61. Menutup Cerita dengan Mengikhlaskannya
Ternyata, ujung dari cerita ini belum menemukan tanda titiknya.
2020 mengajariku banyak hal, dari rasa berharap, perasaan ingin sampai, perasaan takut tertinggal, ingin segera menjadi seseorang yang diimpikan, berjuang, bertahan, berpegang pada kerapuhan, kehilangan sosok yang belum dibahagiakan, dan berjuang tapi belum menang.
Segalanya tersusun rapi, dari perasaan kalut, takut, dan stres akut. Semua menjadi warna, yang biasanya ku sebut abu-abu ternyata mejikuhibiniu.
Bila 2020 ceritanya tidak seperti ini, aku tidak akan menemukan apa yang aku suka, aku tidak akan punya usaha meskipun belum besar kadarnya, aku tidak akan merasakan sakitnya ditolak kenyataan, dan aku tidak akan menghargai kebersamaan setelah terjadinya kehilangan.
Waktu mengajariku tentang, tidak selalu harus dengan berlari, biarkan mereka dengan waktunya, aku memiliki masa sendiri. Bila dipaksa harus sampai secepat anggapan orang-orang, tapi pada kenyataannya harus menemukan tanda koma yang panjang sebelum sampai dititik pemberhentian, bisa apa sebagai manusia yang memang tugasnya adalah berusaha dan hasilnya adalah mutlak hak Dia. Iya, semua mengejar waktu supaya tidak menyesal dikemudian hari, namun adakalanya waktu tidak terus-terusan kita kejar, waktu ada untuk dimanfaatkan, dan maksimal atau tidak itu tidak sesuai dengan kacamata masing-masing pemeran.
Mimpiku masih jauh untuk kugenggam. Rasanya aku seperti tertinggal. Namun, bila ku telisik lagi, perlahan aku mundur pelan-pelan. Dari waktu ke waktu, aku mempelajari banyak hal, dan ternyata bila itu semua tidak terjadi, aku tidak akan sampai dititik ini. Titik dimana aku lebih mementingkan kebahagiaan orang tua, daripada diriku sendiri.
Jujur saja, keinginanku hidup sendiri jauh lebih besar, ingin punya pengalaman yang sama dengan orang-orang, pergi jauh, merantau, dan hidup normal seperti manusia pada umumnya. Namun yang terjadi, aku melewati fase yang tidak sama. Entah, aku mungkin yang salah, tetapi aku juga tidak salah.
1. Bila aku membuka email dan berhasil melakukan interview saat itu, aku mungkin tidak akan menciptakan yang namanya bisnis art.
2. Bila saat itu aku berhasil ditahap selanjutnya, mungkin aku tidak akan bisa membantu saudariku yang sedang kesusahan.
3. Bila saat itu aku diterima di perusahaan yang aku impikan, mungkin aku tidak akan bisa menunggu dan merawat bapak sampai akhir hidupnya.
4. Bila saat itu aku selalu mendapatkan apa yang aku minta, mungkin aku tidak akan menulis bukuku sendiri, meskipun belum selesai sekarang.
5. Bila saat itu aku berhasil di tes cpns, ibuku akan sendirian, aku tidak akan bisa menemaninya di rumah.
6. Bila saat itu aku menyerah, mungkin aku tidak akan hidup saat ini.
7. Bila segala ceritaku baik-baik saja, aku tidak akan memiliki teman seperti dia.
8. Bila segala rencanaku berhasil, aku tidak akan belajar hal baru, ikut kelas ini itu, dan mengetahui banyak hal meskipun tidak banyak.
9. Bila aku tidak merasakan sakit, mungkin aku tidak membeli buku untuk menemaniku berpikir.
10. Dan saat ini aku harus berhenti bekerja untuk menuruti apa yang ibu minta, mungkin nanti akan ada gantinya meskipun belum tahu apa.
Iya, tahun ini ku tutup dengan rencana mengundurkan diri. Ditempat yang aku sukai, bertemu dengan seseorang yang pernah ku kagumi (hanya sebatas itu tidak lebih), dan aku suka lingkungan itu saat ini. Dengan lapang hati, aku mengikhlaskan, segala rencana yang belum menemui ujungnya di tahun ini.
Bila ternyata bertumbuh perlu proses, setidaknya berkembang juga seperti itu.
Aku berusaha menerima, segala yang terjadi pasti ada pelajarannya.
Untuk kamu, yang saat ini terluka atas rencana yang ditunda perwujudannya, tenang, kamu tidak tahu Allah sedang menggiringmu kemana. Dan aku yakin, setiap keputusan yang kamu ambil, pasti akan kamu syukuri dicerita selanjutnya.
Selamat, setidaknya kita berhasil melalui fase terkelam dalam cerita hidup di dunia.
Gapapa tahun ini ditutup dengan hal yang menyedihkan, mungkin kebahagiaannya datang di tahun depan.
Allah mengetahui sedangkan kita tidak.
H-2 menuju 2021
Semoga ada kabar baik setelah badai menyelimuti harimu
Dari aku : seseorang yang juga berusaha untuk baik-baik saja













