Kamu hanya perlu pembiasaan saja..
Bukankah bisa karena terbiasa?
Cinta karena terbiasa?
Dekat karena terbiasa?
Tangguh karena terbiasa?
-biasa itu perlu-
Sade Olutola
hello vonnie

tannertan36
Sweet Seals For You, Always
TVSTRANGERTHINGS
Cosmic Funnies
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
$LAYYYTER

#extradirty
One Nice Bug Per Day

Kaledo Art
wallacepolsom
Xuebing Du
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Andulka

shark vs the universe
occasionally subtle
trying on a metaphor
Show & Tell
we're not kids anymore.

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Brazil

seen from France

seen from France
seen from Brazil
seen from India
seen from Panama
seen from Ukraine
seen from Indonesia

seen from South Africa
seen from Iraq

seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from China
seen from Tunisia
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@claudia-hartono
Kamu hanya perlu pembiasaan saja..
Bukankah bisa karena terbiasa?
Cinta karena terbiasa?
Dekat karena terbiasa?
Tangguh karena terbiasa?
-biasa itu perlu-
Beh, Maaf aku mundur..
Kekecewaan mendalam lah yang membuat kita jauh, bukan benci. Aku memilih mundur dan berteman dengan perjuanganku yang lelah. Perjuangan yang kau abaikan, perjuangan yang kau respon sekedarnya.
Aku terlambat sadar, ketika keadaan berbalik. Ya mungkin ini yang kau rasakan dulu, ketika aku belum menganggap kau berarti. Ketika kejadian demi kejadian terjadi, aku izinkan campur tangan orang lain melengkapi.
Saat itu aku mengabaikan mu, mengabaikan rasa yang kau miliki, aku berteman dengan ego yang kian besar, hingga akhirnya ku ambil keputusan besar aku menjauh darimu. Mengabaikanmu, bahkan dihari-hari pentingmu.
Masukan kata-kata tanpa celah henti, bergulir seperti bola api, pikiran mulai meyakinkan hati bahwa ini hanya butuh waktu dan pembiasaan saja. Tapi sayang, ketika mereka sibuk tanpa henti, aku mulai merasa sepi, merasa kosong di hati, tidak ada yang menghibur diri.
Saat hal itu terjadi, baru aku merasa kau mulai berarti. Penyesalan bertubi, namun tentunya tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Aku tersiksa dengan rasa rindu ini. Rasa yang tak tersampaikan, kau pun telah pergi, menoleh padaku pun tidak, sayang....
Hari berganti, kerap kali aku tuliskan berbagai kode-kode melalui story, berharap kau mengomentari. Tapi sayang itu hanya kau lihat dan kau abaikan.
Tapi aku tidak putus asa sayang. Sesekali aku mulai mencoba mengirim pesan, bahkan panggilan suara. Terkadang kau respon sekedarnya, tak jarang pula kau abaikan.
Puncak nya, aku mulai merasa seperti mengemis perasaan, menjilat ludah yang pernah ku buang, berharap waktu dapat diputar, tapi sayang, kau begitu kekeh tidak berubah pendirian, yang sudah ya sudah lah..
Kadang kau ingatkan kata-kata yang pernah ku lontarkan. Kadang pula kau bersikap seperti yang aku lakukan. Ohhhh begini rasanya sayang.
Kau tau hal yang membuatku terluka? Saat kau memberi harapan, aku mulai senang namun kau tak tepati harapan itu, kau abaikan aku dalam kesendirian. Kau berbohong, kau bilang sudah terlelap, nyatanya status fb mu berbicara bahwa dimenit aku menunggu mu, kau aktif di jejaring itu. Wa mu centang satu ternyata kau nonaktifkan.
Pesan demi pesan aku kirimkan, tak kunjung dapat balasan. Aku kembali mengintip keaktifan di jejaringmu, ternyata masih aktif.. Kau jahat sayang.
Tidak bisakah kau berkata sebenar nya tanpa berbohong. "maaf sayang aku jengah, aku muak, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan mu".. Itu lebih baik sayang..
