Move-On dari Kamu
Pernah namanya ngerasain bahwa ngelupain orang itu susah banget. Terkadang orangnya sih terasa udh gak ada artinya, tapi cerita dan hal-hal yang sering dilakuin bareng itu yang bikin berat buat dilupain.
Well kalo ditinjau dari segi artinya secara bahasa kamus, move itu berarti "langkah, giliran, perpindahan, menggerakkan hati, membuang dan sebagainya". Nah arti dari on " sedang berlangsung, di, di atas, dan sebagainya".
Nah dari arti move dan on tadi, kalo aku tarik arti dari yang aku pengen, move on itu berarti "sedang berlangsung menggerakkan hati (untuk) membuang". Yaa bisa lah yaa.. Ahahha..
Jadi ketika dalam kondisi move on, seseorang harus bisa menggerakkan hatinya untuk membuang segala rasa, pikiran dan kenangan-kenangan manis maupun pahit untuk bisa mengalami perpindahan ke kondisi tanpa kegalauan karena dia.
Terus apakah move on mudah? Jawabannya ya mudah dan susah. Terasa mudah bagi orang yang disakiti begitu dalam, sampai mendengar namanyapun alergi. Terasa susah bagi pihak yang melakukan kesalahan, kemudian menyesali, hingga penyesalan itu berubah menjadi ambisi untuk bersamanya lagi.
Lalu kenapa ada "kamu" di judul tulisanku ini?. Ya objek yang belum aku move on-in itu ya kamu. Entah kenapa aku yang belum bisa move on. Padahal cerita kita amat singkat, mungkin aku masuk dalam kategori pihak yang salah. Sehingga kamu menjadi ambisiku.
Aku pernah mendengar quote dari salah satu movie romantic (cuma lupa siapa nama yang punya quote) "jika kamu mencintai seseorang, lukai dia terlebih dahulu, terkadang rasa bersalah itu ampuh untuk mempertahankan sebuah hubungan".
Yaa masuk akal lah ya, karena pernah ngelakuin keasalahan, pengen gak akan ngulangin, jadinya pengen bahagian pasangan yang udah disakitin tadi.
Nah lanjut lagi ke kamu, aku mikir kenapa aku susah move on dari kamu. Dan ak nemuin beberapa faktornya sih (tauk deh bener apa kagak).
Pertama, timing kamu masuk kedalam hidup aku itu pas banget. Ketika aku baru pisah 150 hari (pake hari aja, biar dramatis) dari orang yang malang melintang kucintai lebih kurang selama 2.880 hari. Kemudian kamu datang dan masuk membawa secercah cahaya harapan dalam hidupku (ciee ilee)..
Kedua, ngobrol sama kamu itu asik, nyambung, kamu perlakuin aku tu kayak yang aku mau, tanpa aku ngomong kamu udah tau (semacam bisa baca pikiran aja lu tong). Hal yang jarang kutemuin (dari alumni hati, alumni gebetan) sebelumnya, Sampe akhirnya aku ngelepas gebetan aku dan memilih kamu (aku mah rada cantik, jdi yang ngedeketin gak cuma satu lah ya haha).
Ketiga, karna kontekan saban hari, saban jam, sampe lupa waktu, kamu itu hampir berubah menjadi duniaku. Kenapa gitu? Jam tidurku berantakan (begadang bareng kamu), jam istrahatku gak ku pake full (telponan bareng kamu). Kadang makan pun ak tunda (lebih milih ngobrol sama kamu).
Ya apapun faktornya, ya bener aku emang belum bisa move on dari kamu. Mungkin bisa dinamakan jatuh cinta yang terlambat. Aku gak tau perasaan kamu sekarang gimana ke aku. Yaah mungkin namanya cindek (cinta dewek).
Kamu tau, berdesir rasanya di hati waktu temenku bilang "kau disuruh move on sama abang ini". Terlintas dalam fikiranku kamu udah risih dan cenderung muak dengan sgala tingkah aku. Iya tingkah yang bikin kode-kodean pake story. Berharap kamu kepancing dan perhatian.. Tapi ak harus berkaca lagi, aku harus sadar diri lagi, aku harus sadar lagi (bukannya harus sadar aku ini siapa)..
Dalam hati bertanya-tanya. Bukankah wanita itu seharusnya menunggu? Lalu kenapa aku terlalu berjuang? Apakah aku seperti pengemis yang haus balasan perasaan? Bagaimana harga diriku di pikiran dia? (aku mah gak mikirin orang lain, story ku kode-kodeannya kan buat dia ). Ya ini salahku,
Ini semua seperti aku bermain di pinggir air yang tenang, aku menepukkan tanganku ke air, aku yang basah, aku kebasahan, aku kedinginan, sedangkan kamu hanya melihat dari kejauhan (sebrangnya tempat aku main air) berdiri gagah, dan kering. Iyaa cuma aku yang basah.
Ttd
Aku yang belum move on
-EURH-







