Dimana ada banyak pengharapan dan kecemasan ditanggal yang sama ditahun yang berbeda. 24 tahun yang lalu, Mimi berada diujung pengharapan melahirkan saya dengan segenap usaha dan doa. Layaknya perjuangan merebut kemerdekaan yang dihiasi dengan pertumpahan darah, pun dengan Mimi. Ada banyak darah yang dihabiskan untuk melahirkan saya. Namun tak juga menghabiskan apa yang disebut dengan harapan.
Kecemasan selalu pandai mengusik harapan. Tapi harapan dibantu cinta untuk terus tetap ada. Dan lahirlah saya kedunia. Menjadi pamungkas keluarga kecil yang dibangun Mama. Cukuplah dua meski ingin banyak. Sebab melahirkan saya yang dipenuhi banyak kecemasan membuat Mama khawatir pada kandungan Mimi yang melemah.
Dan saya, tumbuh menjadi anak perempuan yang dijaga baik oleh Mama. Anak terakhir dan perempuan satu-satunya.
Terima kasih Mama. Terima kasih Mimi.. 💕💕
Inilah hari dimana saya menjadi semakin tua. Titik pergantian umur menjadi lebih besar dari sebelumnya membuat saya melangkah semakin mendekati kedewasaan. Kedewasaan yang membuat saya harus lebih berhati-hati dalam melangkah. Sebab, langkah demi langkah yang saya ambil memiliki risiko yang tak kecil lagi. Juga, risiko yang harus sepenuhnya saya tanggung. Tidak seperti dulu yang masih bisa menengok ke belakang dan berlari menemui orang tua. Berlindung disebalik tubuh mereka. Kini, saya tak lagi bisa seterusnya seperti itu. Akan ada akhir dari awal yang sudah dijalani.
Selamat ulang tahun wahai jiwa. Terima kasih untuk selalu hidup dan terus temani saya menjalani tantangan didepan. Badai akan semakin besar. Tapi kau, jiwa, juga akan semakin besar. Kau menjadi besar sebab masalah yang besar. Tumbuhlah menjadi besar hingga masalah yang datang menciut dengan sendirinya.
Selamat datang di umur 24, wahai jiwa. Dimana diumur ini harus bisa melewati life crisis yang kedua. Menikah. Bertemu seseorang yang akan menemanimu sepanjang hidupmu. Seseorang yang menemani petualangan hidup dimasa yang akan datang. Seseorang yang mampu membuat jiwa semakin hidup dan terus hidup. Yang katanya, jodoh adalah yang sejiwa. Maka, jiwa, semoga ditahun ini kau bertemu teman jiwamu. Yang darinya, kau akan terus tumbuh dan hidup.
Hai, Jiwa, sudah siap dengan tantangan diumur yang lebih besar dari sebelumnya?
- Rumah, 18 Januari 2018 pukul 23.18