Satu Hari Satu Cerita #CeritaRamadhan5
MENU RAMADHAN. Teringat di salah satu kajian guru kami, beliau berpesan untuk mempersiapkan menu Ramadhan. Menu Ramadhan yang dimaksud di sini bukan menu fisik seperti makanan atau minuman, melainkan menu rohani. Kegiatan, aktivitas berupa spiritual, sosial, dan apa saja yang akan kita lakukan setiap harinya di bulan Ramadhan, yang bisa jadi kegiatan itu jarang kita lakukan di luar Ramadhan.
Mungkin di antara kita sudah pernah melakukan hal ini. Kira-kira berapa kegiatan yang bisa kita lakukan? 2, 3, 4, 5 atau lebih? Tergantung dari kemampuan masing-masing. Kalau bisa, kita buat checklist-nya, supaya kita bisa melihat seberapa jauh ke-istiqomah-an kita dalam melaksanakan apa yang kita niatkan. Catatan checklist ini juga membantu kita untuk meningkatkan semangat melaksanakan kegiatan. Di akhir, kita bisa me-review apakah semua kegiatan yang kita rencanakan dapat terlaksana semua dengan baik, atau ada yang bolong, atau setengahnya belum dimampukan untuk dilakukan, dan sebagainya. Sehingga ketika nanti kita bertemu Ramadhan berikutnya (aamiin), kita akan menfilter kegiatan mana yang kira-kira kita dimampukan untuk melakukannya, dan mana yang menurut kita masih sulit untuk dilakukan.
Di balik menu Ramadhan ini, sebagai refleksi, hikmahnya adalah belajar untuk lebih disiplin. Jika ada satu dua kegiatan yang belum dilakukan, seperti ada dorongan kuat dari dalam diri – kalau hati bersuara kira-kira begini – “waduh, ada satu atau dua yang belum dilakuin, ayo harus dirapel malamnya atau esoknya”. Sehingga mau tidak mau kita rapel kegiatan tersebut di waktu atau hari berikutnya. Dan ketika sudah dilakukan, rasanya lega sekali. Ibarat ada barang yang sedang dipikul, lalu kita bawa sampai ke tujuannya, setelah itu kita akan merasa lebih ringan. Ma sha Allah Tabarakallah.
Semoga menu Ramadhan ini menambah motivasi kita untuk selalu melakukan kebaikan, menghidupkan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Semoga menu ini tidak hanya dilakukan di Ramadhan saja, melainkan istiqomah hingga bulan-bulan selanjutnya.

