Aku cukupkan rasa ini sayang, aku yakin kan dalam hati bahwa kau bukan yang terbaik, aku pun bukan yang baik untukmu.
Maaf aku hapus semua tentang kita, aku unfol smua akun yang berkaitan, semoga kita sama-sama menemukan yang terbaik. Selamat kau berhasil mengajarkan aku berbagai macam rasa. Aku harap nama mu lekas sirna, dari pikiran, angan dan juga hati.
Aku yang berusaha melupakanmu..
-EURH-
Pacaran dan Penyesalan
Pacaran sudah gak asing lagi bagi kalangan anak muda jaman now (cie ile sok kekinian). Namun cinta dalam pacaran bisa menjadi penyesalan setelah kandasnya hubungan atau bisa jadi setelah terdapat perubahan sikap dari pasangan yang dipacari.
Pacaran yang average danger itu biasanya dikalangan SMP dan SMA. Tapi lebih high dangernya sih di SMA kalo menurut ku, kenapa? Karena masa SMA itu lebih berani dan lebih penasaran buat nyobain hal-hal yang baru.
Usia SMA di anggap sudah cukup dewasa untuk memilih mana yang baik mana yang buruk. Tapi sebagian orang ngelakuin hal yang di pengen bukan karena itu di anggap baik, tapi karena pengen tahu, gak ketinggalan dari temen-temennya atau bisa jadi biar dibilang kekinian.
Well, pacaran masuk dalam kategori kekinian ya (menurut ukuran standar pemikiran anak SMA). Rasanya kalo gak punya pacar itu cupu banget. Bahkan pacaran di anggap tren dan bisa dibanggakan (apalagi kalo pacarnya populer di sekolah, penguasa sekolah, atau bad boy yang disegani) itu dianggap sebagai prestasi.
Lantas kenapa mau pacaran?
Menurut ku kalo masa SMA mau pacaran, brarti zaman SMP nya dia belum pernah pacaran. Kalo pun udah pernah zaman SMP jadi ya pengen nyoba pacaran zaman SMA (sesimpel itu) hahah.
Pengalaman Pribadi
Nih aku pengen nyeritain sedikit pengalaman pribadi, bukan ngebongkar aib sih tapi smoga bisa dijadiin pembelajaran.
Zaman SMA dulu pernah yang namanya pacaran. Bahkan aku di deketin 4 cowok yang siap jadi pacar aku zaman itu (soalnya dulu aku anggota gank terkenal di sekolah). Keempat cowok itu ya aku deketin semua (namanya juga survey milih yang terbaik).
Pdekate sekian bulan akhirnya aku memilih satu yang menurutku baik dri segi sikap dan kenyamanan (tampangnya masih kalah dri yang ke 3 nya). Ya akhirnya terjadilah perubahan status di tanggal 17 maret 2009. Cowok sisanya dua pindah sekolah, dan satu gak jadi ambil jurusan IPA, karena aku IPA (ini serius loh).
Awal pacaran kami di sekolah kaya gak kenal. Tapi kalo komunikasi sibuk kangen-kangenan di telpon (kalo diinget zaman sekarang iyuh banget dah) bahkan jadi semacam orang setres, muach muach ke hp, senyum-senyum dan hal unfaedah lain yang aku lakuin (oh god berapa banyak waktuku terbuang sia-sia).
Gambaran di atas menunjukkan aku memasuki fase awal, yaitu fase dimana cinta mulai tumbuh, rasa senang punya pacar, dan rasa ingin di akui orang-orang kalo aku ini punya nya dia.
Makin kesini makin lanjut. Sering jalan, makan bareng, ngabisin waktu bareng (pegangan, gandengan, senderan di atas motor, sudah lumrah pada zaman itu). Hal itu membuat kami semakin akrab, deket (bahkan kaulah satu-satunya).
