"Ulur satu persatu apa yang sedang bergelut dikepalamu. Kemudian urai satu persatu. Carilah solusinya, maka kamu tidak akan merasa berat menjalani hari-harimu selanjutnya"
KIROKAZE
untitled

#extradirty
No title available
Show & Tell
art blog(derogatory)

Origami Around

tannertan36
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear

PR's Tumblrdome
No title available
Cookie Run:Kingdom Official!
cherry valley forever
Monterey Bay Aquarium
Keni

No title available
Misplaced Lens Cap
Sweet Seals For You, Always

Game Changer & Make Some Noise
seen from France

seen from Lithuania

seen from Bulgaria

seen from India
seen from Canada

seen from Venezuela

seen from Spain
seen from France

seen from New Zealand
seen from Malaysia

seen from Thailand
seen from United States
seen from South Africa

seen from Qatar
seen from United Kingdom

seen from New Zealand
seen from Ecuador

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
@punyalululili
"Ulur satu persatu apa yang sedang bergelut dikepalamu. Kemudian urai satu persatu. Carilah solusinya, maka kamu tidak akan merasa berat menjalani hari-harimu selanjutnya"
jangan pernah mengecilkan dirimu hanya agar muat di dunia orang lain. kalau bahkan versi terbaikmu saja tidak bisa diterima, berarti memang itu bukan tempatmu pulang.
remember, you're confident, you're secure, and you know your worth as a woman 🌷
Menjadi Orang yang Berbeda
Dulu, aku itu tipe manusia F. yasss, Feelers.
Banyak sekali perjalanan hidup yang aku ambil keputusannya melalui perasaan. Ada juga beberapa cerita hidup yang terjadi selalu ku romantisasi kalau "gak papapa masih begini", "kan sudah berjuang, mungkin belum dapet aja", dsb.
Sampai lambat laun, aku berubah menjadi manusia T. yasss, Thinking.
Alih-alih overthingking sama perasaan, mengapa begini mengapa begitu, aku lebih memilih untuk mengubahnya ke "what should i do?", "harusnya gak gini deh, caranya biar bisa keluar gimana ya?", "apa yang akan terjadi kalau aku mengambil langkah A, B bahkan C?"
Kepribadian yang ku ubah ini perlu waktu. Sampai akhirnya aku sadar, pertemuan dengan manusia yang tidak ku sukai di masa lalu yang mengubahku menjadi hari ini (sebagian kecil), sebagian besarnya karena aku tidak ingin terlalu melihat kegagalan dalam perjalanan hidupku, aku bisa sampai di hari ini juga karena masalalu yang aku jalani, keputusan-keputusan yang aku ambil dan bagaimana aku melihat dari kacamata syukur. Akhirnya aku memutuskan untuk mengubah diriku menjadi seseorang yang tidak begitu peduli terhadap perasaan dan pandangan orang lain, aku memilih jalani apa yang bisa lalu merencanakan dengan matang, gagal aku yang merasakan, berhasil aku yang bangga.
Loh pas jadi F nggak merencanakan?
Tetep merencanakan, tapi lebih takut GAGAL LAGI daripada MENCOBA.
Dan sejak berubah jadi T, aku lebih berani mengambil langkah, gak takut gagal, dan banyak mengevaluasi apa yang aku rencanakan.
Berjalannya 2026 sampai bulan Mei ini, beberapa rencana ada yang terwujud beberapa ada yang belum. dari situ aku tahu skala prioritas, dan yassss jadi semakin bijak menilai diriku sendiri.
Aku bukan gagal merencanakan, tapi ternyata ada hal yang lebih baik aku terima dulu dari beberapa rencana yang sudah aku tuliskan.
Ternyata kepribadian ini cocok di aku. aku jadi gak gampang nangis, easy going, tapi minusnya gampang habis energinya kalau ketemu sama orang yang beda pendapat atau keramaian.
