Hari ini aku masak sop ayam.
Suamiku tadi pagi sarapan sambil bilang “enak banget sop nya, seger, ayamnya empuk, bumbunya merasuk banget.”
Dia seruput kuahnya sampai habis.
Aku dengan PD nya bilang “comfort food ya ba? Kaldunya keluar itu. Mau nambah lagi kuahnya?”
“Udah ma, mau minum teh aja.” Lalu berangkat kerja. Hari ini last day suami kerja di perusahaan itu.
Aku nggak sarapan. Dan barusan baru mau makan, (jam 11.15). Udah semangat makan, waktu aku sruput sop nya, netes air mataku, pecah tangisku.
Bukan maksud mau mencela makanan, tapi aku rasa sopku beneran hambar, berkaldu tapi gaada asin nya. Padahal suamiku tipe yang lebih suka asin daripada aku. Kalau aku aja ngerasa ini hambar, pastilah di lidahnya lebih hambar lagi. Tapi dengan semangat dia menghabiskan sarapannya sambil terus memuji masakanku.
Aku jadi teringat, beberapa kali suamiku begini. Dulu pernah juga waktu awal nikah, aku masak kemanisan, iya kemanisan. Setiap kali menyuap nasinya, dia melihatku, begitu sampai makanan di piringnya habis. Tanpa komentar apa-apa. Aku justru tau dari lidahku sendiri ketika makan siang. Dia tidak pernah mencela masakanku. Kalaupun kurang suka, paling dia bilang “lagi pengen indomie hehe, boleh bikin mie nggak?” Itu aku tau kalau dia kurang suka sama masakanku.
Di tengah kegelisahan hatinya, tekanan pekerjaan, kehilangan teman dan di fitnah dengan tuduhan yang keji (di tuduh sebagai penghianat karena resign dan pindah perusahaan), dengan mentalnya yang aku yakin sedang tidak baik-baik saja. Tapi dia selalu masuk rumah dengan senyuman, bangun tidur dan melihat ke arahku sambil tersenyum, berangkat kerja dengan ceria seolah dirinya baik-baik saja. Aku tak tau hatinya terbuat dari apa.
Dia tidak membenci siapapun, dia tidak dendam kepada siapapun. Bahkan ketika nama baiknya di coreng temannya sendiri.
Semoga Allah lindungi suamiku. Semoga Allah haramkan suamiku dari api neraka. Semoga Allah berkahi umur dan rizkinya. Semoga Allah satukan kami kembali di Surga. Allahumma aamiin.
Ambarawa, 22 Mei 2026.
11.37 WIB
Aku tulis dengan dada yang sesak, mata yang basah, dan sesenggukan yang terdengar diantaranya.















