Kelahiran Nabi Muhammad dan Isyarat Kemenangan Ummat
12 Rabiul Awal alam bergembira, menyambut datangnya sang Nabi mulia.
Nabi terakhir untuk ummat, nabi pembawa wasilah Rahmat Tapi Ka'bah sedang gunda gulana, kiblat itu hendak diserang pasukan Abrahah Pasukan bergajah, bergerak, penghancur Burung Ababil, datang, bertahan
Sampai akhirnya Burung Ababil dengan kayu dari nerakanya, mampu mengalahkan pasukan abrahah yang serakah nan congak.
Kelahiran Nabi merupakan peristiwa bersejarah bagi ummat manusia. Kehadirannya mampu merubah mindset berfikir banyak tokoh-tokoh dunia, baik muslim maupun non muslim. Anehnya beberapa dari orang-orang muslim sendiri malah menjadikan momen ini sebagai momen perdebatan tiap tahunnya. Tentang hukum maulid dan sebagainya. Ini tanggal nabimu, rasulmu, panutanmu, bagindamu, dilahirkan ke dunia membawa risalah suci nan mulia. Di hari yang penuh keharuan ini, mengapa engkau malah mencari keributan yang tak berarti?
Tentu kita semua setuju bahwa jangan sampai kecintaan kita kepada Nabi Muhammad menyebabkan kita syirik kepada-Nya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Janganlah kamu memuji aku berlebihan sehingga melampaui batas seperti kaum Nasrani telah melampaui batas dalam memuji Ibnu Maryam (Nabi Isa). Atau jika ada yang menjadikan maulid sebagai kegiatan berlebihan yang keluar dari syariat-syariat Islam. Tapi jika kegiatannya masih sah-sah saja, mengapa dipermasalahkan? Ummat ini sudah susah payah bersatu, mau sampai kapan berkutat dalam khilafiyah yang tiada ujungnya?
Ah sudahlah, aku tak ingin membahas itu. Masih banyak rahasia-rahasia besar yang belum kita telisik. Ada hal menarik yang wajib kita renungi dalam peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebuah tanda kebenaran agama yang dibawa olehnya. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa bertepatan dengan kelahiran beliau, 14 balkon istana Kisra runtuh, padamnya api yang biasa disembah orang-orang Manusia. Sertanya hancurnya beberapa gereja di sekitar Buhaira setelah gereja-gereja itu ambles di tanah. Tentang Kisra, ternyata kekuasaan Persia pada kemudian hari hanya bertahan sampai 14 raja. Persis dengan jumlah balkon yang runtuh.
Ini adalah isyarat kemuliaan agama. Tanda bahwa agama Islam telah dimuliakan dengan berbagai peristiwa ajaib yang terjadi ketika nabi terakhirnya dilahirkan. Bukan hanya itu, ini merupakan isyarat kemenangan ummat. Bahwa bagaimanapun megahnya kerajaan Persia, bagaimanapun kokohnya gereja Buhaira, bagaimanapun kuatnya kaum Majusi, itu semua mampu dikalahkan dan ditaklukan oleh ummat Islam. Terbukti di kemudian hari, Persia mampu takluk di tangan ummat Islam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Penaklukan Mesopotamia yang dipimpin oleh Khalid bin Walid menjadi penutup rangkaian episode pembebasan heroik ini.
Masih pada masa Khalifah Umar, Agama Kristen yang diwakili oleh Romawi pada saat itu pun terpukul dengan kekalahan menyakitkan pada perang Yarmuk yang mengakhiri kekuasaan di Asia Kecil bagian Selatan. Tapi perjuangan masih terus berlanjut. Janji Rasul tentang penaklukan kota Roma masih menunggu panglima yang mampu mengembannya. Apakah kau, dia, atau mereka? Semua bisa terjadi, yang terpenting terus berusaha melakukan yang terbaik demi agama tercinta.
Isyarat tak biasa pada kelahiran Nabi ini patut menjadi sarana muhasabah. Juga membangun kembali keoptimisan ummat ditengah-tengah carut marut kemunduran Islam dari segi internal maupun eksternal. Agama ini telah diberi anugrah kemenangan-kemenangan historis yang wajib kita telaah kembali. Agama ini telah diberi karunia penaklukan-penaklukan hebat diluar perkiraan banyak peramal. Agama ini telah diberi rahmat pembebasan-pembebasan suci yang dilandasi dengan iman dan akhlaq.
Kitalah bangsa pemenang, kitalah bangsa penakluk, kitalah bangsa pembebas, kitalah Khalifah haqiqi yang difirmankan Allah dalam kalam-Nya. Jangan pernah gentar dengan kekuatan-kekuatan hebat dari musuh-musuh Islam. Janji Allah sudah jelas "Barang siapa yang menolong agama-Ku maka aku akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya" (Muhammad ayat 7)
Miqdar Qur'any