Hehe, dari INFP, berubah jadi INFJ dan berakhir INTJ. Aku suka pertumbuhanku menjadi dewasa :)
Langit
Hidup itu kayak langit gak sih?
Ada waktunya cerah, ada waktunya mendung, ada waktunya hujan, ada waktunya gelap terus isinya petir doang, ada juga waktunya dia tenang gak ada apa-apa isinya cuma terbit, cerah dan tenggelam.
Kalau dipikir-pikir lagi, kita gak pernah ada di satu waktu dimana isinya cuma hal-hal yang kita mau. Ada banyak hal yang isinya bisa diprediksi, atau sudsh di prediksi malah ternyata yang terjadi tidak seperti yang diprediksikan. Sudah sedia payung sebelum hujan, tapi cerah yang didapatkan. Sudah percaya diri dengan ramalan cuaca hari ini cerah, eh malah hujan di perjalanan. Ada juga waktu dimana pagi siang ketemu mendung, sorenya ketemu pelangi.
Gak bisa di tebak memang, tapi kita menerima kan?
Karena dunia ini ada yang ngatur, hidup kita juga diatur, dan yang terpenting adalah diri kita bukan milik kita.
Semakin dewasa aku jadi semakin mengerti, kita itu seperti langit dan berbagai cuacanya.
Ngawi, 15 Januari 2026
Semakin kita berumur, hidup sebenarnya sedang mengajak kita untuk beres-beres.
Kita mulai sadar bahwa tangan kita terlalu kecil untuk menggenggam semua hal. Maka, kita mulai belajar melepaskan beban yang berat di hati dan pikiran, seperti ambisi yang melelahkan atau urusan yang tidak perlu.
Tujuannya sederhana, agar tangan kita cukup luang untuk memeluk hal-hal yang benar-benar berharga.
Dan untukmu yang sebentar lagi akan bertambah usia, semoga bertambahnya angka ini menjadi awal yang lebih ringan untuk melangkah, serta lebih lapang untuk mensyukuri apa yang telah ada.
Fokuslah melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, excited, tumbuh. Jadikan dirimu magnet yang menarik orang yang tepat. Orang yang tepat melihatmu bukan sekedar fisik, tapi value kamu yang berharga. Orang yang tepat adalah sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan semata. Orang yang tepat adalah orang yang selaras tujuan dan sama frekuensinya denganmu.
Semoga lekas saling menemukan.
Mencoba Sekali Lagi
"Mencoba sekali lagi."
Itu adalah kalimat yang sudah menemani masa 20-anku. Bahkan di usia 27 ini, aku dengan beraninya "Mencoba sekali lagi" apa yang aku ingin wujudkan.
Disaat orang lain sudah berada di fase kehidupan baru, memulai hidup bersama dengan orang terkasih. Aku masih sibuk meraba "kemana arahnya diriku melangkah", "bagaimana jika ini gagal lagi?", "apa yang harus aku lakukan jika ternyata tidak berjalan baik-baik saja nanti?". Rasanya sulit untuk dijelaskan.
"Harusnya aku sudah berada di fase yang sama", pikirku dulu.
Tapi kenyataannya, "Sekali lagi ya, kita usahakan impian itu."
Di tengah huru-hara dan kekacauan dunia, apa tidak masalah aku mencoba lagi sampai benar-benar terwujud kali ini?
Di hari terakhir aku bekerja di sini, aku memikirkan bagaimana langkah dan cerita yang ku lewati setelah ini.
You may hate this life
But if Allah took away your life, would you be able to face Him?
Would you be able to go to Jannah?
Allah never told you to love this dunya, He told you to love Him.
“The world is a prison for the believers and a paradise for the disbelievers.”
- Sahih Muslim 2956
Jika semua ini adalah bentuk dari Allah membantu perjalanan menuju impianku, maka aku tidak boleh ragu-ragu!
Selamat Ulang Tahun!
Selamat tanggal 18 Maret ke 27 🥲