Namun mulai timbul permasalahan ringan, mudah cemburu, terlebih kalo ngeliat dia tertawa lepas dengan cewek lain, main sama cewek lain. Pernah aku marah sama dia, karena menurutku udah kelewatan main sama tu cewek. Akhirnya demi ngebujuk aku malem-malem dia lari dari pombensin ( yang jaraknya 1kilo dari rumah uwak ku) untuk minta maaf. Tapi karena udah malem aku maafin aja, tanpa harus dia lari.
Tahun berganti tahun
Well kalo ditotalin sampe tanggal kandas yang bener-bener kandasnya hubungan kami itu selama 8tahun aku pacaran sama dia. Bukan waktu yang sebentar loh, kalo dipake buat nyicil rumah sisa 7tahun lagi pelunasan hahaha.
Tapi aku ngerasa kejenuhan namun tetap bertahan. Banyak hal yang berubah, sikapnya berubah, gak seperti awal, mulai gak mempeduliakan aku, bahkan gak sama sekali nanyai aku. Kami sempat putus nyambung yang gak terhitung. Setelah putus galau trus pihak yang ngerasa salah pasti mohon minta balikan dengan segala janji dan perubahan yang ditawarkan, awal balikan hangat kayaj orng pacaran, selang waktu berminggu hambar lagi.
Fase puncak
Kenapa aku bilang ini fase puncak? Yaa disini aku mulai ngerasa kalo hubungan yang bertahun ini udah gak ada artinya, udah sia-sia. Ketika dia berselingkuh dengan orang lain. Itu hancur-sehancurnya di buatnya. Gak ada nafsu makan, males keluar, bahkan sempat ada pikiran pingin mati aja (tapi untungnya dulu aku dikelilingi keluarga yang agamis, sholat selalu diingatin, ketika udah inget Allah, gak ada kepikiran mau mati cuma gara-gara hal itu).
Akhirnya aku memutuskan untuk berpisah, namun dia memohon, nangis, sampe sujud buat balikan, ngulang seperti dulu dan sebagainya. Meski hati sakit namun aku coba berlapang dada dan menerimanya kembali (sok dah mulai dramatis hahah).
Oh iya waktu aku di selingkuhin itu, tahun ke 5 hubungan kami. Hari berjalan seperti biasanya memang bener memaafkan tapi bukan berarti melupakan. Melihat dia aku masih dihantui bayang-bayang perselingkuhan yang udah 1minggu dia lakukan.
Singkat cerita di tahun ke delapan lebih beberapa hari dari aniversary kami, kami sama-sama mengakhiri hubungan dengan alasan rasa yang ada udah gak kayak dulu lagi.
Rasa Penyesalan
Mulai timbul rasa penyesalan dan buang-buang waktu. Terlebih di usia yang udah lewat remaja, lewat pula gadis tanggung, ketika pikiran mulai terbuka, lebih mulai mendalami agama. Disitu rasa penyesalan bener-bener penyesalan muncul. Pacaran ternyata banyak mudhorat nya.
Yaa dulu kemana ketika agama memperingatkan jangan pacaran. Mata, telinga, hati tertutup dengan peringatan itu, karena cinta dan rasa bahagia yang ditimbulkan. Bagaimana dengan dosa ketika kalian bersentuhan, berpandangan, dan hal lain yang kalian lakukan? Ya saat itu aku abaikan.
Sekarang udah di sakitin, kisah nya udah gak mulus lagi perjalanannya, udah pisah. Baru deh nyesal dan sadar kerugian-kerugian yang ditimbulkan. Hahahah its too late..
Beberapa Kerugian
Well dari pemikiran aku yang udah mulai waras karena sakitnya pengalaman pacaran. Kerugian tang pernah aku rasain (setiap orang mungkin berbeda tingkat kerugiannya) yaitu:
Gak bebas berekspresi karena salah sikap sedikit bisa memicu pertengkaran, kegalauan, dan akhirnya malas belajar.
Waktu banyak terbuang, bahkan membentuk pribadi yang malas, karena kerjaannya main hape aja, chatting, telponan.
