Hai, siapa pun kamu 'Calon Imamku' di masa depan.
Mungkin saat ini, kita sedang 'bersama-sama' dalam sebuah perjalanan panjang. Perjalanan untuk saling menemukan dan ditemukan. Perjalanan untuk saling mempersatukan dan dipersatukan.
Aku masih perlu banyak belajar. Diriku tidak luput dalam segala kesalahan dan kelalaian. Semoga ketika kita sampai di 'saatnya', aku sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari diriku di hari ini.
Jika ditanya, apa yang akan menjadi pertimbangan terbesar tentang apa yang akan membuat aku memilihmu atau tidak.. jawabannya adalah aku akan menilai mu dari bagaimana kamu menilai situasi dan menyelesaikan sebuah persoalan.
Mungkin terbayang, saat ini 'bagaimana bisa aku menilaimu hingga sedalam itu' sementara pacaran bukanlah jalan yang aku inginkan..
Hei, tanpa berpacaran.. bukankah kita juga bisa melakukan obrolan? Saling bertukar pikiran?
Meskipun, jujur saja hingga di saat aku menulis semua ini
Batin dan pikiranku terus mengajukan pertanyaan
Bagaimana cara kita dipertemukan dan dipersatukan?
Jika kita memilih untuk menghindari sebuah langkah perkenalan, bernama pacaran
Mungkin saat ini, rasanya sangat tidak mungkin
Tapi aku percaya, di tangan Sang Maha Pengasih.. tiada yang tidak mungkin
Kau tahu, akhir-akhir ini aku sering merasa sendirian.
Apakah kamu juga demikian?
Padahal aku tidak benar-benar sendiri
Sahabat-sahabatku selalu setia menemani
Rekan-rekan di tempatku bekerja saat ini, selalu membuat hariku berwarna-warni
Tapi entah mengapa, makin ke sini
Sepi itu sering kali menghampiri
Kebutuhanku kini melebihi dari rasa ingin 'ditemani'
Aku ingin ditemani yang tak berakhir dengan berpisah
Untuk pulang ke rumah masing-masing
Aku tak bilang rumahku tak nyaman
Namun rasanya, aku mendambakan untuk memiliki tujuan pulang berbeda dari tempatku tinggal
Aku tumbuh dewasa di rumahku yang sekarang
Mendewasa bersama tawa juga duka yang beriringan
Semakin hari, aku begitu mendamba sebuah pelukan
Namun rasanya, hal itu semakin berat untuk aku pinta dari ayah, ibu ataupun adik-adikku di rumah
Jika kita bertemu nanti
Dan Allah telah persatukan
Izinkan aku untuk menjadikan pelukan sebagai sebuah sapaan
Terkhusus di antara aku dan kamu
Izinkan aku menjadikannya peluruh kerinduan
Di sinilah tulisan ini berakhir
Sampai bertemu di tulisan-tulisanku lainnya lagi
Jika rindu dan sepi kembali menghampiri
Aku akan bicara padamu melalui tulisan seperti ini
------------------
Cilandak, 13 Mei 2025