Untuk segala hal yang sudah terlewati 26 tahun ini, aku bersyukur.
Cerita hidup yang menurutku sendiri tidak begitu mudah. aku tahu, diluar sana ada yang lebih menyedihkan dari diriku. tapi untuk hari ini biarkan aku menceritakan ini hanya tentang diriku.
Satu tahun ini aku berusaha melewati ujian hidup dengan biasa saja. Mencoba tersenyum, ketika marah mencoba diam, ketika kecewa menepi sebentar, ketika sedih memilih untuk menyembunyikannya. Entah bagaimana ini bisa terjadi, sepertinya karena aku merasa sudah dewasa kali ini.
Masih ada jiwa anak kecil dalam diriku yang perlu ku turuti, tapi kadang aku memikirkan "apakah benar harus seperti ini?"
Wahai diriku, terima kasih sudah berjalan sejauh ini, terima kasih sudah memilih untuk berjuang sekali lagi, untuk segala mimpi yang sedang berusaha kamu wujudkan, semoga Allah memberikan jalan terbaik-Nya untuk bisa membawamu ke sana.
Hiduplah lebih baik, semoga di usiamu saat ini, kamu dipertemukan dengan orang yang membuatmu merasa tenang, aman, nyaman dan bahagia selalu.
Jadilah lebih baik, ingat!! Segala kesulitan yang kamu pikir sebelumnya itu SULIT ternyata bisa terlewati dengan BAIK. Hidup pasti berlalu, jangan mudah menyerah pada hidupmu ya 🙃
.
Mantingan, 18 Maret 2025
Dari aku yang sudah masuk usia 27 tahun
Sandwich Gen
Orang-orang yang mengalami bagaimana struggle-nya menjadi sandwich gen, tentu bukan hal yang mudah. Sudah berapa kali derai air mata jatuh, merasa lelah, drowned dan lain sebagainya. Semua itu wajar, rasa manusiawi yang hadir dan dikontrol oleh perasaannya.
Manusia dikaruniai akal dan perasaan. Sebuah rasa itu akan hadir secara fitrah di hati kita. Sedangkan akal bisa kita bentuk dengan ilmu (atas izin Allah). Allah mampu menenangkan perasaan gundah kita, ketika kita berusaha untuk mengisi akal pikiran dengan ilmu.
Itulah kenapa, pentingnya kita belajar. Seberapapun ilmu yang kita punya, kita tetap harus terus belajar, datang ke kajian, mendengarkan nasihat-nasihat yang memang seharusnya menjadi makanan sehari-hari kita.
Menuntut ilmu itu tidak berhenti ketika kita lulus dari pesantren. Tidak pula berhenti ketika sudah belajar dan mengenal ilmu agama.
Teringat pekan kemarin, saat aku menjelaskan materi tentang Allah Al-Muhyi, Allah Al-Mumit ke anak-anak, tak kuasa menahan air mata yang terbendung. Allah mampu menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya. Namun tidak hanya jasad, melainkan juga hati.
Hati manusia itu bisa mati, apabila tidak diisi dengan ibadah dan amal shalih. Hati itu bisa mati, apabila dibiarkan lalai begitu saja. Sungguh, nasihat terasa begitu indah ketika kita mau menerimanya dengan lapang.
Inilah kenapa alasannya, sampai sekarang, aku begitu nyaman menjadi guru. Bukan hanya tentang mengajar, justru disanalah aku turut serta menasihati diriku sendiri. Rasa tawakkal, percaya, bahwa apa-apa yang kita usahakan, yaitu untuk meraih ridha Allah, insyaaAllah akan diganti. Wallahi, Allah akan ganti dengan yang lebih baik.
Seberapa banyak narasi negatif tentang sandwich gen di luar sana, aku akan terus meyakini sebagai seorang muslim; bahwasannya apa yang sedang dijalani hari ini, merupakan jalan pahala bagi kita. Sedekah bisa menolak bala. Sedekah yang paling baik ialah kepada keluarga.
Kita memang tidak bisa memilih takdir, namun kita bisa memilih, jalan pahala mana yang ingin kita raih? Adakah hati kita bersyukur ketika diuji? Menikmati betapa nikmatnya seorang hamba, ketika dekat dengan Penciptanya.
