Dimasa lalu, sesuatu pernah terjadi dan ku harap takkan terjadi lagi dimasa yang akan datang.
Karenanya kutulis sebuah surat bukan sebagai tanda pepisahan.
Teruntuk kawan yang aku sayangi karena Allah SWT:
Semasa kita hidup, aku percaya kita bahkan tak pernah memiliki hidup, kita selalu diincar kematian.
Tapi, Kita memiliki waktu. Dengannya kita mati, dan karenanya kita dimintai pertanggungjawaban.
Dan waktu yang kita miliki punya harga.
Seseorang membayarnya dengan bekerja, seseorang dengan pengabdian, dan beberapa orang dengan menghidupi mimpi.
Karenanya ada hal-hal yang harus dibayar dari sebuah keterlambatan.
Bisa jadi, ada mimpi yang tertunda atau mungkin tak jadi terwujud, sebab pepatah bilang kesempatan tak datang dua kali.
Karenanya kawan, ada harga atas waktu. Ada harga atas keterlambatan.