"Menyapih" TV Day-1
Semoga istiqamah, mau nulis perkembangan "menyapih TV" untuk anak-anak di rumah.
Di mulai dari hari ini.
Day-1.
Alhamdulillah dengan dukungan suami untuk menyapih TV buat anak-anak. Hari pertama ini berjalan mulus biidznillah. Anak-anak baca buku, aku visa ngajarin mereka ilmu baru. Aku mau mengembalikan fitrah mereka yang masih lurus. Mereka adalah kertas putih yang masih bersih, tinggal keputusan kita mau kita lukis atau coret apa kertas itu. Dan kami memutuskan menanamkan nilai-nilai agama sedini mungkin, bukan hanya bergantung pada sekolahnya kelak. Justru di rumah lah pondasi utama itu di ciptakan.
Hari ini mengenalkan Unais tentang agamanya, aku tekankan berulang-ulang bahwa "agama kita adalah islam."
Aku: "agama kakak apa?"
Unais: "is-lam."
Begitu terus secara berulang-ulang sambil aku puji, "MaasyaaAllah pinter banget anak umma."
Pun aku juga mengenalkan Allah, bahwa Allah ada di atas langit.
Aku: "Allah ada dimana kak?"
Unais: "Atas langit."
Dengan situasi ini juga aku liat interaksi Unais dan Fathima lebih intens, bukan yang sibuk sendiri-sendiri. Mereka main bareng, ketawa-ketawa bareng. Aku juga jadi bisa sejenak lepas gadget untuk nemenin anak-anak main, bacain buku mereka sembari aku upgrade ilmu baru dari buku itu. Aku menikmati ini. Hariku terasa lebih produktif. Dan lebih bermanfaat untuk anak-anak.
Aku berharap bisa menerapkan ini hari demi hari. Sampai akhirnya mereka bisa lepas dari TV full. Terus di jual deh itu TV wkwk.
Ngaliyan, Senin 23 Oktober 2023.









