Waktu itu sebenarnya adalah hari paling indah dalam hidupku. Dari pagi sampai menjelang sore tiada hentinya perut ini mendapat makanan Gratis. Teman-temanku banyak yang mentraktirku mulai dari yang ulang tahun, menang lomba, dan yang diterima cintanya. Dan Juga ada acara di madrasah waktu itu. Tapi yang paling kenyang sih ditraktir sama temanku yang diterima cintanya. Mungkin karena itu cinta pertamanya. Jadi sangat spesial dan dia juga anak orang paling kaya di kampungku, Jadi waktu dia bilang makan sepuasnya aku juga tidak segan. Tidak segan-segan untuk makan banyak. Sampai-sampai aku tak bisa berdiri.
Tapi hal yang tidak diharapkan itu terjadi, hal yang merusak hari paling indah dalam sejarah hidupku. Kejadian itu bermula saat aku baru pulang dari madrasah tempatku sekolah. Sore yang sepi, tenang dan damai. Aku berjalan pulang menuju ke rumah, kupegangi perut yang sudah penuh ini, laksana orang hamil. Ketika aku melewati sebuah gang. Timbul pertanyaan di benakku “kenapa aku gak lewat gang ini saja ya? Kan lebih dekat. Daripada susah lewat sana jauh, harus memutar lagi jalannya”. Rasa malasku mendobrak petuah yang diberikan orangtuaku untuk tidak boleh masuk gang ini. Tidak hanya orangtuaku, orang-orang sekitar pun percaya bahwa gang ini berhantu. Makanya mereka tidak pernah masuk gang ini.
“Apa-apaan orang-orang ini, masa takut sama hantu. Takut itu sama Allah. Kalau beneran takut baca aja ayat kursi kan kelar. Aku ini anak madrasah tidak takut yang namanya hantu, heuh”. Aku pun berjalan masuk ke dalam gang sambil mengucap bismillah.