Terbatasnya jaringan pertemanan, untuk meminimalisir rasa cemburu, biasanya cenderung berteman sesama jenis aja,
Bedanya pandangan orang, entah apa yang dipikirkan orang dari kita pacaran, banyak hal negatif atau positif.
Tentunya dari segi agama numpuk dosa, dosa-dosa yang di anggap indah waktu pacaran. Padahal itu dosa besar.
Karena kamu mantannya si A si B atau si C jadi orang yang berniat baik terkadang jadi mengurungkan niat untuk kenal lebih deket.
Kalau waktu bisa diulang, aku gak akan pernah mengizinkan diriku pacaran dimasa lalu. Tapi sayang hal itu gak bisa di ulang lagi. Aku cuma bisa jadikan pelajaran aja. Jangan sampai diriku yang sekarang lebih buruk dari diriku yang dulu.
Aku pernah membaca quote, "masa lalu yang buruk tidak bisa diubah, tapi masa depan tetap bisa kita ubah".
-EURH-
Antara Syukur dengan Rasa
Rasa adalah tanggapan hati akan segala peristiwa. Rasa bahagia jika kita menerima segala kebaikan yang ada. Rasa cinta membuat hidup lebih berwarna karena ada yang terkasih di sekitar kita. Namun, rasa yang lebih baik dari itu semua adalah rasa syukur.
Syukur adalah sebuah rasa. Tidak seperti bahagia yang membuat hati kita berbunga-bunga. Tidak seperti cinta yang membuat hati kita berdegup gembira. Namun, rasa syukurlah yang membuat kita bahagia dan merasakan cinta.
Ialah syukur, sebuah rasa yang membuat hati kita selalu merasa tenang. Yang membuat hati ini merasa lega akan segalanya. Karena ini adalah tentang kecukupan. Selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah berikan. Selalu merasa puas dengan perolehan kebaikan-kebaikan yang terjadi pada diri. Sehingga kebahagiaan terus menyertai. Membuat kita terus memuji. Terus mengingati. Dan terus mengunakan nikmat itu di jalan yang Allah ridhai.
Tidak seperti kufur, yaitu lawannya syukur. Yang berarti menutup diri dari segala kemungkinan bahwa nikmat itu Allah yang memberikan. Sehingga selalu merasa kurang dan hati menjadi tidak tenang. Kesehariannya hanya dipenuhi keluhan. Adakah diri kita merasa demikian? Semoga kita selalu dihindarkan.
Ialah syukur, sebuah rasa tentang pengakuan. Pengakuan bahwa segala nikmat yang ada adalah sebuah pemberian. Bukan semata-mata muncul karena kebetulan. Melainkan itu semua dari Allah SWT Yang Maha Mengayakan. Sehingga membuat kita merasakan cinta. Kepada yang memberikan segalanya kepada kita. Dibuktikan dengan ketaatan kita kepada-Nya.
Maka, bersyukurlah jika kita masih memiliki rasa syukur. Yaitu rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Karena rasa syukur itu sendiri adalah sebuah nikmat yang Allah turunkan. Karena syukur itu sendiri adalah sebuah rasa yang Allah ilhamkan. Semoga kita semua senantiasa diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan.
Doa Bersyukur
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. - (QS. An-Naml : 19)
Tampilkan sisi burukmu sesekali. Mungkin kamu akan tau seberapa besar kamu akan dipertahankan dalam kehidupan seseorang..
(Ciee ile sok bener amat si ema)
Gendut dan Gepeng.. Tapi sekarang udah double endut kok.. Bedanya si gepeng mendadak gendut (gendut berbatas waktu 9bulan 10hari)... 💜
Setiap hati punya batas menunggunya sendiri. Jika ia lelah dan ingin udahan aja menoleh pun udah dirasa gak sanggup, mendengar nama mu udah gak bergetar. Melihat mu bukan sebuah keinginan.menjadikan mu prioritas gak terlintas lagi dalam pikiran. Bersamamu bukan lagi sebuah tujuan.
