Menulis “Apa”?
Terbatasnya pengalaman menulis bukanlah menjadi penghalang bagi siapapun yang mau menulis; berapapun usianya, darimanapun asalnya, kapapnpun waktunya, dan apapun konten yang mau ditulisnya. Terlebih lagi bagi orang yang mempunyai tekat kuat untuk memulai merangkai kata-kata menjadi kalimat dan paragraf yang padu. Menulis adalah seni merangkai kata, bisa berupa kata-kata bijak, kata indah dalam bait puisi, kalimat berirama seperti pantun, hingga artikel-artikel panjang berkaitan dengan berbagai hal.
Lalu apa yang mau ku tulis? Seorang diri yang hanya terbiasa menulis pesan atau status dan caption di social media bisa menulis apa? Apa bisa menghasilkan tulisan yang bisa dinikmati, setidaknya oleh diri sendiri dan orang-orang terdekat? Apakah mudah merangkai kata-kata menjadi sebuah bahan bacaan yang bermanfaat nantinya? Banyak pertanyaan dalam diriku ketika aku memutuskan untuk mencintai kegiatan satu ini (read: menulis). Cinta itu tak datang tiba-tiba, cinta datang karena terbiasa. Kata-kata yang sudah tak asing lagi didengar oleh kebanyakan orang itulah yang menjadikanku semakin yakin untuk menulis, meski berawal dengan modal nekat saja.
Berkaitan dengan apa yang bisa dan akan aku tulis selanjutnya, dalam angan-anganku ada banyak hal yang ingin kutuangkan dalam bentuk tulisan. Sebagai anak rantau di negeri yang masih sedikit ditemukan makanan berlabel halal, aku ingin menuliskan hobi baruku di dapur, mengolah bahan-bahan seadanya untuk menghasilkan sumber tenaga (read: resep sederhana ala dapur iva >3<); menceritakan aneka budaya dan kebiasaan masyarakat di negeri mata hari terbit; berbagi kisah hidup di Negara empat musim; hingga kegiatan study ku di negeri sakura. Di sisi lain, sebagai seorang mahasiswa tentunya tak lepas dari tuntutan publikasi berupa artikel ilmiah, jurnal pendidikan, hingga syarat kelulusan berupa tesis yang menyita pikiran dan tenaga.
Jika diharuskan memilih, kewajiban study saat ini menuntutku menuliskan karya-karya non-fiksi berkaitan dengan kegiatan akademik. Namun, sebagai sarana rekreasi dan refreshing kisah-kisah kehidupan di negeri orang ini sepertinya asyik juga. Prioritasnya adalah apa yang sedang aku jalani saat ini, dan harapannya tak sebatas itu saja. Masih banyak jalan yang harus dilalui, dan dirimu pasti tahu jalan mana yang menjadi tujuannya saat ini. Semangat menginspirasi dengan tetap menjadi dirimu sendiri!
Hiroshima, 2017年11月22日
Iva Nandya Atika











