@radfemjourney rip
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Poland
seen from United States
seen from United States

seen from Georgia
seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from China

seen from Türkiye
@radfemjourney rip
my mind has and still am being clouded with questions,
questions that needs to be solved,
for the sake of clear comprehension,
due to existing as a person with limitations.
wish i was the person i used to be,
but those days are but a history.
if only contradictions were a friend to facts,
then there wouldn't ever be a dissonance to be burdened with, indeed.
i mean aren't you the almighty? the one who already knows, from the very beginning, what's inside the hearts and minds of men whom you've created?
i suppose you knew this day would come.
i guess i'll let this fuzz be only between you and me.
some ex-muslim who says how they're ex-muslim every 2 minutes on twitter: oh I left islam for *insert some extremist 'islamic' belief that only 5% of muslims believe in*
to clarify-
if you do decide to leave Islam you do you bc your decision does not impact literally ANYONE. Like people brag how they left Islam so much like ?? okay no cares lmao ? what do you want ?
Untuk Apa Ganti Warga Negara dan Ganti Agama/Murtad-Muallaf
Orang indonesia pindah jadi warga negara malaysia atau brunei atau inggris terus bangga bahasa melayu atau inggris Orang india pindah jadi warga negara jepang....bangga bahasa jepang....
Untuk apa pindah warganegara???
Langitnya sama Ada matahari bulan bintangnya... Presidennya dan rakyatnya sama yaitu manusia... Tetap ada kelahiran makan minum aktifitas istirahat...sehat sakit suka duka tawa tangis hal baik hal buruk kehidupan dan kematiannya... Sama sama dibuminya...bukan planet lain...seperti mars atau pluto atau planet lain di langit ke tujuh... Sama sama dalam Kerajaan Tuhan nya.... Sama sama dalam liputan ilmu dan kekuasaan Tuhan yang maha besar nya... Sama sama ada hukum sebab akibat hukum alam dan sunnatullohnya...
Untuk apa pindah agama??? Murtad muallaf... Pemuka agama juga sama sama manusia Umat beragamanya juga sama sama manusia .... Sama sama umat beragamanya ada yang baik dan yang jahat...ya disemua agama ....
Segera Tuntun Syahadat bagi yang Ingin Masuk Islam
Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya merasa bahagia ketika ada orang-orang dari agama lain, seperti Kristen atau Yahudi, yang ingin memeluk Islam. Namun, seringkali kita mendengar cerita tentang bagaimana niat baik ini justru ditunda oleh orang-orang yang seharusnya membimbing mereka. Ini adalah situasi yang menyedihkan dan bertentangan dengan ajaran Islam. Ketika seseorang dari luar agama ingin masuk Islam dan menyampaikan keinginannya kepada kita, sering kali kita mendengar alasan-alasan seperti "Pelajari Islam lebih dalam dulu" atau "Coba pikirkan lagi." Tindakan menunda ini sangat disayangkan, karena seharusnya kita segera membimbing mereka untuk mengucapkan syahadat. Ini adalah langkah pertama yang sangat penting sebelum kita membantu mereka dengan dokumen atau referensi untuk mempelajari Islam lebih lanjut. Yang terpenting adalah mereka sudah keluar dari kekufuran, yang merupakan dosa terbesar di hadapan Allah. Pentingnya Menuntun Syahadat Al-Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu' menegaskan bahwa jika ada orang kafir yang ingin masuk Islam, kita harus segera menuntunnya. Menunda proses ini dengan alasan apa pun adalah tindakan yang sangat dilarang. Bahkan, Imam Nawawi mengutip Imam Al-Mawardi yang menegaskan bahwa jika seorang Muslim membiarkan orang kafir tetap dalam kekufuran, ia bisa dianggap murtad. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Kita perlu menyadari bahwa menunda seseorang yang ingin mengucapkan syahadat sama saja dengan merelakan mereka tetap dalam kekufuran. Para ulama sepakat bahwa jika kita sedang melaksanakan salat dan seseorang meminta untuk dituntun mengucapkan syahadat, kita wajib membatalkan salat tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya momen tersebut, bahkan lebih penting daripada salat yang sedang kita lakukan. Imam Al-Baijuri dalam Hasyiyah-nya atas kitab Al-Iqna’ menjelaskan bahwa membimbing orang kafir yang ingin mengucapkan syahadat lebih utama daripada menolong orang yang tenggelam. Ini karena menuntun seseorang untuk mengucapkan syahadat berarti menyelamatkannya dari siksa neraka yang abadi. Oleh karena itu, jika kita berada dalam situasi di mana seseorang ingin memeluk Islam, kita harus segera membantu mereka tanpa menunda-nunda. Tanggung Jawab Setiap Muslim Setiap Muslim, termasuk para da’i dan pengurus masjid, memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini. Ketika ada kesempatan untuk membimbing seseorang ke jalan yang benar, kita harus segera bertindak. Jangan sampai kita menunda-nunda atau memberikan alasan yang tidak perlu. Ini adalah kesempatan berharga untuk menyelamatkan jiwa seseorang dari kekufuran dan mengantarkannya ke dalam cahaya Islam. Menyelamatkan seseorang dari kekufuran adalah tindakan yang sangat mulia. Kita harus ingat bahwa setiap orang yang ingin masuk Islam adalah anugerah. Mereka telah memilih untuk meninggalkan keyakinan lama mereka dan mencari kebenaran. Oleh karena itu, kita sebagai Muslim harus siap dan bersedia untuk membantu mereka dalam perjalanan spiritual ini. Kesimpulan Jadi, mari kita ingat untuk tidak menunda-nunda ketika ada orang yang ingin mengucapkan syahadat. Tindakan kita bisa menjadi jembatan bagi mereka untuk menemukan jalan yang benar. Dengan membimbing mereka, kita tidak hanya membantu mereka, tetapi juga mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang peka dan siap membantu mereka yang ingin mengenal Islam lebih dekat. Wallahu a’lam bis shawab. Baca selengkapnya di Batuter.Com Link Center : https://tautanku.com/batutercom
KH Idrus Ramli: Meragukan Kemurnian Al-Qur’an Masuk Dalam Murtad ‘Itiqadi
KH Idrus Ramli: Meragukan Kemurnian Al-Qur’an Masuk Dalam Murtad ‘Itiqadi
Di antara kesalahan fatal dari pemahaman Syiah adalah meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci palsu alias tidak asli dengan tuduhan 2/3 ayat-ayatnya telah hilang dan dibuang oleh para sahabat. Demikian ulasan Dewan Pakar ASWAJA Center NU Jawa Timur, KH Mohammad Idrus Ramli ketika mengisi seminar ‘Bahaya Syi’ah dan Libralisme’ di PP Hidayatullah Surabaya, Ahad (01/11/2015). Menurut Idrus,…
View On WordPress