HUJAN ITU INDAH Chapter 3
Hari pun berlalu aku seperti biasa dengan kegiatankun, kerja, bantu ibu dan siraman rohani setiap minggunya, namun ada yang aneh setelah pertemuanku dengan intan dan abinya aku tak pernah melihat mereka kembali di masjid yang sama sudah beberapa minggu tetap aku tak bertemu mereka, hanya berharap dan berharap pertemuan yang berikutnya menjadi sebuah pendekatan bagiku tentunya dengan intan dan abinya. Semkin terpikir olehku undangan abi nya intan untuk berkunjung ke rumah mereka. Ingin rasanya aku chat pada intan namun rasanya berat dan malu, maklum baru 2 kali pertemuan aku belum berani unyuk memulainya.
Hari sabtu seperti biasa aku pulang setengah hari, hari itu pukul 3 sore dan hujan mulai turun dikota bandung seperti biasa, aku sengaja tidak memakai jas hujan berharap ada pertemuan kedua di derasnya hujan bersama reni dan intan tentuna, ku pelankan motor tuaku melaju pelan diselan lalu lalang kendaraan yang nemacu kendaraan, "mana ya....." Gumamku dalam hati sambil melihat kanan dan kiri berharap ada bertemu dengan mereka. Sepertinya hati ini sudah mulai terpaut dengan intan rasa penasaran dan pengharapan dan mungkin rindu mulai beradu dalam benaku. Sepanjang jalan berharap bertemu tapi seperti sabtu sabtu yang lalu, aku tak bertemu dengan mereka. "Assalamu'alaikum" salamku pada ibu sambil masuk kerumah dengan lesu, "waalaikum salam" jawab ibuku, " koq lesu aja put..." Tanya ibuku lirih sambil tersenyum, "oh iyah bu hujannya lumayan besar" jawabku berkilah, "kamu kan bawa jas hujan put....." Tanya ibuku, "hehe iya bu lupa" jawabku singkat sambil berlalu kekamar mandi hendak membersihkan tubuhku yang kuyup oleh hujjan yang deras.
Waktu menunjukan jam 8 malam waktuku istirahat, kuraih androidku kubuka buka status teman temanku yang kebanyakan mereka sedang asyikkk bermalam minggu, aku tak berpikir untuk itu yang terpikir hanyalah merebahkan tubuhku setelah seharia penuh duduk didepan komputer. Kuteringat akan nomer intan dan karna ku berjanji akan berkunjung kerumahnya. Ku bulak balik hpku sambil kulihat poto intan di wa ku, berkacamata berhijab bunga bunga, entah kenapa jantungku berdegub kencang, inikah yang namanya cinta ? Mmmmm ntahlah yang kurasa semenjak hujan itu aku selalu teringat pada intan, aku hanya berpikir alasan apa yang harus ku tulis supaya aku bisa chatting sama intan? Mmmmm ........aku tak berani, pikirku besok saja.... Siapa tahu aku besok ketemu dan kita bisa janjian berkunjung kerumahnya..... Hujan semakin deras diluar udara dingin membuat suasana semakin sunyi, hanya suara derasnya air hujan memukul atap rumahku. Seoertinya ibuku pun sudah terkelap tidur, kantukku semakin menjadi tapi mata ini susah tuk di tutup, mungkin karna pikirku pada sosk intan. Ku coba pejamkan mataku namun tetap tak bisa, kulihat pukul10malam di hpku sambil kubuka kembali medsos teman temanku, namun tetap telunjukku selalu mengarahkan ke nomer inta....mmmmm " sudah jam 10 malem nih" gumamku, "kalau aku coba chat dia ganggu gak yah?... Tanyaku sendiri...mmmmm "ach lahawla saja lah" bisiku, lalu kutulis "Assalamu'alikum.... Apakabar baikah? Tulisku, "mmmmm besok ikut kajian?" Tambahku berharap kita bisa janjian ketemu, kulihat tanda ceklis 2 sambil berharap dia mau membalasnya...... Kutunggu dan kutunggu.... Sampai ku tertidur karna kantukku memang sudah tak bisa kompromi.
