Jika ternyata di perbatasan kota masih digenangi air, siapa lagi yang akan kusenyumi pagi ini?
Senyum dengan wajah *kamase-mase* seperti kemarin, senyum merengek, berdo'a dalam hati, meminta tolong tanpa suara, dan datanglah seorang bapak-bapak asing yang kuduga memiliki anak, dengan semangat menawari pertolongan “nak, sini saya bantuki’ kasi’ menyebrang motor”.
.
.
Alhamdulillah.
.
.
Entah sudah berapa kali Allah mengabulkan do'aku dalam hitungan detik di perbatasan kota. Ada saja orang yang menolong, bahkan pernah sekali pada malam yang *liwa’ sinona*, rantai motorku putus di tengah banjir dan dua orang pria dewasa dengan aroma *ballo’* menyengat datang dari arah berlawanan. Merekalah yang susah payah menolongku, bahkan mengantarku hingga ke rumah.
.
.
Ah, sering kali kukatakan “inakkemi anne ata kamase-masena Allah ta'ala.”
.
.
“Manna kemaei ta'dongko’ batang kalennu, punna tappa jako ri Panngamaseanna Allah ta'ala, iyangkanayya assibuntulu'jako antu tau bajik. Tau bajika runtu’ kananna, bajika gau-gau'na, lomo-lomoa annulung paranna rupa tau.” 😊😊
.
.
#makassar #moncongloe #semangatpagi