Try to be HQ single 😂
Entah sejak kapan kami ber-tiga menjadi dekat.. Yang aku ingat kami sama-sama hobi korea. Sering janjian manfaatin wifi kampus, kadang sampe matahari tenggelam, cuma buat download movie, mv, dan cf cf gak jelas 😄.
Pertemanan kami awalnya cuma sebatas itu saja. Tapi makin kesini kami mulai nyambung, sering ngobrolin idol, rebutan idol yang dirasa ganteng buat diakuin suami, pacar, mantan dan lainnya. Kalo dalam pemikiran sekarang, unfaedah sih, tapi disitu tingkat keseruannya.
Makin berlanjut kesini-kesininya, kami sering atur jadwal buat tidur bareng, karokean bareng, bahkan ngebioskop bareng. Bercanda, ketawa, kesal-kesalan bareng..
Kami selalu berbagi satu sama lain, dari makanan yang sebatas gorengan debu (pinggir jalan), sampe minuman teanol aja yang segelas tetap berbagi. Marah kalo slah satu direndahkan orang lain.
Ada hal yang bikin aku tersentuh. Aku pulang kebulian sendirian, kemalaman, mereka sudah melarangku untuk pulang, tapi lantaran sudah janji sama mami pulang sore, sebagai anak yang baik aku pun menepatinya. Cuaca mendung dan akhirnya aku kehujanan. Jalanan sepi, aku pun berteduh, aku buka hp, dwngan rentetam chat wa dan panggilan tak terjawab. Mereka mengkhawatirkan perjalananku saat aku membalas lagi berteduh, senditian, gelap, gak ada yang lewat. Mereka langsung video call, manemaniku dengan segala cerita dan tingkahnya sampe hujan reda dan aku melanjutkan perjalanan. Hal kecil yang membuatku tersentuh dan yakin kalo kami sudah menanamkan kepedulian satu sama lain..
Rata-rata postingan gue curhatan mulu, pengalaman pribadi semua.
Gak ada niatan gitu nulis yang bikin nambah pengetahuan, wawasan kayak kaum-kaum intelek dengan segala pemikiran yang sarat akan faedah..
Pengen sih, nanti tapi. Ada saatnya. Mood seseorang bisa berubah, sama seperti kamu mencintainya detik ini bisa berubah membencinya menit itu.. Hahaha...
Kamu hanya perlu mengabaikan hal-hal yang bukan menjadi porsimu. Tersenyum, tertawa lepas dan nikmati hidup selayaknya. Berikan porsi me-time lebih banyak. Terkadang kamu butuh mendalami siapa dan bagaimana diri kamu sebenarnya. Karena hidup gak melulu soal percintaan, masalah yang rumit, dan rasa kelelahan yang panjang..
Gendut dan Gepeng #2
Cerita aku dan dia dimulai. Aku mulai terbiasa bersama dia. Menghabiskan jam istirahat bareng, permisi ke toilet bareng, tidur siang bareng di kosan dia, bahkan sesekali kami bolos bareng saat jenuh.
Kami mulai saling memahami satu sama lain, dia mulai menjadi seorang teman yang menyenangkan, aku pun mulai nyaman menghabiskan waktu bersama dia, bahkan gak sungkan lagi berbagi cerita bersamanya.
Ada satu hal yang membuatku merasa di uji. Yaitu kejadian ketika mantan yang baru putus beberapa minggu dari si gepeng, terang-terangan nyatain suka ke aku. Pamor mantannya gak diragukan lagi, secara dia pernah jadi pemain ekstras di salah satu sinetron yang dibintangi chealsea olivia yang booming pada zaman itu (aku mah gak peduli).
Kabar berita sukanya dia ke aku udah tersebar. Bahkan udah menjadi konsumsi publik (njirr sok kecakepan amat dah tu cowok). Nanyain nomer telpon ke orang yang punya nomer ku, entah berapa kali aku ganti kartu pada zaman itu (kalo dipikir sampe sgitunya aku, pdahal tinggal diabaikan so simple)
Mulai muncul desas-desus aku adalah orang ketiga yang membuat retaknya hubungan mereka (weleh peng, kalo dulu udah ada instagram mungkin udah viral kayak pelakor ahaha). Aku mah woles aja polos gak tau apa-apa (cara yang tepat menurutku).
