Dan sampailah pada ruang-ruang diskusi bersama diri sendiri, tanpan adanya ruang tanya jawab perihal meluruskan atau sekedar mengapirmasi,
Ruang dimana yang dulu tak pernah terpikirkan lalu sampai dan menawarkan lebih banyak pilihan ke depan, perihal jalan hidup dan penghidupan, perihal pulang dan kepulangan, lalu perihal arah yang mengarahkan.
Babak baru akan segera ku mulai, sampai yang dulu ku pilih karna alur kehidupan saat ini ku berdiri diatasnya, yaa bukan sampai perihal diatas namun sampai pada batas yang ditetapkan atas diri yang begitu banyak kekurang, ucap lirih terimakasih atas ketetapannya.. ku pikul ke depan akan seperti apa, namun keyakinan sering sekali bisa melewati batas atas kemampuan, semoga.
Masih banyak yang belum ku selesaikan, perihal kemarin yang terus mengikuti entah sampai esok yang kapan, bahwa memang hidup menurutku takperlu bercita-cita namun jalani saja apa yang digariskan ikhtiar yang difokuskan, karna aku tersadar pada kata tentang manusi asik merencanakan hidupnya disaat itulah tuhan mulai menertawakannya, oleh karnanya bertawakal tuhan tekankan pada apa-apa yang hambanya kejar agar tak lepas dari hati yang pasrah dan berserah.
Semoag itu yang ku pegang ke depan, perihal liku yang bertambah dan berjarak lebih panjang, perihal sampai pada titik yang lainnya dan menciptakan lagi ruang-ruang yang semoga senantiasa lestari dan bestari serta membumi..














