Sudah kubilang berapa kali?
Kalau sudah tahu tak sejalan, buat apa dipertahankan? Kalau sudah tahu tak sepemikiran, buat apa menjadi bahan pertimbangan? Kalau sudah tahu tak ada restu, buat apa dijalani kalau keberkahan itu hilang?
Buat apa berasumsi kalau kita bisa membuat pilihan saat itu juga? Kenapa mau berlama-lama dalam kekhawatiran padahal jalan keluarnya ada di depan mata. Buat apa mengikat langkah kaki kita sendiri, saat orang lain bergegas berlari. Kalau cinta membuatmu jadi bodoh, itu bukan cinta. Sudah tahu jawaban yang benar, malah pilih yang salah. Sudah ada jalan keluar, malah memilih jalan yang buntu. Hidup berlarut, waktu bergulir, kemudian menyalahkan keadaan. Sudah kubilang berapa kali?
