Setiap keluar main kedua, tu cowok selalu mampir ke kelas kami. Tanpa dosa selo aja dia nimbrung, ngobrol bareng gepeng dan aku. Gepeng yang mungkin udah ikhlas dengan kekandasan cintanya, ngobrol dengan sang mantan selayaknya orang yang gak pernah ada masalah, sesekali aku melihat cewek dari gank sebelah memandang sinis.
Hari berlanjut salah satu temen deket tu cowok ngedeketin aku, ngobrol dengan menceritakan suatu kondisi "gimana misalnya ada cowok yang bener-bener suka sama kamu, tapi dia posisinya mantan sahabat kamu, tapi mereka udah biasa aja, nah kalo tu cowok nembak, kamu terima gak?".
Jawaban aku "gak akan aku terima, seandainya aku pun suka, gak akan aku terima, ak gak mau make bekas dari sahabat aku, (ceplos ceplos datar tu omongan)"
Besok nya si gepeng ngomong serius ke aku, hal yang gak biasanya dia lakuin. Dia nanya sama aku "ndut kau suka ya sama si dia? Kalo kau beneran suka sama dia, gak papa kok ndut, toh kami udah gak lagi, dia juga sukanya sama kau, sampe ngejer-ngejer kau, sbenarnya aku tau udah lama". Berdesir rasanya denger pertnyaan gepeng. Dengan tegas aku jawab "dak ah peng, gilo bae aku makan bekas kau" (dilanjutkan ketawa bareng)..
Besoknya setiap jam keluar main kedua, kami gak pernah dikelas, kami selalu ngehindar. Kdang kami ngumpet di perpus, main ke kantor guru, ke kantin, bahkan duduk digudang sekolah (haha semacam main kucing-kucingan peng). Berjalannya waktu, semua terlupakan dan sampe akhirnya tu cowok capek sendiri haha..
NB: peng kalo kau baca cerita aku ini, pasti jadi teringat masa itu. Dipikir-pikir kayak sinetron haha. Senyum-senyum sendiri.
Gendut dan gepeng (ema ummamah dan pipin handayani)
Dia orang yang pertama aku temui saat kami kumpul ospek.. Dia orang pertama dengan ramah yang ngajak aku kenalan saat ospek.. Kami sering satu gugus.. Ospek bareng, ngerjain tugas dan misi bareng.. Kekuatan nya ada dikeberanian dan perkataannya.. Dia bisa melindungi sperti rompi anti peluru, bisa juga menerkam sperti macan yang kelaparan.. . Dulu dia berdiri paling depan saat aku down, dia selalu ada, merangkul menemani setiap kali aku butuhkan.. Seiring berjalannya smester.. Banyak yang berubah. Dia mulai akrab dngan teman lain smpai aku mulai renggang dengannya (saat itu aku sbuk kerja sesudah kuliah). . Makin kesini kami udah gak deket lagi. Bnyak hal yg terjadi. Bahkan bisa dikatakan sakit menyakiti. Kami berjauhan hampir bertahun, tak pernah berbagi cerita lagi, bahkan tak tau kabar satu sama lain lagi.. . . Aku melanjutkan kuliah ku dan bersama teman yang lainnya.. Aku cuma bisa melihat dia begitu bahagia dngan teman barunya.. Ak pun mulai bahagia dan melukis cerita2 manis.. . Tp wktu berjalan keadaan mulai berbalik, kisah lama terlupakan.. Kmi mulai akrab lagi.. Tak ku dengar lagi kisahnya dengan teman-teman masa dulunya.. . Aku mengingat bahwa kmi dlu berteman baik. Aku abaikan cerita sakit masa dulu.. Yang aku ingat dulu kami berteman begitu akrab.. Jika terulang kembali untuk masa sekarang.. Semoga kisah dulu gak terulang lagi..
