Lahir di era tahun 90-an secara otomatis menjadikan saya sebagai generasi millenials atau #generasilanggas. . . Tumbuh dan berkembang pada era pergantian abad, menjadikan #generasilanggas berbeda dengan generasi lainnya. Especially karena telah pesat dan berkembangnya penggunaan teknologi. . . Ciri dari #generasilanggas ini adalah mereka selalu ingin menjadi yang terdepan. Mereka ini punya personal branding. Makanya gak heran kalau sekarang opini apalagi selfie berseliweran di timeline media sosial. Mereka selalu merasa perlu tampil di hadapan khalayak. Ini juga alasan mereka berusaha untuk memposting hal semenarik mungkin di media sosial utk mendapat love dan komentar yg banyak. Bisa dibilang #generasilanggas adalah attention seeker. (Mungkin postingan ini pun termasuk attention seeker utk menaikkan personal branding pemilik akun. Wkwkwk). Sehingga mewabah deh yg namanya narsisitis. Hihihi. . . Keinginannya utk selalu tampil terdepan, membuat #generasilanggas menjadi fear of missing out alias 'fomo'. Gak heran kan kalau #generasilanggas mempunyai hampir semua jenis akun media sosial. Takut kalah update. Hihihihi. . . Update is important but, kita juga harus pandai memfilter perkembangan isu dan opini. Karena arus globalisasi membuat informasi berkembang bebas. Selain itu, jadikanlah setiap akun media sosial itu sebagai pesan: adonan kata yang sarat makna. Bukan sebaliknya. Karena setiap kita punya cerita dan terdapat hikmah di dalamnya. Maka ijinkanlah yg lain untuk memetiknya. . . Lets be millenials yang bijak dalam menggunakan media sosial agar bisa menginspirasi dan memberi teladan. (miris kan liat postingan yg berisi hujatan dan kebencian. Belum lagi anak anak abg yg memposting hal yg belum pantas dilakukan). . . #millenialswannabe #generasilanggasindonesia #bijakbersosialmedia