Seperti biasa hari minggu adalah pencerahan ku, Akupun bergegas mengajak serta ibuku ke kajian yang biasa kita datangi. “buu… ayo” ajakku pada ibu, ya bentar ibu dah selesai koq”jawab ibuku, sambil menunggu ibu aku teringat pesan WA ku semalam pada intan, apakah sudah dijawab atau tidak solanya malam gak sempat aku buka karna ketiduran. “ohhh sudah dibaca, tapi kenapa gak dibalas nya” gumamku, “ oh yah sudah aku hanya kenalan yang kenal dijalan koq” hiburku. “ Ayooo” Tegas ibuku, “ Oh iya bu “ jawabku sambil bergegas dan memasukan hpku k etas kecilku yang selalu ku bawa. Sepanjang jalan aku masih berpikir kenapa WA ku tak dibalas intan ? padahal terakhir kita ketemu dia begitu ramah padaku, gak jutek apalagi sok jual mahal, mahal abinya begitu welcome padaku dan mengundang aku kerumahanya. “ ach aku kan Cuma kenalan dijalan saja” hiburku kembali sambil melajukan motor tuaku bersama ibuku ke masjid TSM tuk ikut kajian yang biasa kita datangi. Dua jam sudah kita mengikuti tausyiahnya aku pun bergegas tuk menemui ibu takut ibu menunggu terlalu lama di depan masjid. “Subhanallah…. Hujan “ujarku seraya “Allahuma syoiban nafi’an” sambil ku cari ibuku dipelataran masjid tapi tak kulihat, kubuka HP ku dengan maksud mau menelpon ibuku barangkali ibuku cari aku juga…tiba tiba “Asslamu’alikum” seorang bapak mengucapkan salam padaku, “waalikum salam warahmatullahi wabarakatuh” jawabku sambil ku arahkan pandangan ku kearah datangnya suara, “apa kabar?” Tanya lelaki itu, “Alhamdulillah abi” ternyata abinya intan, aku kaget dan jantungku mulai berdegup kencang campur grogi, “apakabar abi?” aku Tanya balik, “Alhamdulilah sehat”jawabnya, “ sendirian?” Tanya abi kembali “oh nggak abi sama ibu” jawabku, “Abi sendirian?” tanyaku pada abinya intan, “iyah sendirian nak” jawabnya dengan suara lirih, sambil tertunduk dan duduk disebelahku, “Intan tidak ikut nak” tegasnya dengan suara sedih dan memegang pahaku pertanda kita merasa dekat, “ohhhh “ jawabku, ingin rasanya aku Tanya bagaimana keadaan intan sehat atau memang dia tidak ikut karena ada halangan, “mmmmm intan dapat musibah nak” ucapnya pelan sambil menundukan kepala menahan sedih dengan keadaan anaknya, “innalilahi wainnailaihi raojiun… kenapa abi?” tanyaku sontak sedikit kaget dan khawatir dengan keadaan intan. “Intan kecelakanaan kecil “ jawabnya lalu meneruskannya kembali “ Intan terjatuh seminggu setelah kita ketemu ingat?” sambungnya “ oh ya abi berarti tiga mingguan kebelakang ya” jawabku dengan suara lirih karena bertanya tany bagaimana nasib intan, “iya.. kurang lebih…” timpalnya “ Intan terpeleset depan dirumah sabtu sore sepulang kuliah, kebetulan sedang hujan jadi dia terburu buru lari kerumah setelah dianter temennya reni, dan jatuh nya tepat tulang ekornya, karena mungkin keras jatuh nya intan langsung tak sadarkan diri, kita bawa kerumah sakit intan masih tak sadarkan diri, setelah diperiksa dokter memvonis bahwa intan akan lumpuh dan buta,” ucap abinya sambil meneteskan air mata dan menahan tangisnya, “innalillahi w innailaihi raojiun” ucapku sedih ternyata nasib intan seperti itu, “ dan sekarang intan sedikit stress tak mau keluar kamar dia masih selalu menangis dengan kejadian itu, dan apa yang dialaminya, dia sadar bahawa itu semua ujian dari Allah, tapi sisi manusianya masih sedih dengan keadaannya dia terima” tambah abi sambil terisak dan mengusap air matanya. “Ya Allah…..berat amat ujian yang intan terima” ucapku dalam hati aku hanya bisa terdiam sambil terbawa suasana sedih abinya intan. “putra…..” ibuku memanggilku,” eh ibu” jawabku sambil mengusap mataku yang sempat berlinang medengar cerita apa yang terjadi pada intan. “oh… maaf ibu menggangu” ucap ibuku karna melihat ada abinya intan disampingku sambil terisak dan mengusap airmatanya, “oh nggak bu maaf” ucap abi, “ibunya nak putra?” Tanya abi pada ibuku, “ oh iya saya ibunya putra, Bapak siapanya putra?” ibuku Tanya balik pada abi, “ oh maaf saya abinya intan temanya putra” jawabnya, “Intan maaf siapa intan?” ibuku Tanya balik pingin tahu “Intan kenalan putra bu,,” jawabku lirih” dia kena musibah jatuh terpeleset dan sekarang intan lumpuh dan tak bisa melihat “ tambahku “innalilahi wainnailaihi rojiun” tegas ibu ku sambil duduk sebelah lain ku, “ trus sekarang bagaimana? Kenapa kamu tidak menengoknya “ tegas ibuku sedikit kecewa padaku, “Anak ibu baru tahu kabarnya sekarang bu” bela abi, “nak putra ng WA ke intan dan kebetulan intan memperbolehkan membukanya, saya pikir bagusnya saya mengabarkan saja langsung tidak lewat WA” tambah abi “ ohhhhh “ ucap ibuku, “ sekarang intan masih mengurung saja di kamarnya tak mau keluar saja juga khawatir “ tambah abi, “ saya pikir siapa tahu kalau anak ibu bisa menengok kerumah keadaan mental intan ada perubahan” tambah abi. Berdegup jantungku mendengar ucapan abinya intan….waduh…. aku Cuma kenalannya .. kenalnya pun dijalan….. aduh gimana ini gumamku dalam hati, meski aku berharap tapi tak secepat ini…..”hey put… malah melamun “ tegas ibuku, “ohhh iya bu” jawabku terbata bata, “ jadi bagai mana ya?” ucapku bingung. “ayooo ibu anter..boleh kan pak ?” tegas ibuku sambil melihat padaku, “ “ohhh ya gak apa apa bu malah lebih baik “ jawab abi. Karena hujan sudah mulai reda lalu kita bergegas menuju kerumah intan yang cukup jauh dari Masjid Raya TSM. Sepanjang jalan aku hanya berpikir ada apa sebenarnya ini.. aku baru kenal dengan intan tak lama, dengan abinya pun tak lama, sekarang aku dan ibuku sudah diundang kerumah nya…. Insya Allah ini semua berkah dari Allah….mudah mudahan intan bisa lebih baik setelah kita menengoknya aku hanya bisa berserah saja pada Allah sebari memohon kesembuhan pada Allah.
#nanti sambung lagi yeeehhh