Kalau lelah, coba diingat kembali, memangnya apa yang mau dikejar, kalau bukan ridha Allah?
Jakarta, 15 Februari 2025 | Pena Imaji
Buruknya dirimu, jangan sampai menghalangi untuk tetap berdoa pada-Nya. Sebab para pendosa juga punya hak untuk tetap berdoa pada-Nya. Bukankah iblis yang berdoa saja Allah kabulkan doanya? Berdoalah, tersebab hidayah Tuhan itu bisa jadi turun padamu karena lantunan doamu.
Lagi temenan sama cowok yang lanjutin S2 keluar negeri, dikasih informasi buat lanjutin pendidikan juga. We melting woy, cuma trus endingnya pengen nangis, karena, karena emang aku bisa??? Aku pengen juga kuliah ke luar negeri. Ya Allah, kita beda banget 😭
Kemana perginya tulisan tumblrku yang hilang tidak kepost itu?
Di draft tidak ada 😭
Aku sudah menulis panjang x lebar tapi "something wrong" happened 😠😭
Refleksi Diri 2024
Rasanya, 2024 berlalu sangat panjang dan melelahkan. Tapi aku bersyukur, banyak kenangan manis yang aku miliki di tahun ini.
Awalnya ku kira, hidupku akan biasa saja. Tapi ternyata aku salah, meskipun memiliki rasa bosan dan melelahkan, tapi aku menikmati dengan apa adanya.
Saat ku terduduk dimeja kerjaku malam ini, aku melihat banyak foto terpasang di dinding kamarku. 1, 2, 3, 4 ternyata banyak orang baru yang hadir di hidupku, mengisi cerita dengan warna lain yang lebih menghidupkan kisahku.
Aku bersyukur, atas apa yang terjadi di tahun ini.
Meski awal tahun aku masih menangis, pertengahan sampai agustus sering begadang, september oktober mulai bosan dan melelahkan, november mulai gak sabar tahun ini berakhir, dan desember... Aku sampai ujung tahun dengan memberi senyum kecil untuk mengucapkan "Selamat kamu berhasil melewati tahun 2024"
Begitu banyak warna yang mengisi hariku. Sampai aku lupa, jika bukan hanya bahagia, tahun ini juga banyak kejutan tidak menyenangkan untukku.
Rasanya begitu adil menyandingkan perasaan sedih dan bahagia. Ternyata kedua perasaan itu berdampingan sampai kapanpun kita hidup didunia.
Terima kasih diriku, sudah bertahan sepanjang tahun ini untuk menjadi lebih baik lagi.
Semoga, 2025 memiliki cerita yang membawamu kepada hal-hal baik.
Ngawi, 17 Desember 2024
Masjid al-Haram
The Great Mosque of Mecca
undang aku ke rumahMu, ya Rabb..
Mengejar Keterlambatan
Kenapa ya, orang-orang disekeliling kita selalu mengatakan, "Kamu gak pengen ngejar temen-temenmu?" "Mau sampai kapan gini terus, gak pengen kayak temen-temenmu?" "Kamu lho sudah harusnya gini, kayak temen-temenmu." Apa semua hal perlu kita kejar untuk bisa dikatakan seimbang?
Aku tidak mengerti, mengapa sebagian dari kita terlalu menyeimbangkan hidup individu satu dengan yang lain. Padahal jika dilihat dari bagaimana cara kita hidup, sudah berbeda.
Jika benar keterlambatan itu ada, bukankah kita punya tujuan masing-masing untuk berhenti dipemberhentian mana yang kita inginkan? Mungkin yang hampir sama dilalui prosesnya hanya sampai tamat SMA. Setelah itu, perjalanan bisa dimulai dari banyak hal, ada yang fokus pendidikan, ada yang fokus meniti karir, menikah muda dan lain sebagainya. Lalu keterlambatan mana yang harus dikejar jika tujuan kita berhenti saja sudah berbeda?
Jika memang benar aku terlambat, lalu siapa yang aku kejar untuk tidak terlambat?
Jika memang aku tepat waktu, lalu mengapa semua orang tidak menyetujui itu?
Sragen, 19 Agustus 2024 Dalam memahami-Mu