Move-On dari Kamu
Pernah namanya ngerasain bahwa ngelupain orang itu susah banget. Terkadang orangnya sih terasa udh gak ada artinya, tapi cerita dan hal-hal yang sering dilakuin bareng itu yang bikin berat buat dilupain.
Well kalo ditinjau dari segi artinya secara bahasa kamus, move itu berarti "langkah, giliran, perpindahan, menggerakkan hati, membuang dan sebagainya". Nah arti dari on " sedang berlangsung, di, di atas, dan sebagainya".
Nah dari arti move dan on tadi, kalo aku tarik arti dari yang aku pengen, move on itu berarti "sedang berlangsung menggerakkan hati (untuk) membuang". Yaa bisa lah yaa.. Ahahha..
Jadi ketika dalam kondisi move on, seseorang harus bisa menggerakkan hatinya untuk membuang segala rasa, pikiran dan kenangan-kenangan manis maupun pahit untuk bisa mengalami perpindahan ke kondisi tanpa kegalauan karena dia.
Terus apakah move on mudah? Jawabannya ya mudah dan susah. Terasa mudah bagi orang yang disakiti begitu dalam, sampai mendengar namanyapun alergi. Terasa susah bagi pihak yang melakukan kesalahan, kemudian menyesali, hingga penyesalan itu berubah menjadi ambisi untuk bersamanya lagi.
Lalu kenapa ada "kamu" di judul tulisanku ini?. Ya objek yang belum aku move on-in itu ya kamu. Entah kenapa aku yang belum bisa move on. Padahal cerita kita amat singkat, mungkin aku masuk dalam kategori pihak yang salah. Sehingga kamu menjadi ambisiku.
Aku pernah mendengar quote dari salah satu movie romantic (cuma lupa siapa nama yang punya quote) "jika kamu mencintai seseorang, lukai dia terlebih dahulu, terkadang rasa bersalah itu ampuh untuk mempertahankan sebuah hubungan".
Yaa masuk akal lah ya, karena pernah ngelakuin keasalahan, pengen gak akan ngulangin, jadinya pengen bahagian pasangan yang udah disakitin tadi.
Nah lanjut lagi ke kamu, aku mikir kenapa aku susah move on dari kamu. Dan ak nemuin beberapa faktornya sih (tauk deh bener apa kagak).
Pertama, timing kamu masuk kedalam hidup aku itu pas banget. Ketika aku baru pisah 150 hari (pake hari aja, biar dramatis) dari orang yang malang melintang kucintai lebih kurang selama 2.880 hari. Kemudian kamu datang dan masuk membawa secercah cahaya harapan dalam hidupku (ciee ilee)..
Kedua, ngobrol sama kamu itu asik, nyambung, kamu perlakuin aku tu kayak yang aku mau, tanpa aku ngomong kamu udah tau (semacam bisa baca pikiran aja lu tong). Hal yang jarang kutemuin (dari alumni hati, alumni gebetan) sebelumnya, Sampe akhirnya aku ngelepas gebetan aku dan memilih kamu (aku mah rada cantik, jdi yang ngedeketin gak cuma satu lah ya haha).
Ketiga, karna kontekan saban hari, saban jam, sampe lupa waktu, kamu itu hampir berubah menjadi duniaku. Kenapa gitu? Jam tidurku berantakan (begadang bareng kamu), jam istrahatku gak ku pake full (telponan bareng kamu). Kadang makan pun ak tunda (lebih milih ngobrol sama kamu).
Ya apapun faktornya, ya bener aku emang belum bisa move on dari kamu. Mungkin bisa dinamakan jatuh cinta yang terlambat. Aku gak tau perasaan kamu sekarang gimana ke aku. Yaah mungkin namanya cindek (cinta dewek).
