Gejala Non-Gonococcal Urethritis
Adanya gangguan buang air kecil bisa jadi merupakan salah satu gejala non-gonococcal urethritis. Apa itu non-gonococcal urethritis? Adalah sebuah kondisi peradangan pada uretra, namun tidak disebabkan oleh bakteri gonore. Urethritis sendiri sebenarnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu gonococcal urethritis dan non gonococcal urethritis. Perbedaannya terletak dari penyebab infeksi yang akhirnya menyebabkan urethritis.Â
Apa itu gonore? Sebuah penyakit menular seksual yang mengintai para pelaku seks aktif. Pria dan wanita dapat terkena bahayanya. Gejala gonococcal urethritis dan non gonococcal urethritis juga bisa berbeda. Kondisi urethritis non gonococcal dapat dikenal juga dengan UNG. Urethritis merupakan salah satu jenis infeksi saluran kemih yang terjadi pada saluran uretra. Untuk mendeteksi penyebab dari penyakit urethritis yang Anda alami, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter di klinik apollo.Â
Apa Gejala Akibat Non-Gonococcal Urethritis?
Urethritis ada dua macam, dimana mengetahui penyebabnya merupakan hal yang sangat penting. Dari gejala yang dialami, kita dapat mengetahui apakah gangguan kencing yang alami akibat urethritis atau tidak. Agar tidak salah mengenali penyakit, kenali tanda apa saja yang muncul akibat urethritis. Â
Rasa panas maupun terbakar saat buang air kecil
Nyeri saat berhubungan seksual maupun ejakulasi
Penis gatal, mengalami pembengkakan dan mengeluarkan cairan
Urine berwarna lebih keruh dari biasanya
Rasa gatal di sekitar alat kelamin disertai dengan pembengkakan.
Gejala urethritis yang dialami pada wanita bisa saja berbeda dengan urethritis pada pria. Pada penderita urethritis, biasanya gejala mulai dirasakan 1-5 minggu setelah infeksi terjadi. Ketika Anda menemukan tanda seperti di atas baik yang Anda rasakan sendiri maupun yang orang di sekitar Anda, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Pasalnya urethritis ini dapat menyebar infeksinya hingga ke ginjal yang merupakan organ sistem saluran kemih bagian atas. Jika telah sampai ke ginjal, maka dapat terjadi berbagai gangguan organ tubuh akibat fungsi ginjal yang terganggu.Â
Apa Pengobatan Untuk Non-Gonococcal Urethritis?
Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit gonococcal urethritis atau urethritis non gonore. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat kencing. Sedangkan untuk mengatasi penyebab penyakit urethritis dapat digunakan obat antibiotik. Selain dengan menggunakan obat, pengobatan untuk urethritis di klinik juga dapat dilakukan dengan beberapa prosedur pengobatan berikut:
Kateterisasi kandung kemih
Ketika prosedur kateter uretra dan sistoskopi tidak mungkin untuk dilakukan, maka Anda dapat menggunakan metode kateterisasi kandung kemih. Jika metode pengobatan dapat dilakukan dengan bantuan dokter, maka untuk mencegah adanya urethritis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
Memeriksakan kesehatan secara rutin
Hindari atau kurangi makanan yang bersifat asam
Ajak orang di sekitar Anda yang berisiko terkena urethritis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Tidak berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan
Memakai kondom ketika berhubungan seks
Urethritis memang harus segera diobati, jika tidak dapat memicu terjadinya komplikasi. Komplikasi akibat urethritis di antaranya adalah cystitis, orchitis, prostatitis, dan peradangan yang terjadi pada epididimitis. Ketika Anda memiliki kekhawatiran mengenai gangguan gejala non-gonococcal urethritis, silahkan konsultasikan dengan dokter agar dapat segera mengatasinya. Datang saja langsung ke klinik apollo atau dengan menghubungi dokter kami melalui layanan hotline di 081233881616. Kontak tersebut dapat Anda hubungi jika ingin berkonsultasi maupun melakukan reservasi dengan klinik apollo. Semoga informasi diatas dapat membantu Anda dalam memberikan tindakan yang tepat untuk gangguan kesehatan non-gonococcal urethritis.