Membangun Mimpi dengan Bermimpi
Matahari sudah mulai condong sedikit kebarat,awan pun sudah menonjolkan sedikit warna jingga tenang nya,ya waktu sudah menunjukan pukul 17.15 waktu indonesia bagian barat,suara mesin motor menderu perlahan lahan, menadakan sipengendara kelelahan dalam menambah tenaga kecepatan motor,kuintip dari sudut jendela ruang tamu ternyata sipengendara motor itu ayahku, sementara di ruang tamu berkumpul keluarga dari bundaku, ada paman dan bibiku, juga om ku bersama tanteku, sedari pukul 15.00 tadi,sebelum sang langit menunjukan keindahan nya.
Ayahku pun berjalan dari garasi ke dalam rumah,semua keluarga yang sedari tadi ngobrol bercakap cakap ringan seketika diam,hening,entah mengapa. Aku tak terlalu ingin tau ataupun bertanya tanya dengan permasalahan orang dewasa,lalu anak umur 11 tahun ini pergi dari rumah untuk bermain ke rumah sahabat nya, hanya berbeda blok saja waktu itu,dulu aku tinggal di perumahan griya tepat nya di bogor jawa barat,tempat nya asri,masih banyak pohon pada waktu itu.
Aku pun bermain hingga lupa bahwa waktu sudah menunjukan pukul 21.00, tiba tiba aku di hampiri oleh pakde ku kakak dari ayah ku, lalu aku pamit dengan sahabat ku yang bernama sufi.
Di dalam mobil aku bertanya tanya,ini mau kemana? ,mengapa bunda menangis? Mengapa rahang paman terlihat keras dan kaku yang menandakan bahwa ia sedang marah? Mengapa paman dari ayah ku juga seperti menahan tangis? Seolah aku melihat bahwa permasalahan ini juga menyangkut pautkan diri ku.
Akupun terbangun,kulihat ke arah jendela kami masih di perjalanan,didalam mobil suasana hening,ku tengok ke arah bunda,tertidur dalam keadaan muka sembab,ku tengok hand phone Nokia c3 ku,banyak telfon masuk dari teman teman,ku telfon marta tetanggaku di angkat dan kami pun bercerita.
Sampai di jakarta kami pun merapikan barang bawaan yang kami bawa dari bogor,semakin lama aku semakin paham apa masalah yang sebenarnya terjadi,tak perlu ku jelaskan panjang lebar,awal dari cerita ini sudah sangat jelas sekali menggambarkan.
Sudah 1 bulan kami di jakarta,kami di rumah bude,kakak dari bunda ku,waktu itu hari minggu,aku ingat sekali aku,bude,tante pakde serta adik ku mengantar bunda ke bandara soekarno hatta,bunda lebih dulu pergi ke yogyakarta,untuk mencari tempat tinggal serta sekolah dasar untuk melanjutkan ku ke sekolah kelas 6 SD dan adik ku kelas 2 SD.
5 bulan berlalu,aku dan adik tinggal di rumah budeku yang di jakarta,akhirnya kami pun ikut menyusul bunda ke yogyakarta,dengan di antar bude,paman,dan kakak sepupuku kami berangkat naik avanza,perjalanan pun di mulai,dan kami berangkat pukul 9.00.
Matahari pun sudah menunjukan lelahnya,ia tenggelam di gantikan piket oleh bulan, yang jaga malam ini dan kamipun sampai di kota purbalingga, tempat tinggal mertua nya paman ku, aku memanggil beliau pun mbah putri dan mbah kakung, disana beliau punya empang yang isinya ikan mas, katanya sih ikan betina nya lagi hamil.
Kamipun menyantap ikan yang tadi kami pancing, telur nya banyak dan telurnya di goreng, yang makan pakde ku karena hanya beliau yang doyan, katanya di nikmati dengan sambal dan nasi hangat menambah kenikmatan saat menyantap telur gpreng nya, hari semakin terik ,perut keadaan kenyang, keringat mengucur pelan, tanda matahari sudah tepat di atas kepala, waktunya kami bersiap siap berberes melanjutkan perjalanan ke yogyakarta.
Kamipun pamit dengan haru, aku mengucapkan terimakasih mbah, dan kamipun melanjutkan perjalanan dalam perjalanan ke jawa sepanjang jalan itu kami melihat sawah, dan ada gunung mengerucut indah, udara pun sudah mulai teduh, dengan izin kepada paman, aku meminta bahwa jendela mobil untuk di buka, paman pun mengiyakan.
Sampai di yogya itu sore jam 16.30, tepat di depan ruko berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga kami berhenti, keluar wanita cantik yang kami rindukan,ya bundaku, kamipun berpelukan, adikku menangis, dan kamipun melanjutkan perjalanan ke rumah baru kami, ya kami menetap di kota nyaman ini, kota Yogyakarta, dengan adik dan bunda yang naik becak kamipun mengikutinya dari belakang.
6 tahun pun berlalu, sekarang aku menempati bangku sekolah menengah atas kelas akhir, dan adik ku SMP kelas 2, aku sedang mempersiapkan untuk masuk untuk bertarung di perguruan tinggi negri. Waktu begitu cepat berlalu, kelulusan pun berlangsung sambil menunggu hasil test ku di salah satu universitas akupun ke jakarta,menjadi volunteer kasih palestina cabang jakarta, yaa menjadi relawan selama bulan puasa tentunya.
Dari situlah aku bertemu teman yang sekarang menjadi sahabat ku, alisa namanya, teman berbisnis ku hingga sekarang, karena setelah selesai S1 pendidikan bahasa indonesia aku memulai usaha dari toko kue,toko baju,dan sekarang aku membuka wedding gallery, setelah lulus sembari membuka usaha sampingan aku khursus MUA dan sahabatku alhamdulillah berbakat dalam menjahit, Kamipun membuka usaha bersama, setelah ini aku akan melanjutkan untuk S2 dengan hasil jeripayahku sendiri.
Dan bundaku sekarang tinggal menikmati hasil yang beliau dulu usahakan,dan adik ku satrio herlambang, sekarang dia sekolah pendidikan untuk menjadi TNI angkatan udara.
Yogyakarta, 16 Maret 2019.