Belakangan ini aku terhenyak dengan salah satu topik pengajian di Kitab Al-Minahus Saniyyah, yakni “Malu Kepada Allah”. Salah satu yang dibahas di dalamnya adalah mengenai adab dalam beribadah.
Umik Nina, pengasuh pondok kami, menerangkan bahwa salah satu contoh adab dalam beribadah misalnya dengan mandi dan memakai wewangian serta pakaian yang baik saat beribadah, berwudu dan menutup aurat sebelum membaca Al Quran, membawa mushaf Al Quran dengan cara yang baik, dan banyak lagi. Intinya, kita melakukan dan menampilkan hal terbaik saat beribadah.
Kitab tersebut menerangkan bahwa semakin kita beradab saat beribadah, semakin besar kemuliaan yang kita dapat di sisi-Nya. Begitu juga sebaliknya. Semakin kita tak melaksanakan adab saat beribadah, maka kemuliaan kita akan semakin kecil.
“Misal ada seorang lelaki salat dengan hanya memakai celana yang menutupi pusar hingga lututnya. Salat tersebut sah sah saja,” kata Umik. Namun, beliau kemudian menjelaskan jika lelaki tersebut hanya memakai celana karena ia malas dan sebagainya, maka itu akan mengurangi pahalanya karena termasuk kurang beradab.
Berbeda dengan seorang yang salat dengan terlebih dulu mandi, memakai wewangian, dan juga memakai pakaian terbaiknya. Mereka tentunya akan mendapatkan kemuliaan dan pahala yang jauh lebih besar.
Bagaimana tidak? Sejak dari ia berniat menyempurnakan dirinya di hadapan Allah, hamba ini sudah dicatat kebaikannya oleh Malaikat Raqib. Ketika kakinya mulai melangkah untuk membersihkan diri, memakai wewangian, dan memilih baju terbaiknya, pahalanya pun sudah dilipatgandakan. Adab tersebut mencerminkan bahwa ia sangat memuliakan Allah.
Sebenarnya, anjuran mengenai salat dengan memakai pakaian terbaik, membersihkan diri, dan memakai wewangian tersebut sudah saaangat sering aku dengar. “Ketemu sama presiden aja rapi dan wangi, masa ketemu sama Allah pa?” kalian juga mungkin sering dengar sindiran yang entah berasal dari mana ini.
Materi dalam kitab ini kemudian diakhiri dengan kutipan yang semakin membuatku berefleksi.
“Para wali Allah tidak mencapai kedudukan mereka yang tinggi dengan banyak amal. Mereka mencapainya dengan adab dan akhlak yang baik”
Well.. Yang aku pikirkan usai mendengar pelajaran mengenai adab beribadah tersebut adalah, “Seberapa besar saat ini kamu memuliakan Allah, Nis? Bukankah rasa memuliakan itu juga harus diimplementasikan dengan adab?”