it's 2am and im not in the mood but. Weird how there (probably) is a large amount of aro characters in media, but that orientation gets ripped apart for the sake of shipping /s
seen from Nepal
seen from Ukraine
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Philippines
seen from Brazil
seen from United States
seen from Poland
seen from United States

seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States
it's 2am and im not in the mood but. Weird how there (probably) is a large amount of aro characters in media, but that orientation gets ripped apart for the sake of shipping /s
I just want everyone here to know that your beautiful.
do they consider themselves dangerous to anyone they know...?
Don’t judge us based on our appearances...idiot
being aromantic is so exhausting.
i try to go through the main tag and 70% of it is asexual stuff.
i try to find good blogs, but most of them are aro/ace, which inevitably ends up being mostly ace content.
i try to search a term that aros coined, only to find 80% of the posts are people mocking our vocabulary.
anything to do with aspec is really just acespec and half of the qpp stuff is alloromos who have No Fucking Clue what they are talking about.
I love being aromantic, and I’m so glad i found the small community i have here, but it’s hard being proud when it’s so tiring.
Society’s relationship with romance is so ugly, the way it shapes everything, to the point where most people can’t even consider what society would look like without it. It makes us feel broken, and when we finally make a community, we get erased and mocked by even other LGBT+ people (yes - even asexuals)
It’s all just so tiring.
me: hey how about we try a new hobb-
adhd brain: *douses self in gasoline and sets itself on fire*
me: : |
(Negative Vibe)
A Letter to You - Panjang Umur yang Memudar
Hari ini aku mencoba lagi untuk membuat lirik sebuah lagu. Rutinitas yang aku tinggalkan selama satu bulan terakhir. Kali ini aku coba mengambil inspirasinya dari rambutku yang potongannya setengah skinhead namun sudah hampir panjang. Warna hijaunya sudah mulai memudar. Seperti warna besi luntur yang kena air, atau lebih tepatnya seperti warna besi karatan. Bukannya mendapatkan kata-kata yang pantas aku rangkai, malah mendapatkan keinginan untuk memangkas ini semua. Aku berkaca dan menyadari satu hal bahwa sebulan ini terasa sangat, entah apa diksi yang pas untuk mewakilinya. Banyak perubahan yang terjadi dan itu aku tidak suka. Semakin aku mengingat semuanya, semakin aku membenci diriku sendiri. Aku coba banyak cara untuk mengatasinya. Agar aku mendapatkan lagi kata-kata yang selalu berseliweran di kepalaku untuk dijadikan sebuah apapun. Aku semakin memikirkan setiap perasaan. Aku rasakan mengapa dan bagaimana perasaan ini ada. Semakin aku merasakannya, semakin aku membenci pada diriku sendiri. Di depan cermin, aku melihat dalam-dalam rambut hijau yang mulai memudar dan memanjang. Semakin aku perhatikan, semakin aku benci, semakin aku ingin memotongnya sendiri. Namun, tenagaku sudah tidak ada untuk melakukan semua yang ada di dalam pikiranku. Aku coba mengatasinya. Aku pasang lagu kesukaanku dari artis ternama yang baru saja melejit, tidak memberikan amunisi yang aku harapkan. Aku mainkan alat-alat musik kesukaanku yang ada di kamar, tidak memberikan aku gairah yang aku harapkan. Sampai akhirnya, aku siram cermin tersebut dengan air terakhirku untuk malam ini yang ada di dalam botol minum hitam itu. Aku basahi semua isi kamar dengan air persediaan terakhirku. Semuanya menjadi basah, hawanya menjadi dingin, namun tidak menyejukkan seisi tubuhku. Lalu terus kupandangi rambut hijauku yang mulai memudar dan memanjang. Terlalu banyak hal yang tidak bisa aku katakan, di dalam kepalaku. Terlalu hambar hal yang tidak bisa aku ungkapkan, di dalam perasaanku. Akan kubiarkan rambut ini panjang dan memudar. Suatu saat nanti.