbaring di liang berdampingan.
Bercerita tentang hidup kita nanti Menanti hari-hari dan bermimpi
Kau tahu kan? Menemukanmu adalah hal yang sangat kusyukuri. Bahkan rasanya tidak bisa kudeskripsikan dengan kata-kata lagi. Bahwa kau sudah membawa kembali mimpi masa kecil seorang anak perempuan tentang pernikahan. Tentang saling menjaga satu sama lain. Tentang dicintai dan mencintai. Sesederhana itu.
Aku ingin menua berdua denganmu Kurasa damainya kala berdua Menua menjadi tua
Saat aku mengatakan 'iya', saat itulah aku tahu bahwa kaulah yang kumau. Satu-satunya yang pada akhirnya kuinginkan untuk menjadi teman bercerita. Sebab bersamamu, tidak ada yang tidak menyenangkan. Aku merasa aman dan nyaman. Dan aku percaya, kau tidak akan membuatku menangis dan merasa takut lagi.
Dan kupercaya esok nanti kan lebih terasa indah bersama buah hati kita tertawa bersuka cita
Denganmu, aku ingin memiliki bocah-bocah lucu yang melengkapi hari-hari kita berdua. Biar kutepikan rasa takutku, sebab aku memang menginginkan mereka. Sepertinya menyenangkan melihat mereka berlarian, bercanda denganmu atau denganku, dengan kita. Menyaksikan mereka tumbuumh mendewasa. Merasakan kekhawatiran ketika mereka demam, atau terjatuh dari sepeda. Bukankah itu terlihat menyenangkan?
Aku ingin menua berdua denganmu Kurasa damainya kala berdua Menua menjadi tua menua berdua denganmu Kurasa damainya kala berdua Menua menjadi tua
Mari jatuh cinta berulang-ulang. Saling percaya untuk tetap menjaga. Sebelum kemudian menjadi tua bersama-sama. Mari tetap jatuh cinta. Sekalipun mulai bosan. Mari menjadi teman yang saling memcinta. Dan menua bersama. Berdua saja.
Salam,
Nduk.





