Hidup Terarah X Hidup Terserah
Pada era digital saat ini, kita sadar bahwa sebagai millennials hidup kita telah terasosiasi dengan :
Life Balance
Digital Mindset
Instan dalam hal apa pun
Pertama, kita berusaha untuk menyeimbangkan pekerjaan, kuliah, dan kesibukan kita lainnya dengan waktu yang kita miliki. Termasuk dalam kehidupan rutin kita, agar apa yang kita lakukan berjalan dengan baik dan hati merasa tenang.
Kedua, pemikiran kita yang sudah teradaptasi dengan hal-hal serba digital. Teknologi semakin berkembang, dan ini tertanam dalam diri kita untuk ‘tidak perlu repot’ melakukan hal secara manual. Tetapi, hal ini juga dapat menjadi hal negatif apabila kita salah menggunakannya. Atau bahkan menjadi merasa lebih tau dari orang tua kita karena pemahaman kita mengenai teknologi dilevel atas, berbeda dengan orang tua kita yang tidak terlalu paham dengan kemajuan teknologi saat ini.
Ketiga, mengenai hal instan yang juga berhubungan dengan digital mindset saat ini. Saat ini kita ingin mencapai ini dan itu secara instan dan tidak terpikir dengan proses yang panjang. Contohnya saja ketika melihat selebgram yang memiliki usaha, atau teman yang lebih berkembang dari kita, lantas berpikir ingin lebih baik secara instan.
Seakan hidup tidak terarah dan tidak tau harus mulai darimana dalam melangkah, mungkin ada yang berpikir seperti ini, atau sudah merasa sudah produktif tetapi merasa “gini-gini aja” kok ga ada perkembangan dan seakan tidak bermakna aktivitas yang dilakukan.
Seperti mediocre (biasa aja, median/rata-rata), orang yang merasakan hidupnya gitu-gitu aja, merasa biasa aja, seakan tidak ada yang menonjol dari orang lain. Hal dasar yang diketahui, orang-orang juga tahu, apa yang biasa dilakukan orang juga biasa kita lakukan. Nah, hal yang berbeda atau menonjol dalam diri kita itu akan menjadikan kita tidak mediocre.
Dampak Pemuda Tidak Produktif
1. Merasa dirinya terbelakang, tertinggal tanpa sadar.
2. Angan tanpa nyata, ingin sesuatu tapi aktivitas yang dilakukan setiap hari tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
3. Stress, keinginan yang tidak pernah terwujud.
Lantas, jika mediocre adalah orang yang sama seperti orang lain pada umumnya, bagaimana agar kita tampak berbeda dan dapat melakukan hal yang menonjol diantara orang lain?
Kita harus tahu, mereka yang diatas rata-rata itu akan disebut sebagai Runner. Seorang Runner ini akan memilih hidup terarah dibanding hidup terserah. Dan dia yakin bahwa, pilihan hidup bukan mengalir seperti air tapi harus terarah dan memiliki tujuan yang pasti. Kenapa? Sebab jika mengikuti arus air, kita tidak akan tahu sampai mana air itu akan mengalir, apakah menuju selokan banyak sampah?
Lantas, hidup terarah itu gimana ya dampaknya bagi diri kita?
Dia tahu harus melakukan apa
Dita tahu bagaimana melakukannya
Dia tahu apa yang dia inginkan
Dia tahu apa yang perlu dan tidak dilakukan
Dia tahu kapan harus lanjut atau berhenti
Dia menikmati hidup dengan penuh kepastian
Sebagi closing dari resume dari video pendahuluan ‘Life Planning Canvas’ @mudif.co, ada 3 prinsip dalam merencanakan kehidupan, yakni :
Prinsip Merencanakan Hidup
Keyakinan setiap manusia memiliki peran dibumi. (QS. 2 : 30)
Merencanakan kehidupan sama dengan merencanakan kesuksesan (QS. 59 :18)
Kehidupan akhirat lebih baik daripada dunia (QS. 87: 17)
Quotes
“Hidup itu tentang memilih. Apa pun pilihan kita, konsekuensi yang hadir tidak bisa kita hindari.”
What is life planning canvas?
Life Planning Canvas adalah kerangka kerja yang membahas perencanaan kehidupan dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas tulisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah.










