My COVID Notes: Hari ini saya memutuskan utk tidak salat Jumat di Masjid depan kompleks. Hal ini terpaksa saya lakukan krn di rumah saya ada anggota keluarga yg masuk kelompok rentan terhadap COVID19. . Sesudah 3 bln lebih masjid kembali dibuka utk umum, makin hari penerapan protokol kesehatan makin kendor. Awalnya semua orang diperiksa temperatur, wajib cuci tangan, pakai masker, makin kesini makin banyak yg tidak menghiraukan. . Memang shaf salat masih berjarak, tetapi tdk jarang ada yg dengan cueknya mengisi ruang kosong itu. Tidak memakai masker/menaruh masker di dagu, dan ketika imam/khatib selesai, makin banyak yang berbondong utk mencium tangan dan berkerumun. . Masalahnya kebanyakan orang adalah OTG. Ini menjadi tantangan tersendiri apalagi kalau merujuk hadis sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). . Edukasi & kesadaran masyarakat memegang peran kunci dalam keberhasilan menekan angka penularan virus ini . Saya pribadi masih mencoba utk terapkan protokol seketat mungkin. Selesai dr luar rumah, semua pakaian dipisah, didesinfeksi begitu juga aksesories jam, kacamata, dll saya juga langsung mandi. ART yang baru kembali dari kampung, dikarantina mandiri, tes PCR sampai cleared baru boleh ke rumah. walaupun dibilang lebay ya ndak papa. Teringat kisah teman yang terpaksa harus dirawat di RSD Kemayoran, wlp ybs adalah orang yg resik selalu ikut protokol. . Memang Behavioral Change tdk mudah apalagi jika kita melawan musuh yg tdk kelihatan, harus memilih mati nggak makan atau kena virus. . Pemerintah (pusat/daerah) punya andil besar utk kendalikan pandemi. Kalau kurang/salah harus dikritik, tapi kalau masing2 kita tdk turut andil dr yg plg sederhana ya sami mawon. Ada teman psg status akan tegur orang yg tdk pakai masker adl contoh +. . Ayo dong ahli psikologi, sosiologi, kedokteran, komunikasi, BCC, dll bantu rumuskan hal sederhana tanpa jargon2 teknis yg bikin puyeng spy lgs masuk bwh sadar masyarakat. #mulaidari0 (at East Jakarta) https://www.instagram.com/p/CE_peBusAyv/?igshid=776lm8k6yw7y