Kamu tau, berdesir rasanya di hati waktu temenku bilang "kau disuruh move on sama abang ini". Terlintas dalam fikiranku kamu udah risih dan cenderung muak dengan sgala tingkah aku. Iya tingkah yang bikin kode-kodean pake story. Berharap kamu kepancing dan perhatian.. Tapi ak harus berkaca lagi, aku harus sadar diri lagi, aku harus sadar lagi (bukannya harus sadar aku ini siapa)..
Dalam hati bertanya-tanya. Bukankah wanita itu seharusnya menunggu? Lalu kenapa aku terlalu berjuang? Apakah aku seperti pengemis yang haus balasan perasaan? Bagaimana harga diriku di pikiran dia? (aku mah gak mikirin orang lain, story ku kode-kodeannya kan buat dia ). Ya ini salahku,
Ini semua seperti aku bermain di pinggir air yang tenang, aku menepukkan tanganku ke air, aku yang basah, aku kebasahan, aku kedinginan, sedangkan kamu hanya melihat dari kejauhan (sebrangnya tempat aku main air) berdiri gagah, dan kering. Iyaa cuma aku yang basah.
Ttd
Aku yang belum move on
-EURH-
Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.
Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.
Jangan kasih kendor :D
#disclaimer ini bukan tulisanku ya :) semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya Aamiiin
Bermanfaat ...
Cantik, bagaikan kupu-kupu yang terbang gemulai mengepakkan sayap dengan hiasan warna yang sudah menjadi takdirnya. Terbang mencari dan menghisap bunga-bunga, sesekali bermain meskipun tiada yang dapat dihisap di sana.
Ketika aku memandang kupu-kupu yang terbang, selintas membayangkan jika diri ini menjadi kupu-kupu, indah dipandang, banyak orang yang menyukainya.
Tpi apa jadinya jika aku menjadi kupu-kupu yang bersayap hitam pekat, tanpa ada warna penghias lainnya? Mungkin Hanya beberapa orang yang akan suka.
Yaa mungkin yang menjadi pilihan adalah diri ini lah yang menyukai warna hitam pekat itu. Berdamai dengan diri sendiri menyukai diri sendiri.
Durian dan Kamu
Durian, aku menyukai nya. Aromanya yang tajam menusuk membuatku jatuh cinta akan rasanya yang juga manis. Tetapi mamaku tidak menyukainya, aromanya yang tajam menusuk membuat mamaku pusing dan mau muntah. Tapi tidak membuat perasaan suka ku berkurang. Aku tetap memakannya, terlebih jika musimnya tiba.
Ya seharusnya itu yang aku lakukan. Ketika aku menyukaimu dan sekelilingku tidak suka. Seharusnya aku tetap bersamamu, menerima segala sikapmu dan meluruskan yang bengkok bersama. Namun takut terkucil, perasaan bertanya-tanya "jika aku tanpa orang sekelilingku bisakah? Bisakah kamu menggantikan semua nya? Bisakah aku menjalani semua denganmu?". Lambat laun rasa itu menutupi rasa sukaku.. Dan aku melepasmu, bahkan sekelilingku melepasku.. Akhirnya jadi tahu, bahwa sendiripun aku bisa.apalagi ber dua. Ah kejadian ini gak senikmat makan durian yang manis. Meskipun sakit tertusuk duri di kulitnya, tapi tergantikan dengan rasa manisnya.
Ahh iyaa kamu bukan Durian....
Pulang kerja biasanya aku makan di sore hari, malamnya gak makan. Tapi akhir-akhir ini sorenya aku gak makan dirumah. Hari ini aku kepingin makan sore.. Terjadilah percakapan..
Aku : mam nasi habis yo?
Mama : eh sudah mamak kasih ke ayam semua yuk, mamak kira ayuk dak makan..
Aku : ya kali mam, ayam makan nasi panas dari magicom -__-
Mama : ehh tu lah ayuk tu dak tau, ayam mamak kalo makan nasi panas lahap dio, dari pada makan nasi dingin, apolagi makan nasi basi..
Aku : (mungkin ini yang namanya rezeki dipatok ayam)
Ketika mamak lebih perhatian ke ayam-ayamnya, disitu aku harus sabar..